My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 51



Clara dan Granny Kelly mencari tahu sendiri dimana Ghiea si selingkuhan Xavier. Sebenar nya Clara bisa bertanya lebih banyak pada Max, tapi setelah apa yang di katakan si culun itu, membuat Clara merasa sangat enggan bahkan hanya untuk melihat bayangan nya saja. Entah apa yang ada dalam otak si culun itu sehingga ia selalu berbicara apapun yang terbersit dalam benak nya.


Dan juga yang jelas jelas di ketahui lerselingkuhan nya adalah Xavier dan Ghiea, tapi yang di cap tukang selingkuh justru Clara.


"Seharus nya kamu itu bisa menjadi istri yang baik buat Xavier, kamu juga menyandang nama Anson, Clara. Tapi kenapa kamu malah merusak nya?"


Untuk Yang ke sekian kali nya nenek nya itu menceramahi nya dan Clara hanya bisa diam membisu "Suami mu itu owner sekaligus CEO perusahaan, tapi kamu malah selingkuh dengan Manager perusahaan yang tidak ada apa apa nya di bandingakan suami sah mu? Dimana letak kewarasan mu?" Clara tentu merasa semakin terpojok dengan apa yang di ucapkan Nenek nya namun ia tak berani melawan.


"Kamu seperti wanita yang haus belaian saja... '' tukas sang Nenek lagi yang membuat pupil mata Clara langsung melebar sempurna, karena memang itulah alasan nya selingkuh. Sekarang Clara merasa seperti wanita murahan yang tak laku meskipun ia sudah punya suami.


...


"Pak Xavier, tadi Clara dan Nyonya Kelly ke kantor untuk mencari informasi tentang Ghiea..."


Xavier tersenyum sinis mendengar laporan itu dari Jamie dan sudah ia duga ini pasti akan terjadi. Saat ini Xavier sedang dalam perjalanan ke bandara, ia memang pulang lebih cepat dari waktu yang seharus nya dan Xavier sudah tidak perduli lagi dengan hal itu.


"Lalu apa lagi yang mereka lakukan?" tanya Xavier.


"Mereka mencari teman teman Ghiea, tapi Diana dan Melissa tidak masuk kantor hari ini..."


Xavier langsung bernafas lega mendengar apa yang di katakan oleh Jamie.


"Baiklah, awasi terus gerak gerik Clara dan Granny"


"Baik, Pak..."


Setelah panggilan Jamie terputus, panggilan dari Dino masuk dan Xavier menjawab nya dengan kesal. Gara gara Dino ia di marahi oleh Ghiea bahkan Ghiea munuduh nya berkencan dengan anak SMA dan punya anak remaja.


"Apa?" ketus Xavier.


"Tuan, Nyonya Ghiea pergi ke SMA kalian dulu..."


Xavier tentu langsung melotot terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Dino itu.


Xavier terdiam sejenak dan memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang.


Xavier sudah melakukan segala hal sejak lima tahun yang lalu untuk menutupi masa lalu Ghiea demi Ghiea, walaupun Xavier tahu ia tak bisa selama nya melakukan hal itu.


"Apa saya harus menghentikan Nyonya Ghiea?" tanya Dino lagi.


"Biarkan saja..." jawab Xavier kemudian "Asalkan Clara dan Granny tidak mendekati nya apa lagi sampai mengganggu nya" lanjut nya.


"Baik, Tuan Xavier. Saya hanya akan mengawasi Nyonya Ghiea dari jauh"


.........


Sementara itu, Ghiea, Diana dan Melissa sudah sampai di SMA Ghiea dan saat masuk ke sekolah itu, Ghiea melihat anak anak SMA yang sedang melakukan aktivitas mereka masing masing, ada yang mengobrol, ada yang membaca buku dan lain nya, Ghiea terbayang akan diri nya.


"Ternyata ada SMP nya juga..." ujar Melissa.


"Memang, aku pernah dengar tentang yayasan ini. Ini salah satu yayasan swasta terbaik dan ada sampai jenjang kuliah nya juga" sambung Diana.


"Terus kita harus mencari tahu kemana? Apa kita bisa menemui kepala sekolah nya tanpa membuat janji terlebih dahulu?" tanya Ghiea.


Mereka bertiga pun bertanya pada salah satu siswa dan meminta mereka mengantarkan nya ke ruangan kepala sekolah.


Sesampai nya di sana, mereka di sambut dengan baik oleh kepala sekolah yang merupakan seorang pria muda yang mungkin seumuran dengan Xavier. Tak hanya itu, kepala sekolah itu sangat tampan dan kharismatik, apa lagi mata nya yang tajam dan bibir nya yang tipis. Pria itu mengenakan kemeja maroon dan celana kain yang berwarna hitam.


"Silahkan masuk..." seru nya pada ketiga wanita cantik itu.


Ghiea, Melissa dan Diana pun masuk. Mereka di persilahkan duduk di sebuah sofa panjang yang ada di dekat jendela "Ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu dan tatapan nya lurus menatap Ghiea.


"Sebenar nya saya mencari seorang siswi mungkin sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu yang bersekolah di sini. Nama nkya Ghiea, Ghiea Kaviani" ujar Ghiea.


"Hem begitu..." pria itu sedikit membungkuk dan memangku dagu nya dengan kedua tangan nya yang di kepalkan, ia masih tak mengalihkan tatapan nya dari Ghiea.


"Sayang nya, kami sudah tidak menyimpan informasi apapun mengenai para siswa di bawah lima tahun yang lalu" ujar pria itu. Melissa melirik meja kerja kepala sekolah itu dan ia mengernyit bingung saat melihat nama di meja itu adalah Guritno S.Pd.


"Nama mu Pak Guritno ya?" tanya Melissa yang membuat pria itu sedikit bingung, ia menoleh ke meja kerja nya dan kemudian ia mengangguk sembari menahan senyum.


"Tapi apa tidak ada salinan nya? Atau berkas nya? Atau album foto nya? Tidak mungkin di buang kan?" tanya Ghiea lagi karena ia sudah sangat penasaran dengan identisa diri nya.


"Tidak, Nona. Kami melakukan pembaharuan setiap lima tahun sekali, jadi data data yang lama sudah kami hapus. Baik yang digital mau pun yang non digital" ujar nya yang membuat Ghiea mendesah kecewa begitu juga dengan kedua sahabat nya.


"Ada yang lain nya yang bisa saya bantu?" tanya nya kemudian.


"Tidak ada" jawab Ghiea lemas "kalau begitu, kami permisi..." ujar Ghiea.


Kedua nya pun pergi setelah berjabat tangan secara bergantian dengan kepala sekolah itu.


"Kamu jangan kecewa ya, Ghe..." ujar Diana mengelus pundak sahabat nya itu yang tampak nya sangat kecewa.


"Iya, Ghe. Kalau memang Xavier itu adalah orang dari masa lalu mu, kita akan paksa dia bicara jujur sama kamu..." tukas Melissa.


"Ya sudah, sekarang kita pulang ya" ajak Ghiea. Kedua sahabat nya pun mengangguk dan ketiga nya bergandengan tangan saat melangkah.


Tatapan Ghiea tiba tiba tertuju pada dua orang remaja yang sedang bersama di taman sekolah. Ghiea mengajak teman nya pergi kesana.


"Untuk apa?" tanya Diana.


"Aku seperti tidak asing dengan tempat itu..." ujar Ghiea.


Ia pun pergi ke taman itu dan berdiri di sana, Ghiea menoleh ke kanan ke kiri dan seketika pemandangan itu muncul dalam benak nya. Ghiea berputar di tempat itu dan memperhatikan sekolah nya dari sana, Ghiea seperti melihat diri nya saat remaja di sekolah itu namun bayangan itu sungguh tidak jelas.


"Ghe, ada apa?" tanya Diana.


"Aku yakin aku memang sekolah di sini..." ujar Ghiea.


"Kamu punya seragam sekolah ini, sudah pasti kamu sekolah di sini..." sambung Melissa.


"Sebaik nya sekarang kita pulang ya, aku sudah sangat lapar" rengek Diana. Ghiea mengangguk dan melangkah keluar dari area sekolah, ia berpapasan dengan seorang wanita dan wanita itu tampak terkejut melihat Ghiea.


''Ghiea... " gumam nya.