My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 54



"Diana..."


"Kamu gila ya..."


Ghiea bertanya dengan raut wajah yang meringis sembari menoleh ke jok belakang, dimana ada Max dengan tangan yang terikat dan mulut yang tersumpal shall. Max memberontak dan menatap tajam Diana, sementara Diana justru menatap Max menggoda dari spion.


Sedangkan Melissa, gadis itu kini membawa mobil Max.


"Biarin saja dia begitu, Ghe. Aku akan culik dia sampai dia mau maafin aku dan berhenti merajuk" kata Diana sambil terkekeh.


"Terus dia mau di bawa kemana?" tanya Ghiea lagi.


"Ke apartement kamu lah" jawab Diana dengan santai nya "Kita perkosa dia gantian, haha..." gurau nya yang membuat Max langsung terperangah dan semakin kuat memberontak.


"Hmmppp...."


"Hmmppp..." ia terus memberontak mencoba membuka ikatan tangan nya, menggeleng kan kepala nya ke kanan ke kiri dengan mata yang melotot sempurna. Hal itu justru membuat Diana tampak semakin senang, beda hal nya dengan Ghiea yang semakin meringis karena ia tidak tahu ternyata Diana segila ini.


"Di, kalau kamu begini, Max tidak akan maafin kamu lah..." tukas Ghiea.


"Hmmppp"


"Hmmppp" Max menggumam sembari mengangguk anggukan kepala nya, pertanda ia setuju dengan apa yang Ghiea katakan.


"Nanti aku bikin dia jatuh cinta sama aku, biar tahu rasa..." ketus Diana yang membuat Max mendelik pada nya.


"Kamu kasar, bagaimana Max jatuh cinta sama kamu" ujar Ghiea.


"Hmmppp" Max kembali menyahut.


"Hmp hmp..." seru Diana melirik Max "Nanti aku bungkam bibir kamu sama bibir ku ya, ketagihan nanti kau" kata Diana yang membuat Max dan Ghiea sama sama meringis.


Mereka sudah sampai di gedung apartement Ghiea, Diana pun turun dari mobil dari menarik Max keluar. Ghiea juga turun dari mobil, begitu Melissa.


Diana melepaskan shall yang menyumpal mulut Max, membuat Max langsung mengambil nafas sebanyak banyaknya.


"Gila kau, Di..." teriak Max dengan wajah memerah, namun Diana justru cengengesan. Ia membenarkan kaca mata Max dengan gerakan yang sangat sensual, tak lupa ia merapikan rambut Max dan itu membuat Max langsung meremang, ia juga tak bisa menghentikan Diana karena tangan nya masih terikat.


Sementara Dino masih mengikuti mereka saat ini, Dino juga tak menyangka Diana akan menculik adik bos nya seperti ini. Namun Dino tak ikut campur, karena tugas nya hanya memastikan Clara dan Granny Kelly tidak mendekati Ghiea.


"Ssshhtt, jangan marah, anak manis..." tukas Diana.


"Masuk yuk..." ajak Melissa.


"Kita mau kemana?" tanya Max seperti merajuk "Lepaskan ikatan tangan ku" pinta nya.


"Nanti, setelah kita makan kamu, aaaummmm..." Diana membuat gerakan seperti macan betina yang ingin menangkap mangsa nya.


"Ihhh..." Max bergidik ngeri.


Melissa dan Diana membawa Max masuk ke dalam lift, Ghiea hanya mengikuti nya dari belakang dan Max tak lagi memberontak.


"Tapi aku harus pulang sebelum jam 8, Nanti Mommy khawatir..." seru Max setelah lift bergerak naik.


"Ya ampun, benar benar anak Mami..." ejek Diana "Apa akan ada wanita yang mau sama anak Mami seperti mu, Max?" tanya nya.


"Pasti ada lah..." jawab Max "Tuhan itu menciptakan Hawa untuk Adam" ucap nya sok puitis yang membuat Melissa dan Diana tertawa keras, sementara Ghiea hanya terkekeh dan ia mengelus kepala Max dengan sayang.


"Kamu manis sekali, Max" ujar Ghiea.


Mereka sudah sampai di lantai 15, begitu juga dengan Dino.


Karena Dino merasa semua nya sudah aman, ia pun masuk ke dalam apartement nya sendiri setelah Ghiea dan rombongan nya masuk ke apartement Ghiea. Namun baru saja Dino membuka jaket kulit nya, ponsel nya berdering dan tertera nama Jamie di layar ponsel nya itu.


"Din, Clara dan Nyonya Kelly ke apartement Ghiea sekarang. Mereka sudah masuk lift" terdengar suara panik Dino dari seberang telfon.


"Apa?" pekik Dino.


"Tapi bagaimana bisa mereka tahu?"


"Nanti saja aku ceritakan, Din. Sekarang mereka sudah menuju apartement Ghiea, mereka membawa seorang peretas dan seperti nya juga bekerja sama dengan orang dalam, supaya mereka bisa langsung masuk ke dalam apartement Ghiea" ucap Jamie panjang lebar yang masih terdengar panik.


"Kamu sudah memberi tahu Tuan Xavier?" tanya Dino.


"Nomor nya tidak aktif"


"Oh Tuhan, pasti sedang dalam pesawat" gumam Dino.


"Baiklah, akan aku tangani ini" ujar nya.


....


"Ini apartement siapa?" tanya Max.


"Apartement Ghiea, di kasih Pak Xavier" jawab Melissa.


"Mewah sekali..." gumam Max tak percaya "Sepertinya Pak Xavier sangat mencintai mu ya, Ghe"


Belum sempat Ghiea menjawab, terdengar bel dari depan.


"Biar aku yang buka..." kata Melissa. Ia pun bergegas membuka pintu. Dan saat pintu terbuka, Dino langsung melongos masuk.


"Hey, siapa kau?" tanya Melissa namun Dino tak menghiraukan nya.


"Nyonya Ghiea..." teriak Dino yang membuat Ghiea, Max dan Diana langsung terkejut "Kau harus keluar dari sini..." ujar Dino dan ia menarik tangan Ghiea.


"Tunggu, Dino... Ada apa?" tanya Ghiea heran.


"Ada Clara dan Nyonya Kelly mau kesini" ujar Dino yang membuat semua nya ikutan terkejut dan langsung panik.


Mereka semua nya secara serempak berlari ke pintu namun mereka menyadari, sudah ada orang di depan pintu.


"Aduh, bagaimana ini?" tanya Ghiea berbisik.


"Bagaiamana?" Max ikutan berbisik.


"Hadapi saja..." sambung Diana.


"Bisa bahaya..." sambung Melissa.


"Begini saja..." seru Dino.


..........


"TIDAK!!!!" seru Max, Melissa dan Diana bersamaan.


Saat ini semua nya sudah ada dalam kamar utama, yaitu kamar Ghiea.


Dino memiliki rencana, ia akan membuat Max dan Melissa atau Max dan Diana seolah olah adalah pemilik apartement ini. Awalnya mereka setuju, tapi ketika Dino mengatakan mereka harus tampak habis bercinta, ketiga nya langsung menolak.


"Aku rasa hanya dengan cara ini mereka bisa di usir, karena pemilik rumah sedang sibuk dengan urusan yang sangat pribadi" ujar Dino.


Sementara Ghiea hanya menatap ke empat manusia itu dengan bingung.


"Ayo lah, tidak ada waktu lagi..." seru Dino "Sebentar lagi mereka pasti berhasil membobol keamanan pintu..." desak nya.


"Aku angkat tangan..." seru Melissa lantang "aku dan Ghiea akan bersembunyi di kamar mandi, bye..." Melissa langsung menarik tangan Ghiea dan melongos pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Ghiea.


"Aku juga pergi, bye..." Dino ikut ikutan, membuat Max dan Diana menganga.


"Ghiea..." terdengar teriakan Clara dari luar, membuat Max dan Diana semakin bingung.


"Ghiea, keluar kamu..." Clara kembali berteriak.


"Max, tidak ada jalan lain..." ujar Diana pasrah dan ia langsung membuka kemeja Max dengan tergesa gesa.


"Di, ini.... Ini tidak boleh..." Max menghalangi Diana dengan gugup.


"Aduh, ini cuma sandiwara, Max...."


Krakkkkk


"Ahh..." Max berteriak saat Diana yang tak sabar langsung merobek kemeja Max.


"Lepas celana mu, Max. Cepat...." titah nya sedangkan ia sendiri melepas pakaian nya. Max hanya tercengang karena ia masih terkejut gara gara kemeja nya yang di robek oleh Diana.


Sementara Diana, hanya dalam hitungan detik ia sudah melepas pakaian nya namun ia masih memakai dalaman. Ia malu sebenarnya namun untung saja Max yang masih tercengang itu tak menatap nya, Diana menarik selimut dan mebungkus diri nya dengan selimut. Tak lupa Diana membuat rambut nya acak acakan.


Diana juga mengacak ngacak rambut Max, tak lupa ia mengecup rahang dan pundak Max yang bahkan membuat nya harus berjinjit, untuk meninggalkan bekas lipstik di sana.


Totalitas, itu lah yang sedang ia lakukan sekarang. Sementara Max semakin tak berdaya dan hilang akal karena ciuman Diana di kulit nya itu, nafas nya bahkan memburu.


"Ayo kita keluar dan panggil aku Honey..." Diana melepas kaca mata Max "Ingat, kita sepasang kekasih yang baru saja selesai bercinta. Ini rumah kita, dan mereka harus keluar dari sini secepatnya. Okey?" ujar nya yang sudah siap ber akting.


Max tak merespon, otak nya seperti beku gara gara Diana benar benar melecehkan nya saat ini.