
Sesampainya di rumah sakit, Ghiea dan Nyonya Leona langsung menuju ruang rawat Granny Kelly. Di depan kamar, sudah ada dua polisi wanita yang berjaga.
"Selamat siang, Nyonya..." sapa polisi itu pada Nyonya Leona dan pada Ghiea.
"Apa dia masih sakit?" tanya Ghiea.
"Dokter bilang dia harus di infus, dia kekurangan cairan" jawab polisi itu.
"Kami mau masuk..." kata Nyonya Leona dan polisi itu mempersilahkan Nyonya Leona dan Ghiea masuk.
"Kalian..." lirih Granny Kelly yang melihat mantan menantu nya dan istri cucu nya itu itu.
"Halo, mantan Mama mertua..." sapa Nyonya Leona dan ia menatap sinis Nenek yang sedang terbaring lemas dengan jarum infus di tangan kiri nya itu.
"Apa kabar?" tanya nya namun Granny Kelly membuang pandangan nya dengan sinis, membuat Nyonya Leona tersenyum miring.
Ia berdiri di samping Nyonya Leona dan mencengkram pipi Granny Kelly yang keriput itu dan memaksa Granny Kelly menatap nya.
"Jangan menyentuh ku..." desis Granny Kelly.
"Lihat sekarang kami, Mantan Mama mertua. Kami bahagia dengan hidup kami, kami mendapatkan kembali kebahagiaan kami dan kamu, sedangkan kamu sudah waktu nya mendapatkan balasan dari apa yang kamu lakukan" ucap nya panjang lebar dan Granny Kelly terlihat sangat marah pada Nyonya Leona yang begitu lancang pada nya.
Sementara Ghiea masih diam dan memperhatikan kedua wanita yang jauh lebih tua dari nya itu
"Kenapa kamu menatap ku begitu, anak pel4cur?" desis Granyy Kelly yang langsung membuat hati Ghiea terkesiap.
"Jaga bicara mu!" tegas Nyonya Leona pada Granny Kelly.
"Memang itu kenyataan nya, wanita ini anak dari psk. Aku tidak mengerti apa yang ada dalam otak mu sampai mau mempunyai menantu anak dari psk" tukas Granny Kelly yang membuat hati Ghiea seperti di remas namun ia mencoba tak memperlihatkan sakit hati nya.
"Lalu apa beda nya dengan mu, Granny?" tanya Ghiea kemudian "Kamu sendiri hamil di luar, punya anak dan menyembunyikan anak mu. Mendekati pria kaya untuk merubah hidup mu. Kamu menjual Clara pada Xavier, menjual kehidupan ayah Xavier demi kepuasan mu sendiri. Lalu apa kamu adalah wanita terhomat?" pertanyaan Ghiea tentu begitu menohok bagi Granny Kelly apa lagi selama ini ia fikir tak ada yang tahu masa lalu nya namun Ghiea tahu segala nya.
" Kamu memandang kami rendah dan tidak pantas untuk putra mu dan cucu mu hanya karena kami berasal dari keluarga biasa, lalu apa kabar dengan mu yang awal nya juga wanita biasa? Kamu di hormati hanya karena menyandang nama dari keluarga kaya tapi itu hanya sebuah nama. Kehormatan yang sebenar nya ada dalam pribadi mu, pemikiran mu dan sikap mu. Pribadi mu begitu buruk, pemikiran mu picik, sikap memalukan" tukas Ghiea dengan berani dan Granny Kelly tentu sangat marah, harga dirinya di cabik cabik oleh wanita kemarin sore ini. Sementara Nyonya Leona juga tercengang karena tak menyangka Ghiea bisa seberani ini padahal sejak tadi ia hanya diam.
"Ayo, Mom. Kita pulang..." seru Ghiea sembari menarik Ibu mertua nya keluar dari ruang rawat si Mbah