My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 36



5 tahun yg lalu...


Ghiea sedang menyiapkan makan malam untuk menyambut Xavier, selain itu ia juga ingin merayakan kehamilan nya yg membuat Ghiea merasa begitu sempurna.


"Aku sangat tidak menyangka akan hamil secepat ini, Mama. Aku sangat senang" ujar Ghiea sembari mengaduk adonan tepung untuk membuat kue.


"Tapi aku takut, bagaimana jika aku tak bisa jadi Ibu yg baik? Aku terlalu muda, aku juga masih ingin kuliah. Bagaimana jika anak ku tidak bahagia nanti? Bagaimana jika aku salah dalam mengurus nya..."


"Ssshhtt..." Mama nya mengusap pundak Ghiea dengan lembut "Kau akan jadi Ibu terbaik di dunia, anak mu akan jadi anak paling bahagia nanti karena memiliki ibu seperti mu" hibur ibu nya.


Saat ini ibunya itu sedang membuat udang goreng, kesukaan Xavier dan Ghiea.


Namun kesibukan mereka terganggu saat mereka mendengar suara ramai di luar rumah, yg di susul dengan suara gedoran pintu dan teriakan orang orang.


"Mama, siapa mereka?" tanya Ghiea khawatir.


"Mungkin cuma orang mabuk..." jawab sang Mama menenangkan nya "Kamu lanjutkan goreng udang nya ya, Mama akan cek keluar" kata Mama nya dan tentu Ghiea hanya bisa mengangguk patuh.


Ia memegang dada nya yg tiba tiba seperti bergemuruh, seperti ada firasat buruk yg ia rasakan. Ghiea mencoba tetap fokus pada masakan nya.


Sementara ibunya langsung di tendang oleh seseorang saat pintu terbuka. Ada beberapa wanita paruh baya yg datang menyerbu rumah nya, dan salah satu dari mereka menendang ibu Ghiea saat ia membuka pintu, membuat nya langsung terjerambab ke lantai.


"Hey, ada apa?" tanya ibu nya Ghiea kesal. Ia hendak berdiri namun salah satu wanita itu malah mendudukin perut nya, menjambak rambut nya dan menampar nya berkali kali. Membuat Ibu nya Ghiea mengerang kesakitan.


"Dasar palacur..." seru wanita itu marah.


"Dasar penggoda..."


"Wanita malam..."


"Wanita kotor..."


"Wanita najis" caci makian itu di ucapkan terus menerus oleh mereka pada ibunya Ghiea.


Wanita yg lain menginjak kaki nya membuat nya semakin berteriak kesakitan hingga Ghiea datang dan berteriak histeris melihat ibu nya yg sedang di siksa beberapa wanita itu.


"Lepaskan Mama ku..." teriak Ghiea mencoba menarik orang yg menduduki tubuh ibu nya, namun wanita yg lain nya malah menarik rambut Ghiea, membuat Ghiea langsung berteriak kesakitan apa lagi saat wanita itu menamparkan dengan kesar, hingga sudut bibir Ghiea berdarah.


"Ghiea..." ibu nya juga histeris melihat anak nya yg sedang mengandung juga di pukul.


"Lepaskan anak ku..." ia meronta sambil menangis histeris, ia mencoba melawan namun ia kalah jumlah dan kekuatan nya yg tak sebanding dengan mereka.


Para wanita itu adalah para tetangga nya yg menganggap Ibu nya Ghiea telah merayu suami mereka, bahkan menjajakan diri nya pada suami mereka. Membuat mereka begitu murka.


Ghiea meringis sakit sambil memegang perut nya, beberapa wanita itu masih mengeroyok ibu nya dengan membabi buta sembari mengeluarkan sumpah serapah mereka, caci makian yg tidak henti.


Ghiea menangis, memohon agar mereka melepaskan ibu nya yg sudah tak berdaya. Namun para wanita itu tampak nya sangat benci pada ibu Ghiea sehingga mereka terus menghajar nya.


"Lepaskan ibu ku..."


"Menyingkir dari ibu ku..."


"Kalian semua jahat..."


Teriak nya masih memukulkan besi itu pada mereka secara acak, tentu membuat mereka mengerang kesakitan dan semakin marah pada Ghiea dan ibu nya.


Melihat anak nya melawan, ibu nya Ghiea pun mencoba bangkit dan melewan mereka. Ia sungguh tidak tahu apa salah nya sehingga mereka begitu menyiksa nya.


Saat Ghiea hendak memukul lagi, tiba tiba wanita yg lain menendang Ghiea dari belakang, membuat Ghiea jatuh dan perut nya menghantam lantai. Ghiea mengerang kesakitan, sementara besi di tangan nya terlempar. Ibu nya Ghiea hendak mengambil besi itu namun wanita wanita itu juga mau mengambil nya, mereka merebut besi itu dengan susah payah dan tentu ibu nya Ghiea kalah.


"Ghiea... '


"Lari, Ghiea..." pinta nya berusaha melawan wanita wanita itu yg seperti kerasukan setan. Mereka saling menjambak, saling menampar, bahkan saling menendang.


Ghiea bangkit dan hendak membantu nya, namun tiba tiba seseorang memukul kepala belakang nya dengan besi itu dengan sangat keras. Membuat ibu nya Ghiea berteriak histeris, sementara Ghiea langsung terjerembab ke lantai dan kepala nya langsung mengucurkan darah yg sangat banyak.


Para wanita itu tampak nya sangat terkejut dengan apa yg terjadi pada Ghiea, mereka semua langsung berlari keluar dari rumah Ghiea.


Ibu nya Ghiea menangis histeris melihat kondisi anak nya yg sangat mengenaskan. Ia merangkak pada Ghiea, membangunkan Ghiea, memeluk Ghiea. Namun Ghiea masih tak sadarkan diri.


Ia bahkan sampai tidak sadar, kompor di dapur masih menyala dan menyebabkan kebakaran di dapur.


Ibu nya Ghiea berusaha menahan darah yg masih keluar dari kepala Ghiea, ia merangkak ke dapur untuk mengambil air namun ia melihat dapur nya sudah terbakar. Ia berteriak histeris, tak ada yg membantu nya, atau setidak nya yg malang.


Ibu nya kembali merangkak menghampiri Ghiea dan ia melihat Ghiea yg tampak nya mulai sadar.


"Ghiea, bangun Ghiea..." "


"Pergi dari sini..."


"Cepat Ghiea..."


Ghiea berusaha keras mendapatkan kesadaran nya kembali, namun terasa begitu sulit. Samar samar ia melihat ibu nya yg menangis dan menunjuk ke pintu keluar.


"Tunggu, Ma. Aku aku akan cari bantuan..." lirih Ghiea dan ia berusaha berdiri di atas kaki nya yg terasa begitu lemas.


Ibu nya merangkak, mendorong Ghiea supaya keluar dari rumah itu dan sesaat kemudian terdengar suara ledakan dari dapur yg di susul dengan si jago merah yg langsung melahap rumah Ghiea.


Ghiea berteriak histeris, ledakan itu juga membuat nya terlempar keluar. Darah sudah membasahi tubuh nya, bahkan darah segar juga mengalir di paha nya. Membuat Ghiea semakin histeris. Ia berlari menjauh, ia begitu ketakutan dan ingin mencari pertolongan untuk mengeluarkan ibu nya dari rumah yg telah terbakar itu.


Namun, Ghiea terlambat. Ketika sebuah truck menghantam nya, membuat ia tak bisa menemukan bantuan untuk mengeluarkan ibu nya.