
Di pesta...
"Cuit cuit..." goda Melissa sembari mengedipkan mata nya pada Max yang masih berdansa dengan Ibu nya. Sementara tatapan Max justru terpaku pada Diana yang begitu cantik dalam balutan gaun berwarna kuning emas nya, sangat cocok dengan rambut nya yang berwarna pirang.
"Dia memperhatikan mu sejak tadi, Di" kata Melissa pada Diana.
Diana tahu itu, diri nya sadar sedang di perhatikan dengan begitu intens oleh Max namun Diana tetap mempertahankan raut wajah dingin nya pada Max.
"Ya iyalah, aku kan cantik. Semua orang pasti akan memperhatikan ku" kata Diana yang masih berdansa, dan hal itu berhasil membuat Melissa terkekeh. Di antara ketiga sahabat itu, Diana lah yang memiliki ego paling tinggi.
"Aku rasa, semenjak acara fake make love itu, kalian ada rasa..." kata Melissa lagi yang membuat pupil mata Diana langsung melebar .
"Khayalan mu" pekik Diana dan ia melepaskan diri dari Melissa "Aku tidak selera dengan pria culun itu..." kata nya.
"Jangan berlebihan menghujat orang begitu, nanti naksir lho" goda Melissa.
Diana melirik Max dan bersamaan dengan itu Max melirik nya, Max melemparkan senyum ter manis nya pada Diana namun Diana justru mengacuhkan nya. Membuat hati Max mencolos.
"Ada apa, Son?" tanya Nyonya Leona yang bisa menangkap raut sedih sang putra bungsu.
"Tidak apa apa, Mom" kata Max memaksakan bibir nya tersenyum.
Sementara Xavier dan Ghiea masih terus berdansa dengan mesra, mereka bahkan tidak segan beradu bibir di sana. Melepaskan rasa rindu yang selalu saja hadir dalam jiwa mereka meskipun mereka selalu bersama selama ini.
"I love you" bisik Ghiea sensual Setelah ia melepaskan bibir nya dari bibir Xavier yang terasa begitu memabukan.
"I love you more, sweetheart" bisik Xavier di telinga sang istri bahkan tak segan ia mencium leher sang istri.
"Apakah yang kita lakukan sudah benar?" tanya Ghiea kemudian saat ia mengingat Nenek mertua nya yang sekarang sudah di bawa polisi.
"Tentang apa?" tanya Xavier. Kedua nya masih bergerak seirama dengan musik dansa yang masih mengalun.
"Kita sudah mempermalukan Nenek mu di depan banyak orang" kata Ghiea "Dan kita juga memenjarakan nya"
"Itu sangat benar, Sweetheart" kata Xavier tegas dan yakin "Selama ini, dia tidak pernah merasa bersalah atas semua kesalahan yang dia lakukan, dan dia juga tidak akan pernah mendapatkan hukuman jika kita tidak melakukan ini" tegas nya "Uang itu adalah kekuatan terbesar seseorang, begitu juga dengan status sosial. Dia pantas mendapatkan nya"
"Tapi dia Nenek mu, bagaimana pun juga dia keluarga kandung mu, orang tua mu" kata Ghiea lirih.
"Hukum adalah hukum, Sweetheart. Dan dia hanya menuai apa yang dia tanam, ini sama sekali bukan salah ku" kata Xavier dengan tenang "Aku tahu, dia orang tua ku, tapi dia tidak pernah berfikir bahwa orang tua seharus nya mementingkan kebahagiaan anak anak nya. Yang dia fikirkan justru kebahagiaan nya sendiri, yang dia lakukan tidak mencerminkan bahwa dia orang tua kami. Dia merusak pernikahan Daddy dan Momy, dia merusak persahabatan Daddy dan uncle Evan. Tidak sampai di sana, dia merusak kebahagiaan ku dan bahkan ingin membunuh wanita yang sangat aku cintai, jadi sudah sepantas nya dia mendapatkan pelajaran "Ghiea tersenyum mendengar ucapan panjang lebar sang suami. Ghiea menatap mata suami nya dan suami nya memang tampak sangat kecewa pada Nenek nya itu. Ghiea menarik tengkuk Xavier dan mencium bibir nya sekali lagi.
"Memang itu mimpi ku, sweetheart"
...
Sementara itu, Clara tersadar dari pingsan nya dan ia sangat panik saat menyadari kini diri nya ada di mobil polisi dengan tangan yang di borgol. Clara menoleh saat mendengar suara isak tangis di samping nya "Kenapa menangis, Ma?" tanya Clara karena Fani sudah menangis terisak, bahkan ingus sudah banjir di bawah hidung nya dan menjalar ke bibir nya.
"Hiks hiks...." Fani terus saja menangis tanpa menjawab pertanyaan Clara. Clara menoleh lagi, dan ia melihat Granny Kelly yang diam membisu tanpa berkedip bak patung hidup. Kedua tangan nya juga di borgol, sorot matanya menampilkan amarah yang membakar jiwa nya saat ini.
"Granny, kita akan di penjara" teriak Clara panik.
"Aku tidak mau masuk penjara, aku masih muda, masa depan ku masih panjang" rengek nya namun Granny Kelly tidak menanggapi nya sedikitpun.
"Huaaaaa" tiba tiba Clara menangis nyaring, namun tetap tak ada yang menanggapi nya.
Sementara Granny Kelly masih begitu bingung, kapan ia menandatangani surat pengalihan kekayaan keluarga nya? sementara seharus nya itu di lakukan esok hari, dan granny Kelly juga seharus nya masih mendapatkan sebagian harta warisan mendiang suami nya itu. Tapi kenapa bisa?
....
9 hari yang lalu
Nyonya Leona menyajikan makanan untuk Ghiea, Xavier, Dino dan Jamie. Mereka makan bersama sembari membicarakan rencana selanjut nya. Dan Xavier juga sudah bercerita pada Ghiea tentang semua hal yang terjadi dalam hidup mereka, termasuk kebakaran namun Xavier melewatkan bagian Mama Ghiea yang meninggal dengan cara yang tak wajar. Xavier hanya mengatakan terjadi kebakaran di rumah Ghiea, saat Ghiea hendak mencari bantuan, Ghiea mengalami kecelakaan. Dan Xavier juga memberi tahu, dalang dari semua kejadian itu adalah Nenek nya, karena itulah Xavier mamalsukan kematian Ghiea. Sekarang Ghiea mengerti dan semua nya masuk akal menurut nya, Xavier juga mengaku, selama ini Xavier selalu mengawasi Ghiea dimana pun Ghiea berada, Xavier selalu berada di dekat Ghiea.
Dan sekarang, sekali lagi Xavier harus memalsukan kematian Ghiea.
"Katakan saja Ghiea meninggal karena tenggelam" ujar Nyonya Leona "Maksud ku, kita ikuti permainan mereka. Clara ingin membunuh Ghiea dengan cara melempar nya ke sungai, jadi mari katakan kalau Ghiea di temukan tewas di sungai"
"Ide yang bagus" kata Ghiea sambil mengunyah "Padahal aku punya ide lain"
"Ide apa?" tanya Xavier.
"Aku akan pura pura jadi hantu dan menghantui mereka semua sampai mereka stres, depresi dan masuk rumah sakit jiwa" kata nya.
"Itu juga ide yang bagus sebenar nya" kata Nyonya Leona namun ia tampak tak yakin dengan cerita itu "Tapi sebaik nya jangan, untuk pura pura jadi hantu itu tidak mudah. Apa lagi nanti kalau ada adegan harus terbang dengan gaun putih, itu bisa bahaya buat Bay...." Ghiea langsung menatap ibu mertua nya itu yang hampir saja keceplosan, dan untung nya Nyonya Leona nge rem di waktu yang pas
"Maksud ku, biarkan saja mantan Mama mertua dan Clara berfikir Ghiea mati. Selain itu, dengan rencana ini kita bisa dapatkan dua hal sekaligus..." ujar nya dengan senyum miring di bibir nya.