
Sembari bersiul, Alan keluar dari toilet tentu setelah Max dan Diana keluar. Alan melangkah santai menuju ruangan Xavier, tanpa ia sadari, di sana ada betina marah yang sedang menanti nya.
Kedatangan nya ke kantor Xavier hanya untuk berkunjung, dan sekalian ingin kembali melirik Melissa. Namun tadi ia ingin buang air kecil, sehingga ia pun berbalok arah dan pergi ke toilet lebih dulu. Siapa sangka, ternyata benar apa yang di katakan orang, semua yang terjadi pasti ada hikmah nya. Hikmah nya dia ingin buang air kecil adalah mengetahui ternyata Max benar benar jantan.
Alan terkekeh sendiri dengan pemikiran liar nya itu.
Ia membuka pintu ruangan Xavier dan masuk begitu saja sambil masih terkekeh.
Sementara Melissa, Ghiea dan Xavier sudah menunggu dengan tangan yang di lipat di dada dan tatapan nyalang mereka.
Alan yang menyadari hal itu langsung tercengang, ia mematung di ambang pintu dan ia menatap ketiga manusia di depan nya ini secara bergantian dari Xavier, Ghiea, Melissa dan kembali lagi ia menatap Melissa.
Dan tiba tiba senyum miring terbit di bibir nya, tak hanya itu, ia bahkan mengedipkan mata nya pada Melissa membuat Melissa semakin naik darah.
"Alan, Syukurlah kamu datang di waktu yang tepat" kata Xavier memulai percakapan, apa lagi atmosfer di ruangan nya terasa berbeda karena sejak tadi mereka hanya tatap tatapan.
"Ada apa?" tanya Alan dan ia kembali berjalan santai menghampiri ketiga manusia itu yang berdiri berbaris.
"Mumpung kamu di sini, lebih baik kamu berbicara dengan Melissa dan meminta maaf pada nya. Dari pada kamu di laporkan ke polisi" tukas Xavier.
"Minta maaf untuk apa?" tanya Alan bingung yang membuat Melissa langsung memelototi nya "Dan kenapa sampai bawa bawa polisi?"
"Kamu sudah melecehkan ku, sok polos lagi!" pekik Melissa.
"Kapan?" Alan bertanya dengan kening berkerut, pertanda ia benar benar tidak merasa melakukan apa yang di tuduhkan pada nya.
"Masih nanya 'Kapan'?" Melissa memekik kesal "Kemarin, kami amnesia, huh?"
Beda hal nya dengan Xavier, yang justru cengengesan saja. Karena ia sudah tahu kelakuan sahabat nya itu, namun ia tidak menyangka sekarang sahabat nya itu justru menyenggol sahabat istri nya.
"Itu juga pelecehan, dasar pria mesum!!!" teriak Melissa kesal.
"Ghe, lihat sendiri kan betapa mesum nya dia? Sudah, Ghe. Ayo laporin ke polisi, biar jera!!!" tukas Melissa.
"Ayo..." ajak Ghiea.
"Hey, tunggu..." seru Alan menghentikan Melissa yang hendak pergi.
"Memang nya kamu marah? Kamu menganggap itu pelecehan?" tanya Alan dengan polos nya.
"Tentu saja, bodoh!" seru Melissa.
"Lalu, apa ini yang di bicarakan Max dan Diana?" tanya nya lagi yang membuat Melissa mengernyit bingung.
"Maksud nya?" tanya Melissa.
"Tadi Max dan Diana membicarakan tentang pelecehan, menurut Diana. Diana merasa Max juga melecehkan nya, dan..."
"APA????" kini tak hanya Ghiea dan Melissa yang memekik, tapi juga Xavier. Ketiga nya saling pandang dan baru sadar kalau Max dan Diana belum kembali. Alan bahkan langsung menutup kedua telinga nya dengan telapak tangan nya mendengar pekikan ketiga manusia di depan nya ini.
"Dimana mereka?" tanya Xavier dengan wajah yang tampak marah.