My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 96



Sepulangnya dari mengunjungi panti kini Alex dan Ara dalam perjalanan menuju kantor Fino. Ara juga sudah menghubungi Fino kalau akan berkunjung dan kebetulan di sana masih ada Lisha dan Riko.


Sedangkan Alex sendiri lebih banyak diam saat ini dan Ara menyadari itu.


“Kak” panggil Ara pada Alex yang masih fokus menyetir.


“Hmmm” gumam Alex.


“Apa kakak sangat membenci keluarga Alardo?” tanya Ara masih menatap sang kakak dari samping.


Alex terdiam saat Ara melontarkan pertanyaan yang cukup sensitif baginya.


“Kak Ara cu-“


“Kita bahas nanti saja ya dek” putus Alex dengan senyum di paksakan.


“Iya kak” jawab Ara menatap keluar.


Alex melirik Ara yang duduk di sampingnya. Alex paham berul ke arah mana pembicaraan mereka kali ini. Alex juga tau seperti apa yang di inginkan Ara. Tepat di lampu merah Alex menatap sang adik lekat.


“Dek, kakak tau apa yang kamu pikirkan saat ini dan kakak sedang berusaha. Kakak sedang berusaha untuk meredam segala emosi dan dendam kakak pada keluarga Alardo. Jujur saja itu bukan hal mudah bagi kakak dek. Melihat orang yang kita sayangi di bunuh tepat di depan mata kita itu mimpi buruk bagi kakak dek. Dulu sebelum papa meninggal, papa berpesan pada kakak kalau dendam hanya menghancurkan segalanya. Dan saat kakak bisa bersama mu itu adalah hal yang paling kakak syukuri. Kakak masih punya kamu satu-satunya keluarga kakak. Jadi biarkan kakak menerima masa lalu keluarga kita perlahan. Kakak juga tidak ingin berlarut dalam dendam ini” jelas Alex dengan raut wajah sedih membuat Ara terlonjak kaget menatap nya.


Ara merasa bersalah dengan apa yang ia pikirkan kalau kakaknya sangat membenci keluarga Alardo. Ara langsung memeluk kakaknya erat.


“Maafin Ara kak. Maafin Ara yang gak peka dengan perasaan kakak. Maafin Ara” tangis Ara karena merasa sangat bersalah.


Alex membalas pelukan Ara sambil mengusap punggung adik tersayangnya.


‘Kakak lakukan semua ini demi melihatmu tetap bahagia dek. Kakak tau membalas dendam keluarga kita pada si tua bangka itu hanya akan membuatmu bersedih. Dan kakak tidak mau melihatmu bersedih. Selagi si tua bangka itu tidak melukai mu lagi, kakak akan tetap diam. Kakak juga akan pastikan kamu akan tetap aman dek. Dan biarlah Tuhan yang menghukumnya suatu saat nanti’ batin Alex.


“Udah jangan nangis lagi. Bentar lagi sampai kantor Fino. Kakak gak mau ya di tuduh yang bukan-bukan” ledek Alex mengusap pipi Ara.


“Makasih ya kak dan maaf” gumam Ara yang masih terdengar oleh Alex.


Alex mengangguk lalu mencium kening Ara penuh kasih sayang. Ara tersenyum dan melepas pelukannya membiarkan Alex kembali fokus menyetir.


“Ngomong-ngomong kakak kog baru lihat cincin kamu dek. Kapan belinya? tanya Alex saat menyadari cincin di jari lentik Ara.


Ara yang di tanya bukannya menjawab malah terlihat malu-malu kucing dengan pipi merona nya. Alex yang melihat perubahan wajah Ara pun terlihat bingung.


“Kamu demam dek?” tanya Alex menaruh tangan kirinya di kening Ara guna mengecek suhu badan adiknya itu.


“Enggak panas, tapi kog wajah kamu merah?” gumam Alex.


“Apa perlu ke rumah sakit dulu dek? Periksa keadaan kamu dulu gitu” cemas Alex yang langsung di tolak oleh Ara.


“Enggak usah kak”


“Lah kog enggak? Trus wajah kamu merah kenapa?” tanya Alex kembali.


“Ara tuh malu tauu” rengek Ara.


“Malu kenapa? Masak cuma masalah kakak tanya cincin kamu malu dek” ucap Alex.


“Cincin ini dari kak Riko” lirih Ara.


“Berani juga tu orang deketin adek kakak yang cantik ini” canda Alex mengacak rambut Ara.


“Kakak gak marah?” tanya Ara lirih.


“Enggak” jawab Alex singkat.


“Ara kira kakak bakal marah” gumam Ara.


“Dulu nya kakak marah setiap kakak tau kamu deket sama tu cowok. Tapi bukan berarti sekarang kakak percaya sama si Riko itu. Kakak akan terus awasin dia dan kalau sampai dia nyakitin adik kesayangan kakak ini liat aja nanti” ucap Alex serius.


“Ih kakak posesif banget sih” ketus Ara.


“Tapi Ara suka” sambung Ara memeluk lengan Alex.


“Ara bahagia banget kak” ucap Ara ceria.


“Oh iya trus kakak kapan mau ngenalin calon kakak ipar aku. Kan aku sekarang udah gak jomblo kayak kakak gitu” ledek Ara membuat Alex mendengus kesal saja.


Terlintas wajah ceria Letha di pikiran Alex membuat nya senyum-senyum sendiri. Dan lagi-lagi Ara melihat keanehan kakaknya yang slalu senyum-senyum sendiri.


“Kakak mikirin siapa sih?” tanya Ara.


“Letha” ucap Alex enteng tanpa sadar.


“Letha!!!” teriak Ara terkejut menyadarkan Alex.


“Jadi kakak suka sama Letha?” ucap Ara menuding Alex yang terlihat gugup.


Alex merutuki kebodohannya sendiri yang bisa-bisanya menyebut nama Letha di saat dia sedang bersama Ara, adiknya.


‘Dasar bodoh, kemana rem nya sih sampek bisa keceplosan mana di depan Ara lagi’ batin Alex menepuk bibirnya pelan.


Ara yang melihat tingkah dan kegugupan Alex pun tertawa sambil bertepuk tangan heboh.


“Apa kakak perlu bantuan ku?” ledek Ara.


“Apaan sih Ra? Udah deh ayo cepet keluar dah sampek” ucap Alex beranjak keluar setelah memarkirkan mobilnya tepat di depan lobby kantor.


Alex melempar kunci mobil nya pada petugas yang sudah di perintahkan Fino untuk menyambut kedatangan Alex dan Ara agar memarkirkan mobinya. Sedangkan Ara berlarian kecil mengejar Alex dengan membawa kotak berisi kue.


Semua karyawan kantor Fino menatap sikap angkuh dan dingin Alex yang berjalan bersama Ara yang ceria. Ara masih terus saja melontarkan pertanyaan dan tawaran untuk pendekatan Alex dan Letha.


“Diamlah dek” kesal Alex saat mereka masuk ke dalam lift.


“Ayolah kak aku akan membantumu, kalau kau mengaku menyukai Letha. Oh ya kalau tidak salah Letha akan mengikuti kencan buta yang sudah di rencanakan teman sekelas ku dulu lo kak” bohong Ara yang ingin melihat ekspresi kakaknya.


“Letha tidak akan mau” ketus Alex.


“Kata siapa? Letha saja mengiyakan rencana itu kog” ucap Ara memanasi hati Alex.


“Tony tidak akan mengijinkannya” sungut Alex masih dengan egonya yang tinggi.


“Kak Alex sok tau. Kak Tony saja sudah mengijinkan” jawab Ara membuat Alex melotot padanya.


“Enggak mungkin Ra” ucap Alex tidak percaya.


“Kenapa gak mungkin?” tanga Ara dengan senyum menyeringai.


“Ya ya karna ya ya intinya gak mungkin. Titik!” tekan Alex gugup.


“Hahhahahahahaha” tawa Ara lepas saat berhasil mengerjain kakaknya yang kaku.


“Kenapa kamu ketawa?” tanya Alex bingung sampai ia sadar kalau Ara sedang mengerjainya.


“Oh jadi mulai berani bohongin kakak? Iya?” sambung Alex menggelitik Ara.


Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka membuat Ara langsung berlari sambil tertawa. Alex pun tak tinggal diam dan langsung mengejar Ara.


Braakkk


Ara membuka pintu ruang kerja Fino dengan kasar mengejutkan ketiga orang di dalamnya. Siapa lagi kalo bukan Fino, Lisha dan Riko.


“Kak Fino tolong Ara dari amukan beruang” ucap Ara bersembunyi di balik badan Fino masih dengan tawa cerianya.


Selamat malam semua. Sesuai janji aku malam ini up lagi🥰


Next ya👉🏻


Jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥


Thanks you kesayangan author❣️