My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 95



Alan berjalan menuju Melissa yang sekarang sedang mencoba sepatu hak tinggi, Melissa tampak kesulitan apa lagi sepatu itu memiliki tali yang harus di ikatkan di pergeralangan kaki nya. Namun tiba tiba Alan berlutut di depan Melissa dan ia menarik kaki Melissa berpijak di atas paha nya.


Melissa tercengang...


Bahkan ia menahan nafas menerima perlakuan Alan yang tak pernah ia bayangkan itu, Melissa ingin menolak namun entah kenapa ia merasa tak bisa bergerak.


Sementara Alan, kini ia membantu mengikat tali sepatu itu di pergeralangan kaki Melissa dan kemudian Alan mengelus nya dengan sangat lembut.


Bohong jika Melissa mengatakan ia tak menyukai apa yang Alan lakukan, apa lagi sekarang Alan memakaikan sepatu yang satu nya lagi dengan cara yang sama.


"Sepatu ini sangat cocok di kaki kamu, Sugar" kata Alan setengah mengerang yang langsung mengembalikan kesadaran Melissa.


"Iya lah, memang kamu tidak lihat betapa putih nya kaki aku?" tanya Melissa ketus "Pasti cocok pakai apa saja..." lanjut nya dan ia pun berdiri untuk mencoba berjalan menggunakan sepatu itu namun baru saja hendak melangkah, Melissa sudah keseleo dan hampir saja ia terjerembab ke lantai seandainya Alan tidak dengan sigap menangkap tubuh Melissa.


"Sepertinya di film film kan?" goda Alan dan sekali lagi ia mengedipkan mata nya pada Melissa membuat Melissa merasa kesal dan ia langsung mendorong Alan yang merengkuh nya.


"Iya, cara mu mendekati ku seperti di film film, basi!!!" tukas Melissa tepat di depan wajah Alan, membuat Alan meringis namun kemudian ia terkekeh.


Semakin Melissa menolak, justru ia semakin merasa tertantang untuk menaklukan Melissa.


.........


Sementara itu, Max di bawa ke salon oleh Ghiea dan sekalian Ghiea ingin melakukan perawatan.


Mereka memasuki salon dan seketika semua orang langsung menatap Xavier dengan tatapan yang memuja, Xavier sudah di kenal banyak orang sebagai pewaris Anson's Group dan sekarang ia semakin di kenal karena kisah cinta nya yang menjadi kekuatan besar di pesta ulang tahun nya. Apa lagi dengan ada nya media, berita apapun akan dengan mudah tesebar dan tak akan pernah di lupakan karena jejak nya takkan pernah hilang.


Meraka bertiga langsung di sambut hangat dan persilahkan masuk ke sebuah ruangan VIP, sebenarnya yang akan di perlakukan istimewa itu hanya beberapa tamu khusus dan mereka harus membuat janji terlebih dahulu, namun khusus keluarga Anson's mereka bisa langsung memberikan pelayanannya terbaik mereka.


"Apa saja yang akan kita lakukan di sini selain memotong rambut, Sweetheart?" tanya Xavier yang memang tidak pernah melakukan apapun di salon selain memotong rambut.


"Iya, Ghe. Aku gugup" kata Max yang memang juga tak pernah ke salon kecuali untuk memotong rambut nya, itu pun hanya sesekali karena Mommy nya bisa memotong rambut Max dengan baik.


"Tidak usah gugup, pokoknya kamu nikmati saja perawatan mu, okey?" ujar Ghiea.


.........


Keesokan harinya...


Nyonya Leona tercengang saat melihat Max turun dari tangga, bahkan ia menatap Max tanpa berkedip sedikitpun dengan mulut yang menganga lebar.


Max memakai sepatu hitam, celana abu abu dan yang di paduan dengan kemeja warna merah maroon yang kemarin di pilihkan oleh Ghiea. Rambut yang biasa nya rapi, licin, kini sudah tidak lagi. Rambut Max di potong lebih pendek dan kini rambut nya itu tertata gaya messy dan tak ada lagi kaca mata yang bertengger di atas hidung Max. Bukan hanya itu, rambut Max juga di cat sedikit pirang dan sekarang ia terlihat seperti bule menggoda.


"Max..." Nyonya Leona tentu sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat nya "Ada apa, Max? Kenapa penampilan mu jadi berantakan begini?" tanya Nyonya Leona yang tak menyambut perubahan Max.


"Mom, kata Ghiea ini sangat bagus..." seru Max sambil tersenyum lebar.


"Mom, Please!!! Jangan tapi tapi, nanti aku tidak percaya diri dengan penampilan ku, Mom" kata Max merengek.


"Jadi benar apa yang Ghiea katakan?" tanya Nyonya Leona kemudian "Kamu jatuh cinta?" Mommy nya menatap Max dengan begitu serius, dan dengan malu malu Max menganggukan kepala nya.


"Oh, putra ku sudah dewasa rupa nya..." Nyonya Leona mencubit pipi Max dengan gemas "Sudah jatuh cinta, hm? Pada Lady Diana?" tanya nya lagi dan Max kembali mengangguk malu, membuat Nyonya Leona merasa gemas dengan tingkah putra bungsu nya itu.


Tak lama kemudian terdengar suara klakson dari luar, kemudian terdengar suara Xavier yang memanggil Max.


"Max..."


"Sudah siapa belum?"


Nyonya Leona dan Max keluar untuk menyambut Xavier, dan Xavier berpenampilan seperti biasa nya. Tampak sangat gagah dan tampan dengan setelan jas formal nya dan rambut yang tertata rapi namun tidak klimis seperti rambut Max.


Ada Ghiea juga di sana, dan seperti biasa wanita itu terlihat sangat cantik dengan penampilan formal nya namun sama seperti Max, gaya rambut Ghiea sekarang berbeda, yang biasa nya di lurus atau di ikat ala ekor kuda. Namun sekarang rambut Ghiea di buat ikal dan di cat warna abu abu.


"Selamat pagi, Mom..." sapa Ghiea dan ia mencium pipi kanan kiri Ibu mertua nya itu.


"Selamat pagi, Dear" Ibu mertua nya memegang ujung rambut Ghiea sambil tersenyum simpul "Mom suka gaya rambut baru mu, lebih fresh, cantik dan menarik" puji nya.


"Ini pilihan Xavier, Mom" kata Ghiea sambil melirik Xavier yang tersenyum bangga namun mendengar jawaban Ghiea, Nyonya Leona justru tampak cemas dan ia langsung kembali menatap Ghiea.


"Kamu suka dengan gaya baru mu ini? Kamu merasa nyaman?" tanya Nyonya Leona "Jangan sampai Xavier memaksa mu melakukan apapun yang tidak membuat mu nyaman" tegas Nyonya Leona sambil melirik Xavier dari ekor mata nya.


"Tidak, Mom. Xavier tidak memaksa ku. Aku juga suka, aku merasa seperti lebih seksi" kata Ghiea sambil terkekeh yang membuat Nyonya Leona juga terkekeh.


"Baiklah, Mom. Kita harus ke kantor sekarang" kata Max kemudian.


"Tunggu, Max belum meminum susu nya..." kata Nyonya Leona yang membuat Xavier geleng geleng kepala.


....


Pagi ini terasa berbeda bagi Diana dan Melissa, bukan karena apa. Melainkan karena outfit yang mereka kenakan adalah barang barang branded dan yang pasti mahal, itu membuat mereka merasa percaya diri meskipun mereka mendapatkan barang itu karena di borong Xavier dan bukan nya mampu membeli nya sendiri.


Saat memasuki kantor, Diana berpapasan dengan Selena dan itu langsung meruntuhkan mood Diana pagi ini.


Diana pun bergegas ke meja kerja nya dengan wajah yang cemberut.


Sementara di luar kantor...


Semua mata karyawan sedang tertuju pada sebuah mobil sport berwarna merah yang berhenti di depan kantor dan kemudian sang pengemudi keluar dari mobil itu yang membuat mata mata itu terbelalak.


"MAX????"