My Teacher Is My Love

My Teacher Is My Love
Episode 111



Mobil yang dikendarai Tony baru saja sampai bersamaan dengan mobil Riko yang masuk terlebih dahulu. Tony pun memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Riko.


Tony keluar dan membukakan pintu untuk Alex. Ara sendiri masih tertidur pulas dalam pelukkan kakaknya. Alex keluar sambil menggendong adiknya bersamaan dengan Riko yang berlari kecil mendekat dengan wajah cemasnya.


“Ada apa dengan Ara?” tanya Riko lirih.


“Ara hanya tertidur” ucap Alex membuat Riko bernafas Lega.


Merek pun masuk ke dalam rumah, sampai di ruang keluarga Riko dan Tony menutup bibir mereka dengan jari telunjuk mengisyaratkan agar Fino, Lisha, Letha dan Arumi tidak berteriak menyambut ke pulangan Ara.


Spontan ketiga wanita itu membekap bibir mereka rapat. Sedangkan Fino menahan tawa melihatnya.


Tanpa berbicara Alex langsung membawa Ara ke kamar. Berbeda dengan Riko dan Tony yang langsung mendapat serangan pertanyaan dari si bumil. Makhlumi sajalah si bumil.


“Ara kenapa? Kog lemes banget? Kalo belum sehat betul kenapa di bawa pulang? Nanti kalo Ara kenapa-napa gimana? Kalian ini bisa gak sih ngurus orang sakit? Kasian dong Ara, di masih butuh dokter” cerocos Lisha kesal.


Belum juga Riko dan Tony menjawab, Letha sudah ikut angkat bicar.


“Iya bener kata kak Lisha. Kenapa gak di rawat inap dulu aja? Aku kira udah boleh pulang malam ini tuh Ara nya udah sehat. Buktinya dia masih lemes gitu kog dibawa pulang sih. Nanti kalo Ara makin parah sakitnya gimana? Atau jangan-jangan itu tadi Ara pingsan trus kalian bawa pulang?” heboh Letha membekap mulutnya kaget.


Lisha langsung menatapa kedua peia di depannya dengan tatapan tajam bak pisau dapur. Sedangkan yang ditatap hanya bisa menghela nafas melihat tingkah bar-bar kedua wanita di depannya.


“Kak Lisha” ucap Letha menatap Lisha dengan tatapan curiga.


“Atau jangan-jangan mereka ngasih Ara obat tidur trus bawa Ara kabur pulang, karena mereka gak sanggup bayar biaya rumah sakit. Ya ampun kak kasian Ara” rengek Letha memeluk Lisha dari samping.


Fino di buat menahan tawa melihat tingkah adik dari Tony itu. Jangan tanya Arumi, gadis itu hanya bisa menatap bingung mereka.


“Apa itu benar?! Kalian kasih obat tidur untuk Ara trus kabur dari rumah sakit, karna tidak mampu membayar biaya nya?” geram Lisha menatap penuh amarah pada Riko dan Tony yang masih saja duduk diam bersandar pada sofa.


“Astaga drama apa lagi ini Tuhan” desis Riko dan Tony bersamaan.


“Ara hanya tertidur saat perjalanan pulang” ucap Alex dari arah tangga sambil terkekeh.


Setelah membaringkan tubuh Ara di atas ranjang dan menyelimutinya, Alex langsung turun kebawah dan disuguhkan drama cantik dari gadis yang ia sukai. Bisa di katakan sudah cukup lama Alex berdiri di tangga.


“Jadi Ara cuma ketiduran?” tanya Letha memastikan.


“Iya” singkat Alex.


“Berarti bukan ka-“


“Karna pingsan atau diberi obat tidur dan kabur hanya karna tidak bisa membayar biaya rumah sakit” ucap Alex memotong ucapan Letha.


Pipi Letha merona menahan malu karna lagi-lagi dia bertingkah bar-bar di depan pria yang ia sukai.


‘Gimana kak Alex mau suka sama kamu sih Tha kalau tingkah bar-bar kamu gak hilang juga’ gumam Letha meringis sedih meratapi kebodohannya.


Berbeda dengan Lisha yang cuek seperti tidak terjadi apa-apa. Bumil itu malah asik makan kuekering yang di belikan suaminya tadi sambil menonton acara tv yang baru saja ia nyalakan.


“Lihat lah bahkan dia bisa bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Ck dasar bumil” lirih Riko pada Tony.


“Ya kau benar semoga saja nanti Arumi tidak menurun sikap si bumil satu itu” doa Tony.


“Ya aku juga berdoa jika Ara hamil nanti tidam seperti kakak iparnya itu” ucap Riko lirih di angguki oleh Tony.


Alex dan Fino tertawa mendengar bisikan Riko dan Tony yang masih bisa mereka dengar. Sedangkan Letha memilih kabur ke dapur sambil menarik tangan Arumi.


“Udah sana kalian bertiga bersih-bersih dulu dari rumah sakit juga gak cepet mandi” usir Fino.


Alex memutar bola malas sama seperti Riko, sedangkan Tony mendengus kesal. Mereka bertiga pun masuk kamar masing-masing yang sudah disiapkan Alex.


...****...


Ara terbangun dari tidur saat merasakan ada yang mengusap kepalanya lembut sambil memanggil namanya lirih. Ara mulai mengerjapkan kedua matanya saat merasa silau dan berganti wajah pria tampan yang berhasil mendapatkan hatinya.


Riko tersenyum saat Ara mulai bangun. Riko membangunkan Ara agar tidak melewatkan makan malam.


“Tidak apa kak, ternyata sudah sampai ya” ucap Ara menatap kamarnya.


“Waktunya makan malam, mau makan di bawah bareng yang lain atau di kamar aja? Kalo di kamar biar kakak ambilin dulu” kata Riko membantu Ara duduk bersandar.


“Di bawah aja kak, lagian kan aku udah kuat lagi” canda Ara.


“Pasti sakit ya” ucap Riko mengusap luka di kening Ara yang di perban.


“Udah enggak kog, apa lagi kalo kakak usap lembut gitu sakitnya hilang” ucap Ara tertawa kecil.


“Bisa aja sil hmmm” gemas Riko mencubit pipi Ara.


“Jangan dicubit kak” rengek Ara.


Riko tertawa lalu tanpa bicara ia menggendong Ara dalam pelukannya, membuat Ara berteriak kaget saat tubuhnya melayang.


“Ih turunin kak, malu tau nanti ada yang lihat” ucap Ara menepuk bahu Riko.


“Udah diem aja, enakan kakak gendong dari pada duduk di kursi roda kan” canda Riko.


“Apa sih kak” malu Ara.


“Ada yang lagi malu-malu meong nih” ledek Riko.


“Kakak diem deh jalan yanv bener, Ara gak mau ya sampai jatuh” ucap Ara pura-pura kesal.


“Siap tuang putri, pangeran tampan mu ini akan menjagamu dan melindungi mu apa pun yang akan terjadi. Sekali pun badai menerjang cintaku tak kan ku lepas” ucap Riko.


Ara tertawa mendengar ucapan Riko yang lebay untuk pertama kalinya.


“Lebay banget sih, yang terakhir kayak copy lirik lagu deh” tawa Ara.


“Enggak lah itu namanya kreatif sayang” ucap Riko tersenyum.


Sampai di meja makan Riko mendudukkan Ara di sampingnya. Sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah sepasang kekasih yang asik mesra-mesraan.


“Teruuusss, tebar kemesraan aja teruuusss. Anggap aja enggak ada jomblo akut disini” ucap Letha menggebu-gebu.


“Uluh-uluh kasian jomblo” ledek Alex.


“Jomblo kog teriak jomblo” sindir Tony.


“Nah bener tuh jomblo kog teriak jomblo. Makanya punya ego tuh diturunin dikit biar kagak jomblo ya gak Ton” ucap Fino pada Tony dan bertujuan menyindir Alex.


“Yups tul” enteng Tony.


Riko yang paham akan topik pembicaraan Tony dan Fino pun ikuti memojokkan Alex. Kapan lagi bisa mojokin balok es, pikir Riko.


“Oh jadi ketinggian ego nih ceritanya. Udah lah Tony jangan bolehi cowok kek begituan” ucap Riko yang langsung di tatap tajam oleh Alex.


“Nah bener tuh kata Riko. Kalau bisa jauhin aja dari cowok kek gitu, cariin aja yang lain. Kalau perlu nanti aku bantu deh Ton” sahut Fino.


“Beneran nih mau bantu?” tanya Tony dengan wajah dibuat serius.


“Iyalah” ucap Fino dan Riko bersamaan.


Panas gak tuh si Alex🤣


Kasian jadi dibully😁


Dikit dulu ya, jangan lupa like, komen dan vote🔥🔥🔥🔥


Makasih❣️