My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 119



Jam setengah 12 belas siang makanan sudah siap di meja makan. Dan jangan tanya kenapa masak nya bisa setengah hari, tentu saja Karena sang koki memasak untuk banyak orang apa lagi sempat di ganggu oleh dua bersaudara yang membuat dapur berantakan dan bahan bahan juga rusak.


Sekarang Ghiea dan kedua sahabat nya menikmati hidangan yang di sajikan Chef Joseph dan mereka selalu memuji masakan chef tampan itu.


"Belajar masak dari usia berapa, Chef? Baru usia 36 kok sudah pintar begini" kata Ghiea tanpa memperdulikan tatapan tajam Xavier. Sekarang Ghiea sudah tidak takut pada Xavier selama ada Ibu mertua nya di sisi nya.


"Daru usia 19 tahun, Nyonya. Ayah saya orang Perancis dan selalu memasak hidangan ala Perancis" jawab nya.


"Wah, hebat ya. Sudah tampan, jago masak, bule lagi. Paket komplit, sudah punya istri?" tanya Diana yang membuat Max langsung terbelalak.


"Hey, Baby. Apa apaan kamu tanya begitu?" geram Max.


"Aku hanya ingin tahu seputar informasi tentang nya" jawab Diana dengan santai nya, sama seperti Ghiea yang mengandalkan Ibu mertua nya, Diana pun melakukan hal yang sama.


"Belum, Nyonya. Saya belum menikah" jawab sang koki tampan yang langsung membuat Ghiea, Melissa dan Diana menganga dengan mata yang terbuka lebar.


"Mel, bagian mu tuh...." Celetuk Ghiea kemudian sambil mengedipkan mata nya, Melissa yang memang sangat menyukai penampilan sang koki pun hanya tersipu.


"Dari pada chef nya, mending bos nya" sambung Alan yang juga ikut menikmati hidangan koki terbaik nya itu.


"Ih, lebih baik aku jomblo seumur hidup dari pada pacaran sama player dan Mr. Pervert seperti kamu" desis Melissa. Sementara Nyonya Leona dan Dino menikmati hidangan mereka dalam diam, selama para pria itu tidak berulah maka Nyonya Leona juga tak akan bertindak apa lagi sampai mengacungkan pisau ke leher Alan seperti tadi.


"Kamu itu sudah ternoda, banyak wanita nya. Ih, aku mana mau menjalin hubungan sama playboy seperti kamu. Bisa ketularan noda nya aku sama kamu" ketus Melissa.


"Bagaiamana kalau aku mau menikahi mu dan aku akan berhenti bermain wanita, aku akan menjadikan mu wanita satu satu nya yang menghangatkan ranjang ku tapi dengan satu syarat, kamu harus selalu mau kalau aku ajak main" bukan nya tersentuh dengan penuturan Alan, Melissa justru bergidik ngeri.


"Otak mu itu mesum sekali ya, yang di fikirkan cuma urusan ranjang saja" tukas Melissa "Kalau kamu cuma butuh wanita untuk memuaskan hasrat seksual mu, ya kamu nikahi saja pelacur"


"Wow" ucap Alan yang mendengar ucapan tegas Melissa yang selalu menolak nya mentah mentah, berbeda dengan wanita yang biasa di temui Alan. Dimana wanita wanita itu justru dengan suka rela melemparkan tubuh nya ke ranjang Alan hanya dengan imbalan sepasang sepatu Valentino, misal nya.


"Berhenti mengucapkan hal hal yang buruk pada sahabat ku, Alan" tegas Ghiea


"Benar, jangan membicarakan hal seperti itu di depan Max juga" sambung Diana.


"Lagi pula, Alan..." Nyonya Leona juga menyambung "Mau sampai kapan kamu akan berkelana dalam hidup yang abu abu seperti itu? Kamu itu butuh pasangan yang mengerti kamu, yang tulus sama kamu, yang akan menjadi teman hidup kamu. Bukan hanya teman ranjang..." tukas nya.


"Tante, kau benar sekali " kata Alan "Tapi masalahnya, aku tidak percaya ada wanita yang tulus pada ku. Bukti nya Daddy, dia sangat mencintai Mommy dengan tulus. Rela melakukan apapun untuk Mommy, tapi ternyata Mommy cuma sayang uang Daddy" kata Alan dan entah mengapa sekarang ia terlihat melow meskipun diri nya tak merasa begitu.


Sementara Melissa yang mendengar apa yang di katakan Alan pun tampak memikirkan sesuatu "Jadi karena itu lah dia tidak mau menjalin hubungan dengan wanita? Dia menganggap semua wanita sama seperti Ibu nya? Hm, harus di kasih pelajaran anak ini..."


"Alan, bagaimana kalau kita pacaran?"