My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 92



Pandanga Diana jelalatan kemana mana guna mencari sosok yang telah meraup bibir nya tanpa izin sebanyak dua kali, entah kenapa Diana merasa ingin melihat nya pagi ini.


"Dia tidak masuk kerja hari ini..." kata Melissa yang tiba tiba muncul dari belakang Diana membuat Diana terlonjak kaget.


"Apa sih, Mel? Pagi pagi mau bikin orang jantungan huh?" dengus Diana.


"Kamu cari Max kan?" tanya Melissa yang seketika membuat Diana gelagapan namun dengan cepat Diana menggeleng kan kepala nya


"Buat apa aku cari dia? Aku ke sini kan cuma mau bekerja" kata Diana dan ia pun melangkah cepat menuju meja kerja nya dan Melissa punn segera mengikuti Diana.


Kedua nya duduk di meja kerja mereka masing masing, Diana menyalakan komputer nya namun ia tak bisa fokus pada pekerjaan nya Karena ia terus teringat dengan Max. Beda hal nya dengan Melissa yang mulai bekerja dan tampak fokus dengan pekerjaan nya, hingga getar ponsel nya begitu menganggu nya, Melissa mengecek ponsel nya dan ia mendapatkan pesan gambar dari Alan. Melissa yang sudah tahu betapa kotor nya otak Alan tak berani membuka gambar itu karena ia yakin itu pasti gambar yang bisa mencemari kemurnian otak nya. Melissa kembali meletakkan ponsel nya di meja nya dan ia kembali fokus pada pekerjaan nya namun sekali lagi ponsel nya bergetar, Melissa mengabaikan nya namun lagi lagi ponsel nya bergetar.


Melissa yang sudah tidak betah dengan hal itu hendak me non aktifkan ponsel nya namun tiba tiba Diana menyambar ponsel Melissa membuat Melissa sangat terkejut.


"Siapa sih? Dari tadi getar terus nih ponsel.." kata Diana dan ia membuka pesan yang di kirim Alan.


"Wow, si Mr. Pervert sangat perhatian pada Melissa..." kata Diana.


"Apa yang dia kirim?" tanya Melissa was was, ia takut itu foto tak baik.


"Sebuah gaun cantik..." kata Diana karena memang Alan mengirimkan beberapa foto gaun yang benar benar cantik. Melissa yang mendengar itu pun langsung menyambar kembali ponsel nya dan melihat gambar yang di kirim Alan.


"Wow, ini benar benar cantik..." kata Melissa takjub. Ia melihat foto gaun itu baik baik dan memperbesar foto nya untuk melihat setiap detail gaun itu, namun Melissa justru menemukan hal yang lain yang membuat nya mengernyitkan kening nya.


"Ada apa?" tanya Diana yang menyadari raut wajah Melissa yang berubah.


"Ini kan Max..." Melissa memperlihatkan foto itu pada Diana, dari pantulan kaca yang ada di balik gaun itu, terlihat Max yang sedang bersama seorang wanita.


Diana yang melihat itu seketika menahan nafas dan seperti ada yang menggores hati nya dengan ujung duri, perih. Tapi kenapa? raut wajah Diana juga berubah tegang namun Melissa tak menyadari itu Karena ia terlalu fokus pada ponsel nya.


"Wah, apa Max sudah punya pacar dan sedang membelikan gaun?" celetuk Melissa asal dan Diana yang mendengar itu langsung pergi ke toilet dengan alasan ingin buang air kecil, padahal ia pergi untuk menenangkan hati nya yang sedang gundah tanpa sebab.


...


Dari penjara, Clara mencoba menghubungi Jamie namun nomor Jamie sudah tidak aktif. Hal itu membuat Clara kesal karena satu satu nya harapan yang ia punya untuk keluar dari penjara hanya Jamie.


"Kalau sudah ayo kembali ke dalam..." kata sipir penjara dengan galak nya pada Clara.


"Bu, apa tidak ada yang menjenguk saya ke sini?" Clara merengek pada polisi itu.


"Bagaiamana? Bisa?" tanya Fani antusias namun ketika Clara menggeleng, ia langsung terduduk lemah.


"Seperti nya Xavier benar benar sengaja memutus koneksi kita dengan orang lain" gumam Granny Kelly


"Terus kita sekarang harus bagaimana, Ma?" rengek Fani.


"Iya, Granny. Masak iya kita akan tinggal di penjara ini selama nya? Aku kan masih punya masa depan yang panjang, aku ingin berkarir dan menjadi sukses" kata Clara.


"Diam kalian berdua!" bentak Granny kesal yang membuat Fani dan Clara terlonjak. Berada di tempat yang sempit, kotor dan banyak nyamuk membuat Granny Kelly benar benar merasa stres, apa lagi gelar Nyonya Anson sudah hilang dari genggaman nya dan sekarang ia di beri gelar Mbah nomor 123, sesuai nomor baju tahanan nya "Kalian ini tidak bisa apa apa, sejak dulu kalian hanya bisa merengek manja. Aku sendirian yang bekerja untuk kalian, untuk masa depan kalian, untuk kebahagiaan kalian!!!" seru nya lantang dengan emosi yang menggebu, Fani dan Clara menjadi takut melihat Nenek mereka yang sudah seperti Mbah Mbah kerasukan.


"Mama..." Fani mencoba mendekati Mama nya itu namun Granny Kelly justru mencakar wajah Fani membuat Fani langsung berteriak kesakitan dan hal itu langsung mengundang perhatian sipir penjara. Fani di periksa namun ia tidak terluka, hanya terkena sedikit goresan saja.


Fani dan Clara semakin takut pada Nenek itu "Mbah, jangan main kekerasan di sini!!!" tegas sipir penjara "Jika sekali lagi Mbah melukai orang, Mbah akan di pindahkan ke sel isolasi, disana gelap, tidak ada cahaya, dan banyak tikus. Ruangan nya sempit dan kotor" gertak nya yang tentu saja membuat Granny Kelly langsung tampak ketakutan.


.........


Sementara itu, Alan, Max, Ghiea dan Xavier sedang berbelanja di pusat perbelanjaan milik Alan. Sejak tadi Alan sibuk mengambil gambar beberapa gaun di sana dan ia kirimkan secara acak pada wanita wanita nya termasuk pada Melissa. Alan akan melihat, siapa yang akan datang merayu nya dan kemudian meminta gaun itu pada nya maka dia lah yang akan Alan blokir kontak nya. Karena dari sana Alan akan tahu, bahwa wanita itu sedikit murahan. Dan siapa yang tidak merespon pesan nya, maka dialah yang akan Alan rayu sampai Alan dapat kan.


Satu menit kemudian...


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


Beberapa pesan masuk dan setelah di cek, semua wanita itu mulai menyapa nya dengan ramah, bahkan ada yang mengirimkan sticker hati yang berdebar. Tak hanya itu, ada yang terang terangan merayu nya.


"Gaun merah itu sangat cantik dan seksi, sekarang katakan pada ku, aku lebih cocok pakai gaun itu atau tidak pakai sama sekali"


"Cih..." begitu lah respon Alan saat membaca pesan dari salah satu wanita nya, Alan men scroll ke bawah dan satu satu nya yang tak merespon pesan nya adalah Melissa. Padahal Melissa sudah membuka semua pesan nya namun tak ada satu kata pun yang terkirim ke chat Alan.


"Dia benar benar mahal, awas saja nanti..."