
Xavier mendekap Ghiea dan mengusap kepala sang istri degan sayang, sementara Ghiea meletakkan kepala nya di dada sang suami dan tangan nya di letakkan di perut sang suami.
"Aku fikir itu hanya mimpi, hanya bunga tidur..." lirih Ghiea sedih, air mata tak bisa lagi di bendung nya dan air mata nya itu membasahi dada Xavier yang tak tertutupi sehelai benang pun.
"Jangan menangis, Sweetheart" kata Xavier lembut "Masa lalu itu masa yang sudah berakhir, sekarang kita hanya perlu menata masa depan kita"
"Tapi aku ingin sekali mengingat masa lalu ku, Honey. Aku ingin tahu sedekat apa dulu aku sama Mama, aku yakin kita pasti sangat dekat kan? Dan kenapa orang orang memanggil nya wanita malam? Aku yakin Mama ku tidak seperti itu"
"Mama memang tidak seperti itu, Sweetheart. Dan dia Mama yang sangat baik, Mama juga sangat dekat dengan mu dan mau melakukan apapun untuk kebahagiaan mu" lirih Xavier.
"Apa ingatan ku tidak bisa kembali pulih?" tanya Ghiea dan ia mendongak, tatapan nya pun langsung bertemu dengan tatapan suami nya yang saat ini menunduk.
"Kata Dokter kemungkinan nya sangat kecil" tukas Xavier kemudian ia mengecup kening Ghiea yang membuat Ghiea langsung memejamkan mata nya, ia menikmati ciuman hangat sang suami yang penuh cinta.
"Aku sangat beruntung karena ada kamu, ada Mommy, ada Max dan juga Diana dan Melissa" lirih Ghiea kemudian.
"Kami yang beruntung karena memiliki mu, Sweetheart" kata Xavier dan mendaratkan kecupan singkat di hidung sang istri "Sekarang tidur lah, ingat apa yang di katakan Dokter Merry? Kamu harus banyak istirahat" kata Xavier sembari mengeratkan dekapan nya pada sang istri.
"Love you, Honey" kata Ghiea dan ia mengecup dada sang suami.
"Love you more, Sweetheart"
.........
"Apa sekarang kita pacaran?"
"Menurut mu, Max?"
"I love you, Diana. Kita pacaran ya"
"Baik lah"
Diana terkekeh sendiri mengingat peresmian hubungan nya dan Max pagi tadi, hal itu bahkan membuat Diana tak berselera makan atau pun mengantuk. Raut wajah Max terus terbayang dalam benak nya saat Max mengungkapkan cinta nya, begitu menggemaskan dan ingin rasa nya pDiana mencium Max lagi namun Diana harus menahan diri atau ia akan terlihat sebagai gadis yang agresif. Meskipun sebenarnya ia memang agresif di bandingkan Max.
Hari ini adalah hari terindah dalam hidup Diana, seperti nya. Karena hari ini juga sang Mama menjelaskan siapa Selena, cerita yang sama yang di ceritakan oleh Max. Oh, betapa lega nya perasaan Diana mengetahui ternyata Selena adalah Ibu ibu korban perselingkuhan, sama seperti Mama nya Diana.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan Diana hanya berguling ke kanan dan ke kiri sambil senyum senyum. Ia bahkan menendang nendangkan kaki nya ke udara seperti bayi yang girang saat dapat mainan.
"Hihi, kok aku jadi gini ya?" gumam Diana.
Ting...
Sebuah notifikasi masuk di ponsel Diana dan dengan cepat Diana menyambar ponsel nya yang ada di atas nakas. Senyum sumringah langsung mengembang di bibir Diana saat membaca pesan dari sang pacar.
"Pacar?" Diana terkekeh geli dengan status nya dan Max sekarang, sulit di percaya ia berpacaran dengan pria yang selalu di bully nya selama ini.
^^^^^^Max^^^^^^
^^^"Selamat malam, Baby. Sudah tidur belum?"^^^
Me
"Belum"
^^^...Max...^^^
^^^"Aku juga belum tidur, aku tidak bisa tidur, Baby. Aku terus terbayang wajah mu"^^^
Pesan gombalan Max itu berhasil membuat Diana kembali senyum senyum seperti orang gila.
Me
"Ini sudah malam, tidur lah. Biar besok tidak kesiangan"
Diana memberengut setelah pesan nya itu terkirim, padahal ia juga bersikap romantis dan mesra pada Max namun Diana masih merasa begitu kaku bahkan meskipun hanya lewat chat seperti ini.
.........
Sementara di sisi lain, Max juga memberengut karena Diana masih bersikap biasa saja. Max ingin juga mesra mesraan sama Diana seperti Xavier dan Ghiea.
Me
"Baby, kita kan sudah pacaran. Aku panggil kamu 'Baby'. Terus kamu panggil aku apa"
Me
^^^^^^My Baby^^^^^^
^^^"Aku tidak mengubah nama kontak mu, masih sama. Max Gupta"^^^
Me
"😔"
Me
"Baby, kau tidak senang ya kita pacaran?"
^^^My Baby^^^
^^^" Aku senang, Baby. Baiklah, aku juga akan mengubah nama kontak mu. Aku kasih nama 'My Baby" ^^^
Bibir Max langsung tersenyum lebar membaca pesan dari pacar nya itu, ia merasa begitu bahagia sekarang.
Me
"Aku tidak sabar ingin memberi tahu Mommy kalau aku kita sudah resmi pacaran"
...
Diana terdiam dan raut wajah nya tampak tegang setelah membaca pesan Max. Diana tahu Max pria yang baik, tapi Diana takut.
Ia takut apa yang di alami Mama nya terjadi juga pada nya, Diana ingat betapa hancur nya sang Mama saat mengetahui sang suami selingkuh. Diana tahu, ia juga mencintai Max seperti Max mencintai nya namun jika untuk ke jenjang yang lebih serius, Diana sungguh masih takut.
Diana pun membalas pesan sang pacar itu.
Me
"Nanti saja, Baby. Aku belum siap jika harus menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius"
....... ...
Raut wajah Max langsung berubah sedih membaca pesan sang pacar, Max tahu apa yang membuat Diana enggan membicarakan hubungan yang serius.
Me
"Tidak apa apa, Baby. Apapun yang kamu mau, aku siap melakukan nya. Yang penting kita sudah resmi pacaran, kamu milik ku dan aku milik mu. I love you, Baby"
^^^My Baby ^^^
^^^"I love you too, Baby"^^^
^^^My Baby ^^^
^^^"Baby, ini sudah malam. Tidur ya" ^^^
Me
"Iya, Baby. Selamat malam, mimpiin aku ya"
"Ehem ehem..." Max terlonjak kaget saat tiba tiba mendengar suara dehaman sang Mommy dan ia pun langsung menoleh.
Betapa terkejut nya Max saat melihat Mommy nya yang berdiri di ambang pintu depan tangan yang di lipat di dada.
Nyonya Leona sudah sejak tadi berdiri di sana dan itu adalah kebiasaan nya, sebelum tidur Nyonya Leona memang akan selalu memeriksa Max ke kamar nya meskipun Max sudah dewasa. Nyonya Leona biasa nya akan menyelimuti Max dan mematikan lampu kamar nya karena Max selalu lupa mematikan lampu kamar nya.
Dan malam ini, saat sang Mommy melakukan kebiasaan nya ia justru menemukan sesuatu yang tak biasa dari putra nya.
Dari tadi Nyonya Leona memperhatikan Max yang berguling ke kenan ke kiri dan senyum senyum sendiri dengan ponsel nya. Max bahkan tidak sadar dengan kehadiran sang Mommy dan tidak mendengar suara pintu yang di buka.
"Apa yang kamu lakukan, Max?" tanya Mommy nya dan Max dengan cepat menyembunyikan ponsel nya di bawah bantal "Kenapa kamu senyum senyum?"
"Nonton kartun" bohong nya lagi, Nyonya Leona memicingkan mata nya pada Max dan ia tahu putra nya itu berbohong namun ini sudah malam, dan Nyonya Leona tidak ingin mengintrogasi Max malam malam begini.
"Baik lah, ini sudah malam jadi sebaik nya kamu tidur" kata Nyonya Leona dan ia mengecup pelipis putra bungsu nya itu.
"Good night, Mom"
"Good night, Son"