My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 143



Xavier memberi tahu Mommy nya dan juga Ghiea tentang permintaan Clara untuk membebaskan Granny Kelly. Dan kedua wanita itu tentu hanya bisa menggelengkan kepala nya secara bersamaan karena kedua nya tahu betapa besar nya kesalahan Granny Kelly.


"Aku tahu kalian tidak akan setuju, aku pun tidak setuju. Bukan karena aku jahat atau apa, aku juga ingin membuat nya jera" kata Xavier kemudian.


"Iya, Xavier. Mommy setuju sama kamu, kejahatan dia itu bukan sesuatu yang tidak di sengaja dan bukan hanya sekali dua kali. Jadi memang sudah seharus nya dia mendapatkan hukuman nya, ini juga untuk memberikan efek jera pada orang lain" kata Nyonya Leona.


"Terus?" tanya Ghiea.


"Ya terus kita biarkan saja dia di penjara, biar polisi yang mengurus nya" kata Xavier.


"Sebaik nya kalian persiapkan keberangkatan bulan madu kalian, jangan fikirkan masalah yang lain. Dan jangan lupa Ghiea harus memeriksakan kandungan nya terlebih dulu" Nyonya Leona memperingatkan dengan tegas, karena ia tak mau kehilangan calon cucu nya untuk yang kedua kali nya.


"Iya, Mom. Pasti..." jawab Xavier sambil tersenyum.


"Dan ingat, jangan terlalu sering melakukan hubungan intim di sana. Nanti cucu Mommy kenapa kenapa, kalian harus saling menjaga ya"


"Astaga, Mom..." gumam Xavier, sementara Ghiea tanya tersipu mendengar ucapan Ibu mertua nya itu.


.........


Sementara itu, Melissa saat ini sedang makan malam bersama Mama nya. Melissa terus saja melirik ponsel nya yang ia letakkan di atas meja.


"Kamu menunggu telfon dari siapa, Mel?" tanya Mama nya yang merasa heran karena sejak tadi Melissa seperti sedang menunggu telfon orang.


"Bukan dari siapa siapa, Ma" jawab Melissa.


Padahal sebenarnya ia menunggu pesan dari Alan, biasa nya sang casanova akan selalu mengirimkan pesan pesan menggelikan yang akan membuat Melissa kesal.


"Kamu engga telfon Melissa, Lan?" tanya George dan Alan menggeleng sembari menikmati makanan nya.


"Kenapa? Kamu masih engga ada niatan berubah?" tanya George lagi.


"Memang nya aku harus berubah bagaimana sih, Dad?" tanya Alan kemudian.


"Ya meninggalkan para kupu-kupu mu itu, Lan. Dan fokus pada Melissa saja"


"Astaga..." geram Alan kemudian ia menyerahkan ponsel nya pada Ayah nya "Coba Daddy periksa ya, sudah tidak ada lagi kontak satu wanita pun di ponsel ku" ujar Alan yang membuat Daddy nya itu sangat terkejut, ia langsung memeriksa kontak ponsel Alan dan memang tidak ada kontak satu wanita pun di sana.


"Hilang kemana kontak wanita mu, Lan?" tanya Daddy yang masih merasa tak percaya.


"Di blokir sama Melissa sejak hari pertama kami pacaran..." jawab Alan.


"Wow, segitu nya calon nenantu Daddy itu?"


"Wow? Dad, dia itu ikut campur urusan pribadi ku tapi kenapa kamu justru bilang wow?"


"Karena dia bukan hanya wanita yang berkelas dan punya harga diri, tapi dia juga wanita yang bisa menjaga pasangan nya. Alan, Daddy tidak mau tahu, kamu harus menikahi Melissa dan menjadikan nya nenantu Daddy"


"Dad, mana bisa begitu? Aku sama Melissa cuma pacaran sebulan, sebentar lagi juga kita akan putus"


"Aku tidak mau tahu, bawa Melissa sebagai menantu Daddy atau Daddy coret kamu dari ahli waris!!!!"


"Apa???!!!"