My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 130



"Itu tidak apa apa nya di bandingkan rasa sakit hati ku atas semua penghinaan mu dan juga pembunuhan yang kamu lakukan!!!"


Kata kata Ghiea itu terus saja terdengar di telinga Granny Kelly dan wajah penuh kebencian dan juga kepuasan Ghiea terus saja menarik dalam benak nya meskipun sekarang Ghiea sudah tak ada lagi di hadapan nya.


Granny Kelly mengepalkan tangan nya dengan kuat dengan tatapan penuh amarah yang lurus ke depan.


"Sialan..." geram nya.


Sementara di sisi lain...


Ghiea tersenyum puas setelah mendaratkan tamparan di pipi nenek mertua nya itu. Bukan maksud Ghiea untuk kurang ajar pada nya namun Ghiea benar benar ingin membalas sakit hati nya. Kehilangan Ibu, bayi, bahkan sebagian besar ingatan nya juga hilang karena kelakuan Nenek tua itu.


.........


Max mendatangi Diana ke meja kerja nya untuk memberi tahu secara langsung bahwa ia benar benar akan melamar Diana minggu depan.


"Jadi benaran kamu mau lamar aku minggu depan, Baby?" tanya Diana pada Max antara senang dan ragu.


"Iya, habis itu kita nikah ya" kata Max dengan santai nya.


"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Diana lagi


"Ya tidak, Baby. Kan kita sudah sama sama dewasa. Sudah waktunya menikah, berumah tangga, punya anak" kata Max dengan antusias, mata nya berbinar seolah ia sangat bahagia membayangkan semua itu.


"Kamu bahagia ya?" cicit Diana kemudian.


"Iya dong, kamu kan kebahagiaan ku" jawab Max antusias dan entah mengapa perasaan Diana menghangat mendengar jawaban Max.


"Baiklah, kita akan menikah, berumah tangga dan punya anak" jawab Diana akhirnya.


Sementara Melissa, sejak tadi ia hanya bisa menjadi penonton bisu menyaksikan kelebayan sahabat dan pacar nya itu. Entah apakah meraka lupa bahwa masih ada Melissa di sana atau mereka memang tidak perduli dengan keberadaan nya.


Melissa pun keluar dari ruang kerja nya itu dan di luar ia justru melihat Alan yang melambaikan tangan pada nya sembari melempar senyum manis nya.


"Dia lagi, mau apa lagi coba pacar satu itu..." gumam Melissa.


"Hai, Sugar" sapa Alan setelah ia ada di hadapan Melissa


"Mau apa lagi?" ketus Melissa.


"Hemmm itu..." untuk pertama kalinya, Alan merasa ragu untuk mengutarakan keinginan nya pada seorang wanita. Padahal sebelum nya ia hanya perlu mengedipkan mata nya dan wanita akan tunduk pada nya.


"Apa?" tanya Melissa yang semakin ketus


"Emm tapi kamu jangan marah ya..." cicit Alan


"Tidak usah sok gugup begitu deh, katakan saja mau mu apa" Alan terbelalak karena Melissa tahu diri nya gugup.


"Papa... Maksud ku Daddy, Daddy mau ketemu sama kamu" tukas Alan ragu ragu yang membuat kening Melissa langsung mengkerut.


"Daddy kamu mau ketemu aku? Kenapa?" Pekik Melissa


"Ya karena kamu pacar aku" jawab Alan yang membuat Melissa melotot terkejut.


"Kamu kasih tahu Papa mu tentang hubungan kita?" teriak Melissa kesal, ia bahkan tidak perduli jika ada yang mendengar teriakan nya.


"Bukan, tapi Daddy tahu sendiri..." jawab Alan membela diri.


"Mana mungkin dia tahu sendiri, kamu fikir dia malaikat" hardik Melissa.


"Ya sudah, kalau kamu tidak percaya. Tanya saja sama Daddy nanti malam, aku akan jemput kamu jam 7"