My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 124



Ghiea duduk termenung sendirian setelah Ibu mertua nya mengatakan beberapa hal tadi pada nya, Ghiea memang tidak ingat semua kejahatan Granny Kelly tapi terkadang kepingan kepingan ingatan itu muncul dalam benak nya seperti sebuah mimpi. Sedangkan kejahatan Clara? Itu begitu jelas di depan mata Ghiea.


Sementara Nyonya Leona, setelah berusaha mendinginkan perasaan menantu nya, kini saat nya ia berusaha berbicara dengan putra nya. Karena jujur saja, Nyonya Leona juga terkejut saat mengetahui Xavier membebaskan Clara.


"Xavier..." seru Nyonya Leona yang berjalan memasuki kamar Xavier, di sana putra nya itu duduk di tepi ranjang dengan wajah yang begitu sendu.


"Mom, aku... aku tidak bermaksud menyakiti Ghiea" kata Xavier lirih "Aku hanya berfikir mungkin Clara bisa berubah apa lagi ada Jamie yang akan menjaga nya dan mengawasi nya, tapi aku rasa keputusan ku salah"


"Salah mu karena kamu tidak berbicara dengan Ghiea dulu, Xavier. Kami tahu kan betapa benci nya Ghiea sama Clara?" tanya Nyonya Leona dan ia pun duduk di samping putra nya itu.


"Minta maaf lah pada nya, Son. Apa lagi saat ini sedang hamil, dan orang yang hamil itu sensitif sekali"


"Tapi dia benar benar marah, Mom. Dia menuduh ku tidur dengan Clara" lirih Xavier lesu.


"Orang yang cemburu memang tidak bisa berfikir jernih, semua hal negatif ia fikirkan. Karena itu lah, datangi istri mu dan minta maaf lah"


"Dimana dia sekarang?"


"Di halaman samping, dia sedang menangis lho" hati Xavier tercubit mendengar penuturan sang Mommy yang mengatakan istri nya sedang menangis.


"Aku akan kesana sekarang" kata Xavier dan ia pun segera keluar dari kamar nya.


Xavier mendatangi Ghiea dan ia duduk di samping istri tercinta nya itu, Ghiea sudah berhenti menangis dan itu membuat hati Xavier sedikit merasa lebih baik meskipun bibir istri nya itu masih bergetar dan air mata masih membekas di pipi nya.


"Sweetheart..." Xavier berkata dengan begitu lembut, lebih lembut dari sebelum sebelum nya "Aku minta maaf ya, aku tahu aku mengecewakan mu, aku tahu aku salah. Jadi aku mohon maafkan aku ya, istri ku" lirih Xavier namun Ghiea enggan menanggapi nya


"Ghiea, cinta ku..." Xavier menyentuh tangan Ghiea dan Ghiea membiarkan nya saja "Kamu boleh menghukum ku atas kesalahan ku, tapi aku mohon jangan diamkan aku. Dan jika kamu mau, aku bisa mengembalikan Clara ke penjara" tukas Xavier dan akhir nya ia mendapatkan perhatian Ghiea. Istri nya itu menatap Xavier, menelisik wajah suami nya yang juga terlihat sedih.


"Aku mencintai mu, Sweetheart. Lebih dari apapun, dan aku bersumpah aku tidak pernah tidur dengan Clara. Bukti nya saja, kamu ingatkan waktu aku menyentuh mu di apartement mu untuk pertama kali nya? Apa kamu tidak merasakan betapa haus nya aku saat itu? Aku bahkan tidak bisa berhenti sampai membuat mu tidak bisa berjalan, itu karena aku baru berbuka puasa setelah bertahun tahun aku tidak mendapatkan nya" wajah Ghiea yang sembab karena air mata kini merona saat Xavier dengan enteng nya mengingatkan Ghiea pada malam panas itu.


"Beneran?" tanya Ghiea kemudian dan tentu Xavier langsung mengangguk berkali kali.


"Aku juga memang tidak membebaskan Granny karena kejahatan nya benar benar tidak bisa termaafkan. Aku tahu kamu tidak mengingat nya, tapi aku bisa memperlihatkan mu bukti betapa jahat nya dia" kata Xavier lagi yang memburu Ghiea terdiam sejenak dan rasa penasaran akan masa lalu nya kini kembali muncul.


"Aku mau melihat nya" kata Ghiea.


..........


Sementara itu, Alan uring uringan di kamar nya sendirian.


"Alan..." terdengar suara Daddy nya yang mendekati kamar nya, Alan tetap tak beranjak dan ia hanya berguling guling di atas ranjang nya.


"Alan..." pintu kamar nya terbuka dan menampilkan sang ayah yang masih terlihat tampan meskipun dengan rambut yang sudah memutih.


"Tumben kamu ada di rumah jam segini" kata Ayah nya lagi "Pacar kamu posesif ya?" tanya nya yang membuat Alan terkejut dan langsung duduk bersila.


"Kok Daddy tahu aku sudah punya pacar?" tanya Alan heran.


"Daddy kan sudah pernah muda, apa lagi yang membuat anak muda uring uringan kalau bukan masalah asmara" kata nya sambil terkekeh "Pertemukan Daddy dengan nya"


"Tidak, Daddy. Kami hanya akan pacaran selama sebulan" jawab Alan.


"Daddy tidak perduli dengan jangka waktu nya, yang penting status kalian. Jadi pertemukan Daddy dengan nya"


"Tapi, Dad..."


"Besok malam, Alan"