My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 57



Kedua mata Xavier menatap mata Ghiea dengan lekat lekat, Ghiea sudah menceritakan semua nya, kenapa Max bisa ada di apartement nya dan bagaimana bisa kemeja Max robek dan tertinggal di kamar Ghiea. Xavier mendengarkan cerita itu dengan seksama dan sama sekali tidak menginterupsi ketika Ghiea bercerita dengan serius.


Sementara Ghiea, saat ia hanya bisa memeluk diri nya sendiri yang terbungkus selimut setelah Xavier mengasihani nya dengan membuka ikatan tangan dan kaki nya.


Ghiea menatap Xavier dengan takut, apa lagi setelah semua nya Ghiea ceritakan, Xavier tidak menampilkan ekspresi apapun seperti robot saja.


"Jadi kamu tidak melakukan **** kan dengan Max?" tanya Xavier dengan frontal nya dan ekspresi nya masih sama. Ghiea tentu dengan cepat langsung menggeleng gelengkan kepala nya.


"Aku, Melissa, dan Dino hanya mengintip dari kamar mandi. Kami bahkan melihat saat Diana merobek kemeja Max, karena Clara dan Nenek mu sudah masuk, sementara Max hanya diam saja. Jadi mungkin Diana greget sama Max yang tidak bisa bekerja cepat" cicit Ghiea


"Terus?" tanya Xavier lagi, padahal Ghiea sudah menceritakan semua nya tadi secara detail, tapi seperti nya Xavier tidak merasa puas dengan cerita itu.


"Ya terus aku tidak tahu apa yang mereka lakukan di luar sana, tapi aku dengar pembicaraan mereka, Max dan Diana berpura pura menjadi pemilik apartement dan mengusir mereka. Bahkan mengancam meraka akan melaporkan ke polisi karena sudah mengganggu privasi mereka" tutur Ghiea lagi dan Xavier mengangguk anggukan kepala nya.


"Terus?" tanya Xavier lagi yang membuat Diana menghela nafas berat.


"Ya setelah Clara dan Nenek mu pergi, aku, Melissa dan Dino keluar. Dan mungkin Max gugup, jadi dia pergi cuma mengenakan boxer dan sepatu nya saja" kata Ghiea namun kemudian ia menyadari sesuatu, pupil mata nya membesar dan ia langsung duduk tegak.


"Eh tunggu..." seru nya dan kini ia menampilkan raut wajah bingung "Dino mengajak Max keluar dan kata nya biar Max pakai baju Dino saja, memang nya Dino tinggal di gedung apartement ini juga? Terus apa Max tidak malu ya, keluar cuma memakai boxer dan sepatu..." tutur nya kemudian


"Dan sepatu?"tanya Xavier memastikan dan Ghiea mengangguk, karena seingat nya, Max masih memakai sepatu nya dan tiba tiba Xavier terkekeh.


"Jadi Max masih memakai sepatu dan kaos kaki yang lengkap?" tanya Xavier lagi, Ghiea ikutan terkekeh karena setelah di ingat ingat itu sangat konyol.


"Bodoh sekali Clara dan Granny percaya pada akting mereka, mana ada pria habis bercinta masih memakai sepatu nya. Kalau wanita masih masuk akal, apa lagi wanita itu memang semakin seksi dan menggairahkan saat telanjang di atas ranjang tapi masih memakai sepatu hak tinggi" kata Xavier masih terkekeh, dan kali ini Ghiea yang langsung memasang wajah dingin nya dan menatap Xavier dengan tajam.


"Dasar mesum..." desis Ghiea.


Kemudian Xavier kembali terdiam saat ia menyadari satu hal, Ghiea yang tak mematuhi perintah nya agar tak pergi kemana pun. Apa lagi Xavier tidak tahu dari mana Clara bisa mengetahui apartement nya. Tatapan Xavier kembali tajam dan tentu nyali Ghiea kembali menciut saat mendapatkan tatapan seperti itu.


Ghiea bahkan lupa dengan pertanyaan Max di bawa kemana oleh Dino.


"Kau ingatkan?" kini Xavier membuka percakapan dengan tatapan yang masih sangat dingin namun tak menampilkan reaksi apapun di wajah nya.


"I... Ingat apa?" tanya Ghiea yang masih merasa gugup karena di tatap seperti itu. Padahal tadi suasana nya sudah sedikit mencair.


"Aku bilang jangan kemana mana..." seru Xavier kemudian dan perlahan tatapan takut Ghiea berubah sendu marah, kesal.


"Itu memang milik mu" kata Xavier dengan enteng nya yang membuat kedua mata Ghiea langsung terbuka lebar.


"Bagaiamana bisa? Sebenarnya siapa kamu?" tanya Ghiea antara kesal dan penasaran.


"Jadi Max dan Diana berhasil mengusir Clara dengan ide konyol Dino?" tanya Xavier yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan sebelum nya, dan tentu Ghiea menyadari kalau Xavier dengan sengaja menghindari topik pembicaraan mereka.


"Tuh kan, kamu selalu seperti itu..." tukas Ghiea marah "Kenapa tidak jujur saja, sebenarnya apa hubungan kita dulu? Apartement ini atas nama ku, di dokumen kepemilikan nya ada tanda tangan ku dan aku tidak ingat menandatangani dokument itu. Terus ada lemari di situ..." Ghiea menunjuk lemari besar itu dengan dagu nya "Penuh dengan barang barang gadis remaja, adapakaian dallam nya juga" tukas nya.


Xavier terdiam, ia merasa lelah karena terus berbohong dan Xavier juga merasa kasihan pada Ghiea yang semakin hari, masa lalu nya seolah semakin dekat pada ingatan nya.


"Aku akan ceritakan semua nya..." lirih Xavier kemudian "Tapi aku mohon sama kamu, percaya sama aku. Ya..." bujuk nya. Ghiea terdiam, ia menatap kedua mata Xavier penuh selidik, dan tentu ia tak bisa mempercayai Xavier begitu saja.


"Ghiea..." Xavier berkata dengan lembut.


"Ya sudah, ceritakan saja. Nanti aku akan putuskan apakah aku bisa mempercayai cerita mu atau tidak..." kata Ghiea.


"Nanti, sekarang kamu berpakaian dulu ya. Atau aku akan melepaskan pakaian ku dan kita melakukan apa yang menjadi skenario Dino pada Max dan Diana" ujar nya sambil terkekeh namun hal itu membuat Ghiea mendengus.


.........


Plakkkkkk


"Isssh...." Clara meringis sembari memegang pipi kiri nya yang terasa panas dan perih karena lagi lagi mendapatkan tamparan yang sempurna dari sang Nenek.


"Bodoh sekali kamu, Clara..." seru Granny Kelly lantang. Air mata Clara sudah menggenang di pelupuk mata nya, setelah di ingat ingat, ia tidak pernah di perlakukan baik oleh Nenek nya sendiri dan itu membuat nya sakit hati.


"Begitu saja kamu tidak mampu, dan satu hal lagi..." Granny Kelly mengacungkan jari telunjuk nya tepat di depan wajah Clara "Jauhi pria bernama Jamie itu, dia pasti menipu mu" desis nya. Clara hanya mendengarkan dalam diam "Kenapa kamu itu seperti wanita bodoh dan murahan saja, huh?" geram sang Nenek yang membuat Clara semakin sakit hati.


Ia berlari ke kamar nya dengan air mata yang sudah tak dapat ia bendung lagi, Clara menjatuhkan diri nya ke ranjang, menutup wajah nya dengan bantal dan menangis di sana. Entah kenapa hidup nya begitu buruk, bahkan ketika ia mengetahui bahwa diri nya adalah cucu dari Nyonya Kelly Anson, ternyata itu tidak memberi Clara kebahagiaan. Begitu juga dengan menjadi istri pemuda tampan dan sukses seperti Alexavier Anson, Clara seolah tidak memiliki keberuntungan dalam hidup nya.


Clara duduk tegak, ia menghapus air mata nya dan menarik nafas dalam dalam


"Jika memang aku tidak beruntung, akan aku ciptakan keberuntungan ku sendiri" desis nya.