My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 99



Sepulang nya dari kantor, Max mencoba mendekati Diana dan ia ingin mengantar Diana pulang, berharap hal itu membuat nya lebih dekat dengan Diana seperti dulu. Namun Diana justru semakin bersikap acuh pada Max membuat Max merasa frustasi, ia pun mengejar Diana yang sudah hendak masuk ke mobil nya.


"Tunggu, Di..." seru nya dan Diana pun berhenti, ia berbalik badan dan melihat Max yang berjalan cepat ke arah nya.


'Ada apa?" tanya Diana dengan nada bicara yang dingin, membuat Max merasa ada yang kurang. Max merasa rindu saat saat Diana selalu menggoda nya dan bukan nya bersikap tak acuh seperti ini.


"Aku... Em kita pulang bareng ya?" kata Max dengan seluruh keberanian yang ia punya.


"Aku bawa mobil sendiri, terima kasih" kata Diana dan ia hendak masuk ke mobil nya namun Max langsung menarik tangan Diana.


"Ada apa?" tanya Diana ketus.


"Kamu masih marah sama aku?" tanya Max dengan suara lantang.


"Memang nya kenapa aku harus marah sama kamu?" Diana justru balik bertanya, hal biasa yang selalu di lakukan wanita saat tak ingin menjawab pertanyaan yang di lontarkan pada nya.


"Ya karena aku sudah mencium kamu" kata Max lagi yang tentu saja membuat Diana langsung terbelalak dan ia langsung mengedarkan pandangan nya ke sekitar nya, takut ada yang mendengar apa yang di katakan Max.


"Aku minta maaf, Di. Aku tidak bermaksud mempermainkan mu" lirih Max kemudian.


"Ya sudah, kalau begitu lupakan saja. Anggap saja hal itu tidak pernah terjadi" kata Diana.


"Tapi, Diana...."


"Sudah lah, Max. Aku buru buru" kata Diana yang tak ingin mendengar kata kata Max lagi. Ia bahkan langsung masuk ke dalam mobil nya dan menutup pintu nya, Max hanya bisa menatap nanar sang pujaan yang seperti nya benar benar tidak tertarik pada nya meskipun ia sudah tidak terlihat culun lagi.


"Sebenarnya apa yang salah dengan ku? Kenapa Diana sangat membenci ku?" gumam nya kecewa.


...


Sementara Melissa, sepulang nya dari kantor ia langsung pergi ke sebuah toko bunga milik Mama nya. Sama seperti Diana, Melissa hanya hidup berdua dengan Mama nya setelah kematian sang ayah beberapa tahun yang lalu.


"Ma..." seru Melissa memasuki toko bunga itu dan betapa terkejut nya Melissa saat melihat pria yang selalu membuat darah nya naik kini sedang berbincang ria dengan sang Mama. Bahkan sang Mama terlihat sangat akrab dengan pria yang selalu membuat nya merasa jengkel itu.


"Tante Rita masih sangat cantik ya..." puji Alan pada Mama nya Melissa "Kalau orang tidak tahu, pasti orang orang mengira kalau Tante Rita itu saudara nya Melissa, bukan Ibu nya. Benar benar awet muda" kata Alan yang sengaja menaikkan volume suara nya saat menyadari kehadiran Melissa. Sementara yang di puji hanya bisa senyum senyum dengan pipi merona.


"Mama..." seru Melissa kesal.


"Eh, Mel. Ada apa? Tidak langsung pulang ke rumah?" tanya Mama nya.


"Mau jemput Mama sekalian, ini sudah sore. Ayo pulang" ajak Melissa tanpa memperdulikan Alan yang terang terangan menatap nya sambil tersenyum nakal.


"Jangan pulang dulu, ini lho ada teman kamu" Melissa yang mendengar ucapan Mama nya langsung menatap tajam Alan.


"Jangan seperti itu, masalah dalam pertemanan kan hal yang biasa"


"Masalah dalam pertemanan? Maksud nya?" Melissa bertahan bingung.


"Alan tadi sudah cerita, kata nya dia tidak sengaja mencium kamu saat di kantor. Maka nya kamu marah dan tidak mau berbicara lagi dengan nya" Melissa tentu tercengang mendengar penuturan sang Mama yang sudah pasti hasil karangan dari Alan. Melissa langsung mengalihkan tatapan nya pada Alan dan Alan hanya memasang wajah polos nya dan senyum manis yang mengembang di bibir nya, ia bahkan menggoda Melissa dengan menaik turunkan alis nya beberapa kali. Membuat Melissa ingin mencekik pria tampan di depan nya ini.


"Gila dia, Ma. Jangan percaya" tukas Melissa kesal "Lagian dia bukan teman aku" lanjut nya.


"Iya, Mama juga tahu. Kata nya kamu tidak mau berteman sama Alan karena Alan punya banyak teman cewek" kata sang Mama lagi yang tentu saja membuat Melissa langsung membelalakan mata nya. Seperti nya Alan sudah mengarang cerita panjang lebar, fikir Melissa.


"Kamu jangan begitulah, Mel. Kan kamu tahu sendiri Alan itu siapa, wajarlah kalau dia punya banyak teman wanita. Paling itu hanya teman bisnis, iya kan, Alan?" tanya sang Mama yang tentu saja Alan langsung menganggukan kepala nya dengan antusias.


"Ih, Mama..." kesal Melissa namun ia tak tahu harus bicara apa lagi karena Alan pasti sudah mencuci otak sang Mama. Alan tersenyum samar saat melihat Melissa yang tampak kesal, entah kenapa itu membuat nya senang.


"Oh ya, bagaimana kalau malam ini aku mengundang kalian untuk makna malam?" tanya Alan kemudian sambil menatap Melissa dan Rita bergantian.


"Tidak" jawab Melissa yang tentu membuat Ibu nya langsung menatap nya tajam dan memberi isyarat agar Melissa menyetujui ajakan Alan, namun Melissa masih kekeh tak mau.


"Kenapa tidak?" tanya Alan pura pura kecewa, Ayo lah, Mel. Tante Rita juga pasti senang kalau kita makan di luar bersama" bujuk nya.


"Iya, Mel. Mama mau ikut" kata Rita senang.


... .......


Max sudah sampai di rumah nya dan ia di sambut oleh Ghiea, Max sudah tahu kenapa Ghiea ada di rumah nya dan hal itu juga membuat Max bertanya tanya. Sebenarnya apa yang membuat Ghiea sangat mencintai Xavier dan mau melakukan apapun yang Xavier perintahkan, ingin rasa nya Max punya pasangan seperti Ghiea.


"Kenapa melamun, Adik ipar?" tanya Ghiea yang melihat Max berjalan gontai dengan tatapan yang tampak kosong "Bagaiamana hari mu hari ini?" tanya Ghiea lagi sembari mengekori Max masuk ke dalam kamar nya.


"Diana bener bener membenci ku, Ghe" lirih Max frustasi.


"Tidak mungkin, itu pasti hanya perasaan mu saja" ujar Ghiea menyemangati Max.


"Tidak, Ghe. Itu bukan hanya perasaan ku, tadi saja Diana tidak mau bahkan hanya untuk sekedar menatap ku" Max berkata sedih, ia membuka pintu kamar nya dan melenggang masuk ke dalam dengan di ikuti Ghiea dari belakang nya.


"Mungkin Diana masih bingung dengan perasaan nya, Max. Kamu yang sabar saja dulu, aku sangat mengenal Diana, dia wanita yang sangat baik" tukas Ghiea meyakinkan Max.


"Aku juga tahu dia wanita yang baik, tapi kalau dia memang tidak tertarik pada ku, bagaimana?" rengek Max.


"Jangan berfikir yang negatif, Adik ipar. Yang penting kamu sudah berusaha, melakukan yan terbaik untuk mendapatkan Diana" tukas Ghiea