
"Tunggu..." teriak Granny Kelly yg membuat Ghiea meringis, ia menutup wajah nya dengan tas selempang nya dan segera berlari cepat namun Granny Kelly mengejar nya.
"Hey, tunggu..." ia kembali berteriak bahkan kini ia sudah menarik tangan Ghiea sehingga membuat langkah Ghiea terhenti. Granny Kelly menyentak tangan Ghiea hingga Ghiea kini berhadapan dengan nya.
"Kamu..." Granny Kelly menatap Ghiea penuh selidik, ada perubahan yg signifikan dari tubuh wanita ini sejak 5 tahun yg lalu terkahir kali ia melihat nya.
"Maaf, Nyonya. Saya buru buru..." ucap Ghiea berharap Nenek nya Xavier itu tidak mengetahui identitas diri nya yg sebagai selingkuhan Xavier. Ah, memikirkan tentang selingkuhan membuat Ghiea merasa begitu rendah.
"Kamu Ghiea, kan?" tanya nya dan Ghiea menggeleng dengan cepat.
"Saya Noni, Nyonya. Permisi ya..." Ghiea langsung lari terbirit birit menghindari Nenek Xavier.
Ia segera menghentikan taksi dan langsung masuk ke dalam nya, Ghiea bahkan tidak jadi belanja dan yg ia fikirkan saat ini adalah bersembunyi dari Nyonya besar Anson itu.
..........
Granny Kelly menghubungi seseorang dan memerintahkan nya untuk menemukan wanita yang bernama Ghiea.
Clara yg mendengar itu pun langsung menghampiri Nenek nya itu.
"Kenapa mencari Ghiea, Granny?" tanya nya.
"Tidak apa apa" jawab Granny Kelly dingin, berputar kembali dalam benak nya kejadian 5 tahun yg lalu. Dimana dia berjuang keras mendapatkan cucu nya kembali dan menyingkirkan Ghiea dari hidup nya.
"Tunggu..." ujar Granny saat ia menyadari sesuatu "Kamu kenal dengan Ghiea?" tanya nya dan Clara langsung mengangguk dan menampilkan wajah dingin nya.
"Ghiea itu selingkuhan Xavier dan salah satu karyawan di perusahaan Xavier" tukas Clara yg membuat Nenek nya sangat terkejut.
Ia memutar otak nya menemukan jawaban dari teka teki ini, jika Ghiea selingkuhan Xavier adalah Ghiea istri Xavier maka itu artinya?
"Apa kau punya foto nya?" tanya Granny Kelly dan Clara menggeleng sambil cemberut.
"Untuk apa aku menyimpan foto wanita murahan itu..." gerutu nya.
"Biodata nya pasti ada di perusahaan, bukan?" tanya nya lagi.
"Seharusnya sih ada.." jawab Clara.
"Cepat suruh orang mengumpulkan semua informasi tentang nya!!!" titah nya tegas.
Clara pun langsung melakukan perintah Nenek nya itu, namun setelah hampir satu jam menunggu, informasi yg mereka dapatkan tidak berarti apa apa. Karena di sana hanya ada biodata simple Ghiea dan alamat nya, itu saja.
"Ini semakin mencurigakan" gumam nenek itu, karena seperti nya informasi tentang Ghiea sengaja di sembunyi kan dan tidak ada yg bisa melakukan itu kecuali Xavier.
.........
Xavier yg baru saja sampai di apartement Ghiea langsung di sambut dengan tatapan tajam Ghiea sambil berkacak pinggang.
"Tadi aku ketemu Nenek mu..." Jawab Ghiea cemberut yg membuat Xavier langsung melotot terkejut.
"Apa?" pekik nya.
"Xavier, aku mohon sekali, tolong tinggalkan aku ya... Rasa nya aku benar benar sangat lelah jadi selingkuhan mu" rengek Ghiea.
"Ghiea sayang..." Xavier mendekati Ghiea dan membelai pipi nya dengan lembut "Kamu bicara apa sih? Kamu bukan selingkuhan ku, kamu tahu aku mencintaimu, ya kan..." ucap nya lembut meskipun saat ini jantung nya berdebar hebat setelah mendengar apa yg di katakan Ghiea.
"Apa Nenek mengatakan sesuatu?" tanya Xavier kemudian dan Ghiea menggeleng masih dengan wajah yg memberengut.
"Apa dia mengenali mu?" tanya Xavier lagi dan ia menunggu jawaban Ghiea dengan gugup. Ghiea mengangguk pelan dan seketika Xavier merasa begitu lemas, ia menghembuskan nafas berat nya.
Tidak, ini masih dua minggu lagi dan Xavier tidak bisa membiarkan nenek nya menemukan Ghiea begitu saja.
"Terus? Apa dia tidak mengatakan apapun?" tanya Xavier lagi panik.
"Tuh kan panik, maka nya jangan selingkuh dong..." cetus Ghiea kesal.
"Sweetheart, aku..." ucapan Xavier terpotong saat dering ponsel dari saku nya terdengar. Xavier merogoh ponsel nya dan tertera nama Clara di layar smartphone nya itu membuat Xavier mengernyitkan kening nya karena tak biasanya Clara menghubungi nya.
"Istri sah?" tanya Ghiea ketus seolah cemburu "Huf, aku benar benar seperti selingkuhan sekarang" ucap nya dan ia bergegas ke kamar nya. Xavier membiarkan Ghiea pergi sementar ia menjawab panggilan dari Clara.
"Ada apa?" ketus nya.
"Tidak apa apa, aku hanya ingin tahu apa kamu masih di rumah wanita murahan itu?" Xavier tentu langsung menggeram marah mendengar apa yang di katakan oleh Clara tentang Ghiea.
"Tentu saja, di rumah wanita murahan yg sangat berharga bagi ku" jawab Xavier dan ia langsung memutuskan sambungan telpon istri nya itu.
Setelah itu, Xavier mengirim pesan pada seseorang dan meminta nya menyiapkan sebuah apartement baru untuk Ghiea.
"Sialan, gara gara Nenek tua itu aku jadi harus main kucing kucingan" gerutu Xavier.
Xavier menyusul Ghiea ke kamar nya dan ia mendapati Ghiea yg sedang rebahan di kasur dan seperti nya ia sedang memainkan game di ponsel nya.
"Dia seperti tidak memiliki beban apapun setelah bertemu dengan pembunuh ibu nya" gumam Xavier antara sedih dan lega. Sedih karena Ghiea benar benar tak ingat apapun namun lega karena itu jauh lebih baik untuk mental Ghiea.
"Sweetheart, siap siap ya. Kita akan pindah apartment" kata Xavier dengan enteng nya yg tentu saja membuat Ghiea sangat terkejut.
"Pindah apartement? Kenapa?" tanya nya bingung.
"Ya karena nanti si nenek lampir sama si Clara yg tukang selingkuh itu akan mencari mu kesini, sementara aku harus ke luar kota selama dua hari. Kamu mau di jambak rambut nya sama mereka?" tanya nya yg membuat Ghiea meringis.
"Suami istri sama saja, sama sama tukang selingkuh" geram nya namun hal itu membuat Xavier terkekeh.