My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 120



"Alan, bagaimana kalau kita pacaran?"


"HUH?" pekik semua orang yang ada di meja makan tanpa terkecuali, kini semua mata tertuju pada Melissa yang justru menyunggingkan senyum termanis nya.


"Kamu gila, Mel?" desis Ghiea setengah berbisik.


"Aku sehat" kata Melissa "Bagaiamana, Alan? Mau pacaran atau langsung tunangan? Tapi jangan menikah dulu ya..." kata Melissa yang membuat Alan melongo.


"Tapi kenapa? Bukan nya kamu lebih baik jomblo seumur hidup dari pada pacaran sama aku?" tanya Alan kemudian.


"Iya sih, tapi sepertinya kamu salah faham tentang wanita. Jadi bagaimana kalau kita pacaran? Aku tidak tertarik dengan uang mu dan selama pacaran aku tidak akan meminta uang mu sepeser pun kecuali untuk hal hal yang seharus nya"


"Tidak, itu aneh" tolak Alan.


"Oh, Ayo lah, Alan. Kita bisa pacaran, tunangan, inti nya saling mengenal lah..."


"Kamu mau mengajak aku pacaran cuma untuk membuktikan kalau tidak semua wanita matrealistist?" tanya Alan dan menatap penuh selidik pada wanita yang duduk di hadapan nya itu.


"Yupz, wanita itu cuma realistis Dan memang kebutuhan kami banyak"


"Terus kalau aku bisa memenuhi semua kebutuhan mu, apa kamu akan mau tidur dengan ku sebagai ucapan terima kasih"


"Hanya pelacur yang di bayar setelah tidur dengan seorang pria, Alan. Dan sebagai ucapan terima kasih aku, paling aku akan memeluk mu dan mencium mu. Kalau urusan ranjang, itu beda lagi. Sepasang suami istri memang membutuhkan adegan ranjang, itu hak dan kewajiban. Dan juga sebagai bentuk keharmonisan hubungan, pacaran seharusnya tidak ada adegan ranjang"


"Teori mu terlalu banyak, Sugar. Aku tidak mengerti"


"Kalau begitu, mari kita pacaran selama sebulan"


Ghiea dan yang lain nya mendengarkan adu mulut kedua manusia itu dan berusaha mencerna apa yang sebenar nya di maksud Melissa. Karena mengajak Alan pacaran itu sama saja seperti melemparkan diri ke mulut buaya.


"Jangan mau, Alan" kata Xavier tiba tiba dan kini semua mata tertuju pada nya termasuk Alan "Jangan jangan Melissa ada maksud tersembunyi" lanjut nya.


"Honey, jangan berani menuduh sahabat ku ya" seru Ghiea kesal.


"Ayo lah, Alan. Jangan jangan kamu takut jatuh cinta sama aku terus aku akan mengeruk uang mu ya?" tanya Melissa seperti orang mengejek.


"Okey, kita pacaran" jawab Alan yang membuat Melissa tersenyum miring dan menatap Alan dengan tatapan yang sangat berbeda.


.........


Keesokan hari nya, Xavier pergi ke kantor seperti biasa dan saat ia sedang sibuk di ruangan nya. Jamie datang untuk mengutarakan keinginan nya walaupun sebenarnya Jamie takut pada Xavier, namun demi cinta nya pada Clara, Jamie memberanikan diri menemui Xavier.


"Ada apa, Jamie?" tanya Xavier dengan tatapan dingin nya pada Jamie.


"Emm, ini, Pak. Saya mau membicarakan sesuatu, maksud saya, saya mau meminta sesuatu" kata Jamie ragu ragu yang tentu saja membuat kening Xavier langsung berkerut dalam.


"Apa?" tanya nya kemudian.


"Pak, begini... Bisakah kalau Clara di bebaskan saja dari penjara? Saya kasihan melihat nya, Pak" ucap Jamie memelas, Xavier memcingkan mata nya pada pria di depan nya ini sebelum akhirnya ia berseringai.


"Kenapa aku harus membebaskan nya? Dia melakukan penculikan dan merencanakan pembunuhan, itu hukuman nya berat"


"Saya tahu, tapi kan sekarang Nyonya Ghiea sudah selamat. Sudah aman, dan semua harta sudah Pak Xavier kuasai. Jadi saya mohon, tolong bebaskan Clara. Saya janji akan menjaga nya dan tidak akan membiarkan dia mengganggu keluarga anda lagi, Pak" Jamie meminta dengan begitu memelas dan berusaha meyakinkan Xavier. Namun tentu Xavier tak bisa langsung menjawab ia karena Clara itu seperti ular, tidak bisa di keluarkan begitu saja dari sarang nya atau dia bisa mematuk orang lain.


"Jadi kamu menemui nya? Bukan kah aku memerintahkan mu untuk tidak menemui nya?"


"Maafkan saya, Pak. Habis nya, saya sangat merindukan Clara" cicit Jamie yang tentu saja membuat Xavier langsung tertawa kecil.


.........


Sementara itu, Melissa dan Diana bekerja seperti biasa dan kedua nya fokus pada apa yang mereka kerjakan hingga tiba tiba dering ponsel Melissa mengagetkan nya.


"Halo..." sapa Melissa setelah menjawab panggilan dari pacar baru nya itu.


"Hai, Sugar. Karena kita sudah pacaran, nanti kita makan siang bersama ya. Di Adiva hotel, yang dekat dengan kantor mu"