My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 64



Clara mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia sedang berfikir harus di apakan istri pertama suami nya ini.


Di bunuh?


Clara belum menjadi penjahat profesional yang bisa membunuh tanpa meninggalkan jejak, dan ia juga takut untuk membunuh, takut ketahuan polisi dan di tangkap. Bisa hancur hidup nya nanti.


"Kamu mau membawa Ghiea kemana, Clar?" tanya Mama Clara cemas "Nanti Nenek mu marah sama kamu"


"Tidak akan, Ma. Mama tenang saja, justru Nenek akan bangga sama aku sekarang dan akan berhenti memanggil ku bodoh" kata Clara antara kesal dan percaya diri. Kesal mengingat Nenek nya yang selalu sangat menyebalkan dan percaya diri karena ia yakin rencana nya akan berhasil.


"Terus kamu mau apakan Ghiea? Kamu beneran mau membunuh nya?" tanya Mama Fani cemas, ia juga bukan penjahat terlatih yang bisa melakukan pembunuhan begitu saja


"Iya, Ma. Aku serius, aku mau membunuh nya, tapi bagaimana cara nya ya supaya tidak meninggalkan jejak" kata Clara kemudian, ia berfikir keras bagaimana cara nya menyingkirkan Ghiea untuk selama nya dari hidup Xavier.


"Air..." tiba tiba Ghiea bersuara seolah mengigau "Aku takut air, aku mohon jangan bawa aku ke air"


Clara dan Mama nya langsung menoleh, namun mereka melihat Ghiea masih memejamkan mata dan bergerak gelisah. Kening Ghiea berkerut seolah ia sedang kesakitan atau katakutan.


"hiks hiks Mammi...." Ghiea masih masih terus mengigau. Sementara Clara yang mendengar itu seketika mendapatkan ide brilliant dalam otak nya, seringai iblis kembali tercetak di bibir tipis nya itu.


"Aku tahu harus apa sekarang, Ma" kata Clara.


....


"Apa? Ghiea menghilang?" pekik Melissa dan Diana saat Max menceritakan tentang Ghiea yang hilang.


"Bukan menghilang, tapi di culik" kata Max merawat "Sebenar nya Pak Xavier melarang ku memberi tahu siapa pun" kata Max kemudian.


"Terus kenapa kamu memberi tahu kami?" tanya Melissa, tampak raut cemas di wajah nya begitu juga dengan Diana.


"Kata nya ini rahasia tapi kalian kan sahabat Ghiea, jadi aku fikir kalian berhak tahu, apa lagi sebenar nya..." Max tampak ragu untuk bercerita.


"Sebenar nya apa?" Tanya Melissa tak sabar.


"Ghiea pasti baik baik saja kan?" desak Diana.


"Kita berdoa saja semoga Ghiea baik baik saja" kata Max kemudian.


"Bagaimana mau melapor polisi? Yang menculik nya.. Hemm... Nenek nya" Max berbisik di akhir kalimat yang membuat mata Diana dan Melissa langsung membulat sempurna dan mulut mereka juga terbuka lebar .


"Siapa yang menculik?" tanya Diana ingin memastikan.


"Coba katakan sekali lagi" Melissa kembali mendesak.


"Nenek nya Pak Xavier, Nyonya Kelly Anson" bisik Max yang membuat kedua sahabat nya memekik bersamaan


"APAA?!?!?!" Max langsung menutup kedua telinga nya sambil meringis.


"Ini pasti gara gara perselingkuhan mereka" kata Diana kemudian.


"Benar, si Nenek itu pasti mengira Ghiea yang salah" sambung Melissa.


"Bukan begitu cerita nya..." kata Max kemudian karena ia memang belum menceritakan cerita detail nya.


"Kamu dari tadi cerita selalu setengah setengah, culun" hardik Diana yang membuat Max memberengut karena diri nya di panggil culun.


"Aku punya nama, Diana. Nama ku MAX GUPTA" seru Max dengan dingin nya, bahkan tatapan nya juga begitu dingin membuat hati Diana bergetar namun ia masih mempertahankan ego nya dan menampilkan wajah tak bersalah nya.


"Sudah sudah..." seru Melissa, karena yang ia khawatirkan saat ini adalah sahabat terbaik nya "Terus Bagaiamana cerita yang sebenar nya, Max?" tanya Melissa.


Max pun menceritakan fakta tentang Ghiea dan Xavier, ia melewatkan bagian fakta diri nya yang adalah adik Xavier. Entah kenapa, Max tidak percaya diri mengakui diri nya sebagai adik Xavier jadi ia tak menceritakan itu.


Diana dan Melissa sangat terkejut mendengar cerita tentang Ghiea dan Xavier, mereka sangat tidak percaya akan hal itu namun seperti nya Max tidak bohong.


Ghiea melenguh lirih dan ia memaksakan kedua mata nya terbuka terbuka meskipun terasa begitu berat, belum lagi kepala nya yang terasa begitu pusing dan perut nya yang benar benar sangat kelaparan dari belum makan apapun sejak tadi malam. Samar samar Ghiea mendengar suara Clara yang sedang berbincang dengan wanita yang bernama Fani yang ternayata adalah Mama nya Clara.


Ghiea membuka mata nya sedikit dan melirik sekitar nya, ternyata diri nya berada dalam mobil yang sudah menepi


Clara menepikan mobil nya di jembatan dan Ghiea pun sudah mendapatkan kesadaran nya sepenuhnya.


"Clara..." teriak Ghiea "Kamu mau apa?" tanya nya panik. Namun Clara hanya berseringai licik, ia dan Mama nya turun dari mobil nya dan menarik Ghiea juga turun dari mobil.


"Clara, lepaskan aku..." teriak Ghiea memberontak namun Clara dan Mama nya tak memperdulikan hal itu, mereka menyeret Ghiea mendekati sungai, tak memperdulikan Ghiea yang kesulitan bahkan hanya untuk melangkah karena ia masih mengenakan gaun nya yang semalam.


"TOLONG...!!!!" teriak Ghiea berharap Clara melepaskan nya dan ada yang menolong nya, namun jembatan itu begitu sepi dan terlihat sangat menyeramkan.


Kini mereka sudah berada di tepi jembatan dan tiba tiba....


"TIDAKKKK...." Clara mendorong Ghiea ke sungai dengan sadis nya sambil tersenyum licik, sementara tubuh Ghiea terus melayang ke bawah dan ia menatap Ghiea hingga....


BYYUURRRRRRR


Tubuh nya terjatuh ke dalam sungai, Ghiea masih membuka mata nya dan sekelabat bayangan tentang Xavier muncul dalam benak nya bersamaan dengan itu mata nya terpejam dan sekarang ia melihat Xavier dengan begitu jelas.


Hati nya menggumam kan satu nama yang begitu unik.


"Electric...."


....


Lima jam kemudian...


Xavier pulang kerumah Nenek nya lagi karena ia tidak bisa menemukan Ghiea dimana pun.


Sesampai nya di rumah nya, Xavier melihat Nenek nya yang sedang santai membaca majalah di ruang tengah.


Nenek nya terlihat terkejut melihat kedatangan Xavier namun kemudian ia tersenyum manis.


"Sekali lagi, kau tetap pulang pada ku, bukan?" tanya Nenek nya dengan senyum puas di bibir nya.


"Mana surat cerai nya?" kata Xavier pasrah.


Dengan cepat, Nenek nya memanggil pelayan dan meminta nya mengambilkan surat cerai yang ada di kamar Granny Kelly. Setelah itu, Xavier sudah bersiap untuk menandatangani surat itu namun itu terhenti ketika ponsel nya berdering, Xavier menjawab panggilan itu.


"TIDAK MUNGKIN!!!" teriak Xavier yang mendapatkan telfon dari pihak polisi.


"Xavier, ada apa?" tanya sang Nenek terkejut karena teriakan Xavier.


"Ghiea... Ghiea di temukan tewas tenggelam di sungai" lirih Xavier tak percaya yang membuat Nenek nya sangat terkejut, karena ia menyeka Ghiea di rumah Fani. Mulut Nenek nya itu sudah terbuka hendak berbicara namun Xavier langsung menarik lengan Nenek nya dan membawa nya keluar.


"Kita harus ke rumah sakit untuk memastikan kabar ini" kata Xavier panik. Nenek nya yang juga penasaran pun langsung ikut Xavier.


Xavier menyetir seperti orang gila, ia tampak sangat cemas dan panik, bahkan mata nya sudah memerah dan berkaca kaca. Beberapa kali ia hampir menabrak kendaraan orang lain saking panik nya.


Sesampai nya di rumah sakit, Xavier langsung mencari kamar Ghiea dan seorang petugas polisi justru membawa Xavier ke ruang jenazah.


Meski dengan hati yang berat dan sakit, Xavier tetap melangkah memasuki kamar mayat itu dan Nenek nya pun ikut.


Polisi itu mengantar Xavier pada brankar dimana ada jasad yang yang di tutup kain putih. Air mata Xavier tidak bisa di bendung lagi, tangan nya yang gemetar terulur membuka kain itu dan seketika ia begitu histeris melihat jasad istri nya yang sudah membiru. Begitu juga dengan Granny Kelly yang hanya bisa melotot terkejut.


"TIDAAAAKKKKKK"


"GHIEAAAAAA"


"GHIEAAAAAA"