
Riko menatap Ara yang kini terlelap di sofa, karna tidak mungkin Ara akan tidur dikamarnya yang masih berantakan.
Malam ini ia memilih untuk menginap, Riko tidak ingin kejadian beberapa jam tadi akan terulang kembali saat Ara ditinggal sendiri.
Drrrttt drrrttt
Riko melangkah ke arah balkon untuk mengangkat telpon dari kakak sepupunya.
“Halo kak” sapa Riko.
“Gimana keadaan Ara disana Rik? Dia baik-baik saja kan? Ara sampai apartement dengan selamat kan?” tanya Lisha tanpa jeda.
“Ceritanya panjang kak. Tapi kakak tenang aja Ara baik-baik saja. Aku bakal jagain Ara. Sekarang kakak istirahat ya udah malam. Bye kak” putus Riko.
Riko memutuskan untuk kembali ke dalam dan memilih duduk di single sofa. Setelah memastikan Ara masih terlelap, ia pun ikut terlelap dalam duduknya.
Keesokan harinya Ara terbangun sambil mengerang menahan sakit di kepalanya. Perlahan ia mengingat apa yang terjadi semalam sampai dirinya tidur di sofa ruang tamu.
“Sudah bangun Ra?” tanya seseorang mengejutkannya.
“Di minum dulu susunya biar lebih enakan” kata orang itu yang tak lain adalah guru sekaligus sahabat kakaknya, Riko.
Ara masih diam menatap lelaki didepannya tanpa mengambil alih segelas susu coklat didepannya.
“Makasih buat semalam” lirihnya menunduk.
Ara teringat kejadian semalam saat ia mencoba bunuh diri namun ditahan oleh Riko. Ara merasa sangat beruntung saat ini karna Riko menyelamatkan dirinya dari niat buruknya sendiri.
\~FLASHBACK\~
BRAAAKK
Riko berlari menahan kedua tangan Ara. Ia terlihat marah dengan apa yang akan dilakukannya. Kalau saja Riko terlambat sedikit saja ia tidak bisa membayangkan seperti apa keadaan Ara saat ini.
“Apa kamu bodoh hah!?” bentak Riko membuang kaca ditangan Ara.
“YA AKU MEMANG BODOH, AKU TIDAK BERGUNA, LALU KENAPA MENGHENTIKANKU HAH!!! SEHARUSNYA BIARKAN SAJA AKU MATI” teriak Ara frustasi.
“Hiks biar kan aku mati saja hiks hiks” tangis Ara memilukan.
Riko menarik Ara dalam pelukannya memberikan ketenangan untuk Ara.
“Aku janji Ra, aku akan ada buat kamu, jaga kamu” tambah Riko.
“Aku pantas mati hiks hiks”
Riko semakin mengeratkan pelukannya membiarkan Ara menumpahkan segala kesedihannya.
“Aku hiks aku mau ikut mama hiks” isak Ara.
Riko melepas pelukannya perlahan bergant memegang kedua lengan Ara. Di sana Riko bisa melihat tatapan keputus asaan.
“Dengarkan ucapanku dan setelah ini terserah kamu” pinta Riko pada gadis didepannya ini.
“Ra kamu tau kan kalo bunuh diri itu dosa. Apa kamu enggak sayang mamamu? Dia berjuang hidup dan mati hanya untuk membuat kamu bisa melihat dunia ini. Dan sekarang kamu mau bunuh diri? Kamu enggak mikirin betapa sedihnya mamamu disana Ra? Kamu tega buat mama kamu disana sedih? Menangisi keputusanmu. Keputusan permanen untuk masalah yang sementara ini. Seharusnya kamu bangkit lagi Ra. Enggak ada yang ngelarang kamu untuk nangis. Kamu boleh menangis sepuas kamu tapi setelah itu kamu harus bangkit lagi. Kamu kuat Ra. Kamu wanita tangguh dan kuat yang dimiliki mamamu. Kamu harus buat mama kamu bahagia dan tenang disana. Kamu juga harus buktiin kesemua orang kamu bukan Ara yang bodoh, kamu adalah Ara yang cerdas. Buatlah mamamu bangga” ucap Riko panjang lebar sambil mengusap rambut Ara.
“Sekarang kamu tenangin diri kamu ya” tambah Riko mengajak Ara ke ruang tamu.
Setelah mendudukan Ara di sofa tuang tamu. Riko beranjak menuju dapur mengambil segelas air minum untuk Ara.
“Minum, biar tenang” suruh Riko.
Setelah meminum segelas air yang diberikan Riko, ia meletakkan gelas kosong itu diatas meja.
“Kamu mau makan Ra?” tanya Riko yang beringsut duduk di samping Ara.
Ara hanya menggelengkan kepala lalu menatap Riko lama. Begitu juga Riko yang menunggu Ara untuk bicara.
“Ada apa?” tanya Riko saat Ara masih terdiam.
Entah apa yang dipikirkan oleh Ara saat ini, ia lalu memeluk Riko erat dan mulai terisak. Riko dibuat terkejut sesaat lali membalas pelukan Ara. Mengusap punggung Ara menyalurkan ketenangan untuknya.
Setelah beberapa lama mereka saling berpelukan Riko menyadari akan keterdiaman Ara dalam pelukannya.
Saat di lihat ternyata Ara tertidur dalam pelukannya. Riko mulai membaringkan tubuh Ara di sofa. Lalu beranjak ke kamar Ara mencari selimut bersih di dalam lemari.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Riko kembali ke ruang tamu dan menyelimuti Ara.
Next 👉🏻
Jangan lupa like, komen dan vote ya gais🔥🔥🔥🔥