My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 46



Granny Kelly mulai mencari tahu semua tentang Ghiea, karyawan Xavier sekaligus selingkuhan nya. Namun sampai saat ini, ia tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang wanita bernama Ghiea itu, membuat nya semakin curiga bahwa informasi tentang Ghiea sengaja di sembunyikan.


Sementara Clara saat ini malah sibuk dengan Jamie yg sejak tadi terus mengirimi nya pesan dan mengajak nya ketemuan.


"Dasar bajingan..." desis nya, apa lagi saat Jamie kembali mengancam nya dengan video mesum mereka saat di hotel "Seharus nya aku tidak pernah percaya dengan pria seperti itu..." gerutu Clara, namun ia teringat dengan surat perjanjian yang di berikan oleh Jamie. Clara mencari surat itu di tas nya dan saat ia menemukan nya, Clara tidak melihat ada tanda tangan nya di sana.


" Tapi saat itu aku sudah tanda tangan... " gumam nya heran.


...


Xavier membawa Ghiea ke sebuah gedung apartement yang sangat elit, Ghiea bahkan tidak menyangka ia akan menempati apartement sekelas para billionaires itu.


"Kamu akan tinggal di sini, dan aku tidak ingin kamu pergi kemana pun selama dua hari ini, inti nya sampai aku pulang" tukas Xavier sembari menarik koper Ghiea dan membawa nya ke sebuah kamar yang sangat besar dan mewah.


"Kenapa?" tanya Ghiea sembari berjalan ke arah jendela, ia membuka tirai nya dan seketika pemandangan kota dari lantai 15 ini memanjakan mata nya. Membuat Ghiea berdecak kagum, ia membuka tirai lebih lebar.


"Kan sudah aku bilang, nanti kalau aku pergi, kamu akan di cari sama istri sah ku, nanti kalian kelahi lagi" ujar Xavier sambil terkekeh yang membuat Ghiea mendengus.


"Terus kamu akan menyembunyikan aku sampai kapan?" tanya Ghiea sambil berkacak pinggang m


"Dulu hidup ku itu damai, tenang, sekarang? Gara gara kamu menjadikan ku selingkuhan mu hidup ku jadi hancur begini" dengus nya yang membuat Xavier tersenyum masam, seandainya Ghiea ingat fakta bahwa dia bukan selingkuhan Xavier, seandainya Ghiea ingat bahwa hidup nya dulu lebih hancur dari sekarang, bahkan kehancuran masih menunggu nya entah sampai kapan.


"Sweetheart..." Xavier memeluk Ghiea dari belakang, ia menghirup aroma Ghiea yang selalu sama sejak bertahun tahun yang lalu. Layak nya morfin yang membuat nya candu dan tak ada rehab yang bisa menyembuhkan nya.


"Aku mencintaimu, sejak dulu sebelum aku menikah dengan Clara..." lirih nya yang membuat Ghiea langsung menautkan kedua alis nya hingga menyatu. Ghiea langsung menoleh dan seketika tatapan nya berada pandang dengan tatapan Xavier yang begitu lembut.


"Aku tidak mengerti maksud mu..." ujar Ghiea menatap Xavier bingung.


"Aku akan menjelaskan nya pada mu, nanti..., ujarnya.


"Sekarang kamu sabar dulu, dan pernikahan ku dengan Clara itu hanya pernikahan di atas kertas. Aku bahkan tidak pernah menyentuh nya sedikit pun..."


"Oh, jujur sekali..." sindir Ghiea "Monyet jantan saja tertarik dengan monyet betina kalau sudah di tempatkan di satu sangkar" ketus nya yang justru membuat Xavier kembali terkekeh.


"Seseorang mengutuk ku dan tujuh turunan ku jika aku berani menyentuh nya" ujar Xavier yang kembali membuat Ghiea mendengus, tentu ia tak percaya dengan cerita absurd seperti itu.


"Oh, penyihir manakah yang telah berani mengutuk mu, Pangeran Xavier?" tanya nya sembari menjalankan jari jemari nya di rahang Xavier yang di tumbuhi bulu bulu halus, Ghiea bahkan dengan nakal nya menggigit bawah nya sendiri dan melempar tatapan menggoda untuk menggoda bos besar nya ini dan entah mengapa Ghiea seperti merasakan perasaan deja vu kala ia bersikap nakal demikian. Sementara Xavier begitu menikmati perlakuan Ghiea, ia seperti kembali ke masa lalu. Dimana saat itu Ghiea nya begitu nakal, sering menggoda nya dan mengerjai nya namun ketika Xavier menyentuh bokong nya saja, Ghiea sudah berteriak dan mengatakan itu perbuatan pelecehan.


"Seorang penyihir yang sangat cantik..." lirih Xavier dengan suara serak nya, ia menangkap pergelangan tangan Ghiea, membawa tangan nya ke bibir nya dan mengecup satu persatu buku buku jari nya dengan sensual. Yang mana itu berhasil membuat seluruh tubuh Ghiea meremang dan darah nya berdesir hangat "Dia bilang...." Xavier berbicara di tengah asyik nya menciumi jari jemari sang istri "Jangan menyentuh wanita lain selain yang kau cintai, atau aku dan tujuh turunan ku akan di kutuk"


Ghiea langsung tertawa renyah mendengar apa yang di katakan Xavier, namun tawa itu sesungguhnya hanya untuk menutupi dada nya yang berdebar dan pipi nya yang merona karena perlakuan romantis Xavier.


"Jadi aku akan bersembunyi di sini selama dua hari?" seru nya kemudian sambil melangkah melewati Xavier, berdekatan seperti dengan Xavier sungguh tidak bagus untuk kesehatan jantung nya.


"Ya" jawab Xavier sembari mengulum senyum, ia melihat bagaimana sang pujaan itu tersipu dan ia tahu pasti jantung Ghiea berdebar, sama seperti jantung nya.


"Oh, aku fikir kau akan menghadiahkan ku apartement mewah ini. Biasanya pria akan menuruti apapun keinginan selingkuhan nya sebagai jaminan tutup mulut" gurau nya kembali sambil tertawa renyah.


Xavier mengambil sebuah berkas dari tas kerja nya dan menyerahkan nya pada Ghiea.


Ghiea menatap bingung pada Xavier namun Xavier hanya memberi isyrat agar Ghiea membuka nya dan betapa terkejutnya Ghiea saat melihat isi dokumen itu.


"A... Apartement ini atas nama ku?" tanya nya tak percaya.


"Memang milik mu" jawab Xavier.


"Sempurna sudah aku sebagai selingkuhan"