My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 153



"Aku ingin sekali memakan mu malam ini, Baby. Kamu sangat menggemaskan" bisik Diana di depan bibir Max, membuat nafas Max semakin memberat, tangan Diana meraba dada Max dan ia bisa merasakan detak jantung calon suami nya itu.


"Baby, aku_aku tidak mau tahu. Kita harus menikah secepatnya, aku tidak tahan" ucap Max yang membuat Diana terkekeh.


"Tidak tahan apa, hm?" tanya Diana masih menggoda.


"Aku..."


"Diana..." terdengar suara teriakan Ghiea dari balik pintu yang membuat Diana menggeram kesal.


Sementara di luar, Ghiea sengaja menyusul Diana karena Diana sudah sangat lama di atas dan Ghiea tidak ingin adik ipar nya itu ternoda sebelum waktunya.


"Di, Max. Ayo keluar, semua orang menunggu lhoo" teriak Ghiea lagi sembari menggedor pintu.


Di dalam, Diana langsung memasang wajah jengkel nya sementara Max hanya menahan senyum sebelum akhirnya ia mendaratkan kecupan singkat di bibir Diana.


"Sudah, jangan cemberut begitu" ucap Max sembari membelai pipi Diana "Masih untung Ghiea datang, hm? Atau aku benar-benar tidak akan tahan, Baby" sekarang Diana yang tersipu mendengar ucapan Max.


"Baiklah, kita keluar sekarang" Diana pun membuka pintu dan ia langsung di suguhkan tatapan tajam Ghiea.


"Kenapa pintu nya di tutup?" tanya Ghiea menatap kedua insan di depan nya penuh selidik.


"Mungkin di tiup angin" bohong Diana yang membuat Ghiea mendengus dan tentu ia tidak percaya, apa lagi setelah melihat wajah Max yang merona.


"Sabar dong, Di..." tukas Ghiea yang membuat Diana cengengesan.


Ketiga nya pun bersama dan mereka langsung menuju meja makan.


"Hey, kalian lama sekali. Apa ada masalah?" tanya Nyonya Leona dengan polos nya.


"Tidak ada, Mom" jawab Max sembari menarik kursi untuk Diana.


"Aku khawatir jangan jangan Diana sedang melakukan sesuatu pada Max" tukas Xavier yang membuat Diana mendelik.


"Tentu saja tidak, Pak. Memang nya apa yang akan aku lakukan sebagai wanita pada seorang pria?" Diana bertanya yang membuat Xavier tersenyum miring.


"Group chat apa?" tanya Nyonya Leona.


"Girls chat, Tante" jawab Diana cepat.


"Baiklah, sebaik nya kita mulai membicarakan tentang pernikahan kalian" tukas Nyonya Leona kemudian.


"Kita belum menemukan tanggal yang bagus, tapi aku punya satu keinginan" lanjut nya "Aku punya dua putra, dan pernikahan pertama putra ku tidak di rayakan. Jadi, jika kalian setuju. Aku ingin pesta pernikahan Max juga menjadi pesta pernikahan Xavier. Bagaimana?"


"Aku setuju, Mom" jawab Max "Bagaiamana dengan mu, Baby?"


"Aku juga setuju" jawab Dian dengan senang hati.


Percakapan mereka pun berlanjut, dari membahas undangan, dekorasi, gaun pengantin dan sebagai nya. Di sini baik Max maupun Diana tidak punya keinginan yang terlalu spesifik, mereka hanya ingin pernikahan mereka berjalan lancar dan menjadi kenangan terindah bagi meraka.


Hingga akhir nya Max membahas akan tinggal dimana meraka setelah menikah, topik itu membuat Mama Diana dan Mommy nya Max terdiam sejenak dan saling pandang, namun kemudian keduanya pun saling melempar senyum.


"Itu terserah kalian saja, kalian akan nyaman tinggal dimana. Dan jika kalian ingin tinggal di rumah kalian sendiri nanti, juga tidak apa apa" kata Nyonya Leona.


"Aku setuju" sambung Nyonya Dessy.


"Tapi aku tidak mau meninggalkan Mama" ucap Diana.


"Sayang, kamu hanya pindah rumah. Bukan meninggalkan Mama, lagi pula rumah tangga itu akan benar benar terasa jika kalian tidak terus bergantung pada orang tua kalian. Kalian akan belajar dewasa dan mencari solusi masalah untuk kalian, tapi jika kalian membutuhkan kami, pintu rumah kami selalu terbuka lebar untuk kalian"


Max dan Diana sangat puas mendengar jawaban Ibu meraka.


"Aku rasa kita akan tinggal di rumah kita sendiri, Mom"


"Memang nya kamu sudah punya rumah, Max?" goda Xavier.


"Belum, tapi uang di rekening ku cukup untuk membeli apartement mewah mu" jawab Max yang langsung membuat semua orang tertawa.