
Pagi ini Alan sudah berada di kantor nya, namun wajah pria itu tidak terlihat baik baik saja. Ia seperti bapak-bapak yang memikirkan tumpukan hutang di rentenir, beberapa kali ia menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskan nya perlahan.
Alan terus terbayang dengan wajah Melissa, dan setiap kata kata yang di ucapkan wanita itu terus terngiang di telinga Alan. Ada banyak hal yang Alan pelajari dari Melissa, hal hal mudah yang seharus nya Alan fahami sejak dulu. Namun, sejak apa yang telah di lakukan Mama nya, Alan seperti menutup semua hal positif tentang wanita. Saat Alan masih kecil, Ayah nya mengalami kebangkrutan dan saat itulah Mama nya menuntut cerai, kemudian menikah dengan pria kaya lain nya.
"Mungkin Melissa benar, tidak semua wanita seperti itu. Contoh nya Ghiea, suami nya kaya tapi Ghiea biasa saja. Padahal dia gadis miskin dulu " gumam Alan.
"Lalu, jika Ghiea wanita baik dan Melissa adalah sahabat Ghiea. Apakah arti nya Melissa juga wanita baik?" Alan mengetuk-ngetukan pencil nya ke meja sembari memikirkan hubungan nya dan Melissa. Apalagi, tak lama lagi hubungan mereka akan berakhir.
"Kenapa rasa nya aku tidak rela ya? Seharus nya aku kan senang, kalau aku putus sama Melissa itu arti nya aku bisa kembali pada kehidupan ku yang dulu" gumam Alan lagi, ia sungguh merasa dilema saat ini.
...
Di sisi lain, Melissa pun tampak merasa dilema. Ia hanya duduk di kursi nya dan berputar-putar begitu saja sejak 30 menit yang lalu, membuat Diana yang melihat nya menjadi pusing sendiri.
"Pusing aku, Mel. Berhenti dong, pekerjaan mu numpuk lho. Awas di marahi pak manager" tukas Diana akhir nya yang sudah merasa tak tahan dengan tingkah sahabat nya.
"Kamu kenapa sih, huh? Datang bulan?" tanya Diana lagi.
"Entahlah, Di. Aku kefikiran sama Alan" jawab Melissa lirih yang tentu saja membuat Diana langsung menganga lebar.
"Kenapa? Kalian sudah saling jatuh cinta? Atau kalian sudah tidur?"
"Mulut mu, Diana" geram Melissa kesal "Bukan itu, cuma aku merasa bersalah sama Alan" tukas Melissa dan sekarang ia pun duduk dengan tenang di kursi nya.
"Memang nya kamu apain dia?" tanya Diana penasaran.
"Aku rasa aku keterlaluan ngerjain dia nya, dari hapus semua kontak wanita di ponsel nya. Terus bawa dia jalan jalan sampai beli jajanan pinggir jalan, atur dia ini itu. Dia pasti jengah deh sama sikap aku, pasti merasa di kekang" tukas Melissa dengan raut wajah yang sendu. Sementara Diana justru menahan senyum mendengar penuturan sahabat nya itu.
"Kamu takut Alan jengah sama kamu, Mel?" tanya Diana dan Melissa pun mengangguk lemah.
"Takut dia merasa di kekang juga?" lagi lagi Melissa mengangguk.
"Kamu bicara apa sih, Di? aku sama Alan itu kan cuma pacaran selama sebulan, aku ingin membuat dia sadar kalau tidak semua wanita membutuhkan uang nya" tukas Melissa.
"Iya, aku tahu. Kalau begitu seharus nya kamu tidak masalah dong kalau Alan jengah sama kamu? Kan Bagaiamana pun juga kalian akan putus"
"Putus?" lirih Melissa dan entah mengapa hati nya seperti di cubit mendengar kata putus.
...πππ...
...π Ada yang masih belum mampir ke karya baru SkySal yang berjudul A DREAMER dan Lentera Don Gabriel Emerson?...
...Atau ada yang masih baca diam diam tanpa meninggalkan jejak? Like, comment, gift, vote. Sangat Sky harapkan dari pembaca Sky. Dan terima kasih banyak yang sudah mengikuti karya Sky sampai di sini. Love you all ππ...
Oh ya, mampir juga di cerita SkySal yang berjudul My Sexy Enemy.
*Sinopsis
Demi menghancurkan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, Varian Castanov (28) menyamar menjadiΒ bodyguard pribadi putri musuhnya, yaitu Chiara Lucrezia (23, seorang gadis yang cantik dan polos.
Keduanya tinggal bersama, dan hal itupun membuat benih-benih cinta di antara keduanya tumbuh begitu saja. Varian mencoba menutupi rasa cinta itu namun tidak dengan Chiara yang tidak tahu siapa Varian, ia terus mengungkapkan cintanya pada Varian hingga Varian luluh. Membuat hati Varian mulai bimbang, di satu sisi ia harus membunuh ayah Chiara demi membalaskan kematian orang tuanya. Namun di sisi lain, ia sangat mencintai Chiara yang polos dan tidak tahu apa-apa.
Akankah misi balas dendam Varian tetap berjalan demi orang tuanya?
Ataukah misi itu terhenti demi cintanya*?
Penasaran?