
Xavier segera pergi ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar kalau sang Nenek di rawat di rumah sakit, dan ia langsung menuju ruang rawat sang Nenek.
Xavier mengintip dari kaca pintu dan ia melihat seorang Dokter sedang menangani Granny Kelly di dalam sana.
Ada sedikit rasa khawatir dalam diri Xavier karena bagaimana pun juga dia adalah Nenek nya, Ibu dari sang ayah. Namun mengingat semua kejahatan kejahatan nya, Xavier kembali merasa marah. Karena keserakahan nya, Xavier tak pernah bisa merasakan bagaimana rasa nya punya orang tua lengkap, punya keluarga yang harmonis. Sang Mama harus kehilangan suami tercinta nya, dan sang ayah harus merasakan sakit karena mengira istri dan sahabat nya mengkhianati nya.
Tak sampai di sana kejahatan sang nenek, Ghiea dan Mama nya juga kena imbas nya dan jangan lupakan janin yang ada dalam kandungan Ghiea yang juga harus bisa Xavier ikhlas kan.
"Kenapa kamu tidak mati saja?" desis Xavier dengan mata yang sudah memerah, ia hendak pergi namun Dokter yang menangani Nenek nya keluar dan memanggil Xavier. Ada dua polisi wanita juga di sana yang mengawasi Granny Kelly.
"Bagaiamana keadaan nya, Dok?" tanya Xavier memasang wajah dingin nya "Apa dia masih bisa bertahan hidup lebih lama?" tanya Xavier lagi dan Dokter itu pun tersenyum.
"Anda jangan khawatir, Pak. Nenek anda tidak apa apa, dia hanya dehidrasi dan tertekan" kata sang Dokter yang ia kira memberikan jawaban yang menguatkan Xavier namun nyata nya jawaban baik seperti itu tidak di harapkan oleh Xavier.
"Apa dia tidak mengidap penyakit apa gitu? Stroke misalnya? Darah tinggi? Kencing manis? Atau apa yang biasa di alami para lansia?" sang Dokter tentu merasa heran dan bahkan melongo mendengar pertanyaan Xavier yang justru seperti harapan itu.
"Emmm syukur lah beliau memang Nenek Nenek yang sehat dan kuat, Pak. Nenek mu pahlawan mu, Pak" kata Dokter itu sambil tersenyum kaku karena raut wajah Xavier tampak menyeramkan saat ia mengatakan kalimat terkahir nya.
"Apa kau tidak baca koran? Menonton tv? Atau membaca artikel di Internet?" tanya Xavier kemudian bahkan ia mencondongkan tubuh nya ke tubuh sang Dokter membuat Dokter itu langsung melangkah mundur dan menggeleng.
"Saya jarang melakukan itu,.... Pak" jawab nya gugup.
"Jadi kamu tidak tahu siapa aku?" seru Xavier lagi.
"Ta... Tahu, Pak. Pak Alexavier Anson" jawab sang Dokter gugup.
"Kamu tidak tahu berita terbaru?" si Dokter menggeleng namun kemudian mengangguk "Yang benar yang mana?" bentak Xavier yang membuat Si Dokter terkesiap.
"Saya hanya mendengar berita anda dari gosip istri saya, Pak. Jadi saya tidak tahu detail nya" jawab nya gelagapan.
"Nenek ku bukan pahlawan ku, justru dia berperan sebagai penjahat dalam kisah ku" desai Xavier kemudian "Karena itu lah, cepat sembuhkan dia dan kembalikan dia ke penjara" tukas Xavier dan ia pun bergegas pergi meninggalkan si Dokter yang masih tercengang.
..........
Max bekerja seperti biasa, namun kali ini ia tidak selalu fokus pada laptop nya maupun pada beberapa berkas yang di berikan sang Sekretaris. Max sesekali mengambil ponsel nya, kemudian saling berbalas pesan dengan Diana.
Penampilan Max hari ini berubah lagi, ia kembali memakai kaca mata nya dan berpakaian seperti siapa Max yang asli. Satu satu nya yang tak kembali adalah rambut klimis nya, karena Max sendiri juga suka dengan gaya rambut nya yang sekarang meskipun terkadang sang Mommy masih mengatakan kalau Max terlihat berantakan.
Me
"Nanti pas makan siang, kita ketemuan yuk, aku sudah kangen sama kamu, Baby"
Setelah mengirim pesan itu, Max meletakkan kembali ponsel nya di atas meja dan ia kembali membaca berkas yang sedang di pelajari nya.
Ting...
Max menyingkirkan berkas itu dan mengambil ponsel nya kembali setelah ia mendengar suara notifikasi. Bibir Max langsung tersenyum lebar setelah membaca pesan dari My Baby nya itu.
^^^My Baby^^^
^^^"Iya, aku juga kangen"^^^
"Yes!!!!" pekik Max senang dan bersamaan dengan itu Nyonya Selena masuk ke ruangan nya dengan membawa kopi susu seperti biasa. Nyonya Selena mengernyit bingung melihat tingkah Max yang benar benar terlihat aneh sejak kemarin, bahkan putra sahabat nya itu tak pernah berhenti tersenyum sampai pulang kantor.
"Sir, Kopi susu nya" kata Nyonya Selena.
"Terima kasih, Tante" kata Na, and tanpa sedikit pun menoleh pada Nyonya Selena.
Me
"Kalau nanti aku cium kamu, boleh tidak?"
Max menunggu balasan dari sang pacar dengan tidak sabar, ia menggoyang goyangkan kaki nya sembari mengetuk ngetukan jari nya di meja. Ia penasaran dengan jawaban sang pacar, karena Max benar benar merasa ingin mencium nya. Rasa nya aneh, seperti ada yang menggebu gebu dalam diri nya setiap kali memikirkan bibir nya akan bertemu bibir seksi Diana.
.........
Sementara itu, Diana tidak tahu harus menjawab pertanyaan Max seperti apa.
Kenapa memikirkan nya saja membuat pipi Diana terasa panas dan bibir nya seperti berkedut, darah nya berdesir hangat dan dada nya berdebar hebat. Bahkan seperti ada gelungan ombak di perut nya setiap kali ia membayangkan akan berciuman dengan Max.
Diana menunduk pada ponsel nya dan beberapa kali sudah menuliskan jawaban nya namun kemudian Diana menghapus nya. Hingga ia pun memutuskan satu jawaban terakhir.
Me
"Boleh, Baby"
.........
"Horeee!!!!"
Di ruang kerja nya, Max bersorak girang setelah membaca pesan Diana. Bahkan ia sampai lupa kalau ada Nyonya Selena di sana dan saat ini ia memperhatikan Max setelah kening yang berkerut dalam.
"Asyik... Dapat lagi deh..." Max masih tampa girang hingga ia menyadari masih ada Nyonya Selena di sana.
"Eh, Tante. Masih ada di sini?" kata Max cengengesan.
"Dapat lotre, Sir?" tanya Nyonya Selena sambil menahan senyum, Max tak bisa menjawab nya dan ia hanya senyum senyum sendiri.
"Sepertinya anda sangat bahagia..." kata Nyonya Selena lagi.
"Hmmm itu karena... Ha ha..." tiba tiba Max meniupkan tangan nya ke telapak tangan nya, ia harus memastikan mulut nya tidak bau karena ia tak mau sang pacar ilfeel pada nya.
"Em, Tante. Punya permen mint?" tanya Max dan tentu sang sekretaris menggeleng.
"Hem, ya sudah biar aku beli saja" kata Max dan ia sudah hendak berdiri dari kursi nya namun Nyonya Selena meminta nya kembali duduk.
"Sir, anda itu bos. Jadi kalau anda ingin sesuatu anda tinggal memerintah" kata Nyonya Selena "Jadi sebaiknya anda tunggu di sini biar saya suruh seseorang membelikan permen mint untuk anda" kata Nyonya Selena yang tentu saja membuat Max semakin senang.
"Jadi tidak sabar menunggu jam makan siang"
......PROMO......
Hai, SkySal punya novel keren neh, gk kalah keren dari kisah tiga pasangan di sini lho.
Judul : Beautiful Affair
Rate : 20+
Sinopsis
Menjadi istri Daniel Agra, seorang billionaire, muda, dan tampan, tidak membuat Ananiya Alira bahagia, apalagi di balik wajah bak malaikat sang suami tersembunyi sifat iblis yang membuat Alira ketakutan.
Di balik senyum Alira terdapat air mata yang tertahan.
Di balik make up cantiknya tersembunyi luka akibat pukulan sang suami.
Alira yang seorang yatim piatu mencoba mempertahankan pernikahannya karena hanya Daniel yang ia miliki, dengan harapan Daniel akan berubah.
Namun kehadiran adik tiri Daniel yang bernama Ryan Reiner mengubah cerita hidup Alira.
Saat Ryan hadir sebagai seseorang yang menghapus air mata Alira saat ia sedih, mengobati lukanya saat Daniel memukulnya, bahkan perlahan Ryan mengisi hatinya.
Alira jatuh cinta pada Ryan, namun ternyata Ryan hanyalah seorang playboy yang akan bersenang-senang dengan semua wanita dan ia tak percaya pada sebuah hubungan.
Akankah Alira memperjuangkan cintanya pada Ryan dan meninggalkan Daniel?
Akankah seorang playboy seperti Ryan membalas cinta Alira yang merupakan kakak iparnya?
Dan bagaimana jika Daniel mengetahui bahwa sang istri telah mencintai adik tirinya?
...Penasaran? ...