My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 106



"Oh ya, tadi memang nya Ghiea kecelakaan apa dan dimana?" tanya Max kemudian.


"Di lift" jawab Xavier yang justru membuat Max teringat dengan tragedi di lift tadi.


"Di lift..." gumam Max yang justru mesem mesem, dan tentu membuat semua orang langsung mengernyitkan kening nya saat melihat raut wajah Max yang bukan nya shock atau khawatir, justru senyum senyum sendiri


"Max, Kakak ipar mu kecelakaan di lift dan kamu malah tersenyum?" tanya Xavier tajam yang tentu saja membuat senyum Max langsung hilang.


"B.. Bukan begitu, Xavier" kata Max gugup apa lagi ketika ia menyadari kini Xavier, Ghiea dan Mommy nya menatap Max penuh tanda tanya.


"Iya, Max. Mommy lihat dari tadi kamu itu sering senyum senyum sendiri, ada apa, Max?" tanya Nyonya Leona.


"He'em, Xavier kasih tahu aku kecelakaan di lift si Max malah senyum senyum" sambung Ghiea "Kamu sayang aku atau tidak sih, Max? Aku sedang mengandung keponakan mu lho" kata Ghiea yang membuat Max semakin gelagapan.


"Tentu saja aku sayang Ghiea dan keponakan, tadi aku cuma... Hemmm" bola mata Max melirik ke kanan ke kiri sembari ia memutar otak nya guna mencari jawaban yang pas, karena ia tidak mungkin mengatakan pada keluarga nya kalau kata 'lift' itu mengingatkan nya pada ciuman Diana.


"Terus kenapa senyum senyum?" desak Xavier dengan tatapan penuh intimidasi.


"Cuma ingat film kartun..." jawab Max asal karena hanya itu yang terlintas dalam benak nya.


"Astaga, Max. Kamu ini sudah dewasa, jangan menonton kartun. Kamu ini..." gerutu Xavier.


"Ya sudah lah, Xavier. Memang apa salah nya kalau Max suka kartun? Dari pada film dewasa, ya kan? Kartun jauh lebih baik, membuat mood kita bagus" kata Nyonya Leona yang membela putra bungsu nya itu.


.........


Sementara di sisi lain, Melissa yang sedang menonton film di laptop nya merasa ada yang kurang karena dia tak di temani cemilan apapun. Ia pun beranjak dari ranjang nya dan pergi ke dapur guna mencari sesuatu di sana, namun ia tak menemukan apapun bahkan kuklkas nya pun kosong.


"Ma..." teriak Melissa dan bersamaan dengan itu sang Mama muncul di dapur.


"Apa sih, Mel? Teriak teriak sudah seperti di hutan saja" gerutu Nyonya Rita.


"Ma, tidak cemilan sama sekali ya?" rengek Melissa tanpa memperdulikan gerutuan Mama nya.


"Kalau kamu tidak beli ya tidak ada" jawab sang Mama santai.


"Ya juga ya" gumam Melissa "Ya udah deh, aku ke supermarket dulu" kata Melissa dan ia kembali ke kamar nya hanya untuk mengambil duit.


"Mau pergi pakai piyaman begitu, Mel?" tanya sang Mama yang melihat Melissa hanya memakai piyama dan sandal jepit.


"Terus harus pakai gaun gitu" kata Melissa santai dan ia pun bergegas pergi ke supermarket yang tak jauh dari rumah nya. karena jarak nya yang tak terlalu jauh, Melissa pun memilih berjalan kaki.


Melissa sudah biasa berbelanja di sana bahkan sebagian karyawan sudah ada yang mengenal Melissa.


Melissa mengambil keranjang dan kemudian ia pun mulai memilih beberapa cemilan yang ia mau, beberapa orang memperhatikan Melissa karena hanya memakai piyama dan sandal jepit namun Melissa tak mau memperdulikan hal itu.


Setelah memenuhi keranjang belanjaan nya dengan berbagai macam cemilan, Melissa pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan nya.


Sementara di luar, Alan sedang memperhatikan Melissa sambil tersenyum. Tadi Alan hendak menemui Melissa namun baru saja Alan hendak turun dari mobil nya, Alan melihat Melissa yang keluar dari rumah dengan hanya memakai piyama dan sandal jepit. Alan pun mengikuti Melissa yang berjalan di trotoar. Dan saat Melissa masuk ke dalam super market itu, Alan dengan sangat sabar menunggu Melissa dan tatapan nya tak pernah lepas memperhatikan Melissa yang berbelanja di dalam.


Tak lama kemudian, Melissa keluar dan ia terkejut melihat Alan yang sudah ada di sana menunggu nya sembari menyesap sebatang rokok yang di selipkan di sela bibir seksi nya.


Melissa tak menanggapi nya dan ia berjalan melewati Alan, Alan pun segera mengekori nya dari belakang dan manarik kresek yang di tenteng Melissa dan ia membawakan nya, Melissa pun membiarkan nya saja.


"Kamu keluar dengan piyama begini?" tanya Alann yang mensejajarkan langkah nya dengan Melissa.


"Ada masalah dengan piayam ku? Memang nya piyama ku ada robek nya?" tanya Melissa ketus sambil terus melangkah.


"Haha, bukan begitu. Hanya saja biasa nya wanita bahkan tidak mau pergi ke halaman rumah nya tanpa make up dan..." Alan langsung menghalangi langkah Melissa dan ia mencengkaram pipi Melissa, membuat Melissa mendongak dan tentu Melissa merasa kesal dengan hal itu.


"Kamu tidak pakai make up, hm" kata Alan lagi.


"Setelah ini aku mau tidur, untuk apa aku memakai make up" kata Melissa sembari menepis tangan Alan yang masih mencengkaram pipi nya.


"Wow, kamu benar benar wanita yang berbeda" kata Alan.


"Kenapa? Aku tidak cantik karena tidak memakai make up, begitu?" ketus Melissa lagi dan kini mereka sudah sampai di depan rumah Melissa. Melissa pun menyambar plastik belanjaan nya dan hendak masuk namun di dahului oleh Alan.


"Aku mau bertamu..." kata Alan dengan santai nya sambil melewati Melissa.


"Alan..." pekik Nyonya Rita yang melihat Alan datang beriringan dengan Melissa.


"Selamat malam, Tante cantik" sapa Alan yang tentu saja panggilan pujian itu membuat Nyonya Rita tersenyum malu, beda hal nya dengan Melissa yang mencibir Alan dan ia hendak kembali ke kamar nya namun sang Mama melarang nya.


"Masak ada tamu di tinggalin sih, Mel..." tegur sang Mama.


"Itu bukan tamu ku, Ma. Dia datang mau menemui Tante cantik, kata nya" ujar Melissa yang membuat Nyonya Rita merona.


"Kamu bisa saja, Mel" kata Alan "Tentu saja aku ke sini mau menemani Tante cantik dan putri nya yang tak kalah cantik nya" lagi lagi Alan mengeluarkan rayuan yang tentu saja membuat Melissa bergidik ngeri.


"Nak Alan duduk sini, yuk ..." kata Nyonya Rita dan ia menarik Alan agar duduk di sofa "Mel, buatkan minuman gih" titah nya yang tentu saja membuat Melissa mendelik.


"Iya" jawab nya ketus dan ia sudah hendak pergi ke dapur namun Mama nya kembali memanggil nya.


"Mel, kok main pergi saja? tanya dulu dong sama tamu nya mau minum apa" Melissa sudah benar benar geram rasa nya namun ia mencoba menahan diri.


"Mau minum apa, Wahai tamu?" tanya Melissa malas.


"Ada apa saja?" tanya Alan yang kembali membuat Melissa mendelik.


"Ada teh, kopi, susu" jawab Melissa asal namun itu justru membuat Alan menggerling nakal sembari bertanya


"Susu kamu saja boleh?" kedua bola mata Melissa langsung membulat sempurna mendengar apa yang di katakan oleh Alan.


"Dasar mesum" hardik nya.


"Mesum apa nya? Aku kan cuma minta susu" kata Alan tanpa rasa bersalah sedikitpun "Ya kan, Tante?"


"Iya, Mel. Kamu jangan berfikir yang negatif dulu sama Alan. Fikiran yang negatif itu menghasilkan tindakan yang negatif pula" tukas sang Mama namun Melissa enggan menanggapi dan ia pun bergegas ke dapur dengan menghentakan kaki nya.


"Dasar, memang dia yang mesum kok..." gerutu nya "Lagian Mama juga sama saja..."