My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 122



"Aaa...." Max menyuapi Diana dengan mesra dan Diana pun dengan senang hati membuka mulut nya, menerima suapan dari sang pacar. Saat ini kedua nya sedang makan siang dan tentu saja kedua nya berada di atap.


"Enak, Baby?" tanya Max dan Diana mengangguk sambil mengunyah "Mau minum?" tanya Max seperti memperlakukan anak anak, dan Diana pun mengangguk. Max menyodorkan gelas minum pada Diana bahkan memegangi nya saat Diana minum seolah ia takut Diana tak bisa memegang gelas nya.


"Gantian kamu yang Aaa" kata Diana dan Max pun membuka mulut nya lebar lebar.


Makan siang mereka berjalan romantis, di selingi canda tawa layak nya sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Dan itu sudah membuat mereka merasa begitu bahagia, benar kan? Bahagia bersama pasangan itu sederhana, duduk di atas tikar dan saling suap suapan, tanpa harus berbagi keringat di atas ranjang.


Seperti nya Alan harus tahu tips ini...


Dan di sisi lain, makan siang Alan dan Melissa juga berjalan namun seperti nya tidak lancar. Jika biasa nya Alan makan dengan wanita yang seksi, yang bahkan menggaruk kaki Alan dengan kaki nya yang ada di bawah meja kemudian mengedipkan mata pada Alan dan mencondongkan dada nya yang memperlihatkan sesuatu yang hampir tumpah di sana. Sementara Melissa?


Ia memesan ayam goreng kremes dan makan pakai tangan, ia bahkan tak segan segan menggigit ayam tersebut hingga ke tulang tulang nya. Dan kaki nya? Kaki nya duduk bersila di atas kursi, bahkan Alan merasa malu sendiri dengan tingkah pacar kontrak nya itu.


"Kenapa diam saja??" tanya Melissa dengan mulut yang penuh dengan nasi


"Sugar, apa kau tidak bisa turunkan kaki mu dan makan pelan pelan? Pakai sendok dan garpu?" cicit Alan.


"Kenapa? Kamu tidak suka aku begini?" tanya Melissa ketus "Dengar ya, Alan. Hukum pacaran berikut nya adalah menerima apa ada nya, aku ya memang begini orang nya jadi sebagai pacar yang baik kamu harus terima"


"Aku tahu, Sugar. Tapi kan ini di tempat umum, kamu wanita , jangan begini. Malu..." cicit Alan lagi.


"Memang nya apa yang aku lakukan sampai membuat mu malu? Aku hanya makan" kata Melissa dengan santai nya dan Alan hanya bisa menghela nafas panjang.


"Tadi nya aku fikir kita bisa check in setelah makan" jawab Alan dengan jujur.


"Chcek in? Rumah ku tidak jauh dari sini, buat apa check in ke hotel" jawab Melissa dan bukan nya ia tidak tahu apa maksud Alan, namun seperti nya pria ini benar benar butuh pelajaran.


"Kamu tidak masalah melakukan di rumah mu?" tanya Alan.


"Melakukan apa?"


"Menurut mu?


"Dengar ya, pacar. Hubungan seksual selama masa pacaran itu tidak penting dan bukan prioritas, kalau kita melakukan hubungan seksual selama masa pacaran, lalu apa istimewa nya malam pertama nanti?"


"Eh????"


...


Berbeda dengan adik dan sahabat nya, Xavier justru pergi ke kantor polisi untuk mencabut laporan nya pada Clara. Hanya pada Clara, sementara Granny Kelly dan Fani tetap di dalam. Karena bagaimana pun, otak kejahatan mereka itu adalah Granny Kelly. Sementara Clara hanya boneka yang mereka peralat.


"Tapi ingat ya, Clara. Sekali saja kamu membuat masalah, meskipun hanya sekedar menumpahkan air ke pakaian istri ku, aku pastikan kamu akan membusuk di penjara!" tegas Xavier. Clara hanya bisa menganggukan kepala nya, karena ia benar benar sudah tidak tahan berada di sel ini. Sementara Ibu dan Nenek nya hanya bisa marah dalam diam