My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 93



Ghiea mencari beberapa baju yang cocok untuk adik ipar nya itu, meskipun Max mengatakan ia ingin berpenampilan seperti Xavier namun tak berarti Ghiea benar benar akan membuat Max terlihat seperti Xavier. Max harus punya style nya sendiri dan jangan sampai orang melihat dia sebagai bayang bayang Xavier.


"Max lebih cocok dengan penampilan yang casual" kata Ghiea saat memperlihatkan sebuah kemeja berwarna merah maroon dan celana berwarna abu abu pada Max dan Max hanya menganggukan kepala.


"Tapi yang pasti harus tetap terlihat elegan..." lanjut Ghiea sembari menempelkan kemeja itu di tubuh Max dan memutar tubuh Max.


"Honey, bagaimana menurut mu?" tanya Ghiea pada Xavier.


"Not bad" jawab Xavier.


"Kok not bad? Kurang bagus ya?" tanya Ghiea cemberut.


"Adik ku itu tampan dan badan nya bagus, pakai apa saja pasti sangat bagus" puji Xavier yang membuat Max tersenyum malu.


"Hem, baiklah. Seperti nya kalau masalah outfit hal yang mudah" gumam Ghiea sembari menatap Max dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai


"Mungkin kita perlu memotong rambut Max sedikit lebih pendek dan..." Ghiea menyingkirkan kaca mata yang selalu setia bertengger di atas hidung Max "Kau tidak perlu lagi memakai kaca mata"


"Tapi aku tidak bisa melihat tanpa kaca mata, Ghe"rengek Max.


"Itu gampang saja, adik ipar. Kau bisa mengganti nya dengan lensa" tukas Ghiea sambil mengacak rambut Max yang selalu di tata klimis.


"Tapi aku tidak bisa pakai lensa, aku pernah mencoba nya dan rasa nya tidak nyaman" Max kembali merengek.


"Sudah, jangan banyak protes. Kamu mau Diana menyukai mu kan? Ya kau harus berjuang untuk itu..." kata Ghiea menegaskan. Sementara Xavier hanya menjadi penonton saja sejak tadi dan hari ini ia akan membiarkan istri nya itu dekat dengan adik nya, namun hari ini saja!


"Sudah?" tanya Xavier karena sudah dua jam mereka berada di butik itu.


"Belum dong, Honey. Aku belum belanja lho" kata Ghiea yang membuat mata Xavier terbelalak.


"Terus dari tadi apa saja yang kamu lakukan di sini, Sweetheart? Ini sudah dua jam" pekik Xavier, butik ini cukup ramai dan ada banyak orang yang keluar masuk. Xavier dan Ghiea juga menjadi pusat perhatian setelah kejutan apa yang mereka berikan di pesta ulang tahun Xavier. Saat itu Xavier tak hanya memberi kejutan untuk Nenek nya tapi juga untuk publik.


"Aku mencari pakaian untuk Max" jawab Ghiea tanpa rasa bersalah.


"Kamu baru mendapatkan 3 kemeja, 2 celana dan 2 sepatu. Dan itu kamu lakukan dalam 2 jam?" Xavier kembali memekik tak percaya.


"Ya kau tahu sendiri butik nya ramai begini, karyawan nya tidak bisa melayani dengan cepat. Jadi kita harus sabar. Kita juga harus pilih pilih, yang mana yang bagus dan cocok untuk Max" kata Ghiea panjang lebar


Xavier memperhatikan butik itu dan kemudian Xavier memanggil salah satu pelayan yang sedang melayani seorang wanita paruh baya. Pelayan itu tahu siapa Xavier dan karena itulah ia dengan cepat menghampiri Xavier.


"Dimana manager butik mu?" tanya Xavier dengan suara berat nya.


"Maaf sebelum nya, Pak. Apakah ada masalah dengan pelayanan kami? Kami akan memperbaiki nya" kata karyawan itu cemas karena Xavier menanyakan manager butik nya.


"Tidak ada, panggil saja manager mu" tegas Xavier tanpa bisa di bantah.


"Aku rasa akan menyewa butik ini hari ini, biar para karyawan hanya fokus melayani mu" kata Xavier yang membuat Ghiea tercengang "Tapi Bagaiamana kalau kita beli saja butik nya?" tanya nya kemudian dengan enteng nya yang membuat Ghiea semakin tercengang. Karyawan yang mendengar apa yang di katakan Xavier pun langsung berlari guna memanggil manager butik nya.


Tak lama kemudian seorang wanita yang mungkin berusia 40 tahunan namun masih sangat cantik datang menemui Xavier, Ghiea dan Max.


"Selamat siang, Pak Xavier. Saya Luna, manager butik ini. Ada yang bisa saya bantu?" tanya nya dengan sopan.


"Aku akan menyewa butik ini hari ini, jadi bisakah kau menyuruh yang lain keluar dan berbelanja besok?" tanya Xavier dengan tenang nya yang tentu saja membuat Luna terkejut namun kemudian ia tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


"Maafkan kami, Pak Xavier. Tapi butik ini tidak bisa di sewa apa lagi secara mendadak seperti ini" Luna berkata dengan hati hati, Karena ia tahu siapa pria di depan nya ini dan ia bahkan bisa membeli butik nya seperti membeli pentol goreng, namun Luna harus tetap profesional dan tidak mungkin ia mengusir para pelanggan yang datang.


"Kalau begitu aku akan membeli butik ini, kau hubungi owner dari butik ini" kata Xavier lagi.


"Honey..." tegur Ghiea "Sudah lah, tidak apa apa. Kamu juga sudah meng cancel semua jadwal mu hari ini kan?" tanya Ghiea "Kita tidak buru buru..." imbuh nya.


"Aku hanya ingin kamu berbelanja dengan nyaman, Sweetheart. Apa lagi kamu sedang hamil, kamu sudah dua jam berdiri di butik ini" tegas Xavier.


"Jadi bagaimana, Bu Luna? Apa bisa aku menemui owner dari butik ini? Aku akan membeli nya dengan harga berapa pun yang dia mau" kata Xavier dengan sombong nya yang membuat Ghiea dan Max sama sama melongo.


"Saya manager sekaligus owner nya, Pak Xavier. Dan maafkan saya, saya tidak berniat menjual butik ini. Ini mata pencaharian saya dan para karyawan saya" kata Luna masih dengan sopan.


"Kalau begitu, aku aka. beli semua yang ada di butik ini"


"APA????" pekik Luna, Ghiea dan Max secara bersamaan, Sementara karyawan yang tadi menemani Luna langsung jatuh pingsan saking terkejut nya.


Butik ini adalah butik nya para sosialita, harga satu kaos saja bisa buat beli motor.


"Xavier, kamu gila ya?" desis Ghiea.


"Bagaiamana, Bu Luna?" tanya Xavier tanpa memperdulikan pertanyaan Ghiea. Sementara Bu Luna hanya menelan ludah nya dan kemudian menganggukan kepala nya.


Semua isi butik nya ludes hanya dalam sekejap mata, siapa yang tak mau?


"Kalau begitu tolong katakan pada para pelanggan mu kalau semua nya sudah terjual habis. Dan satu lagi, sediakan air putih yang bersih dan seger untuk istri ku, dia sedang hamil dan tidak boleh sampai kurang minum. Dan AC nya kurung dingin, lihat! Istri ku keringatan" Ghiea mengernyit karena ia tidak berfikir diri nya keringatan.


"Ba...baik, Pak" Jawab Luna senang sampai tak tahu harus berkata apa dan ia tercengang saat menyadari karyawan nya pingsan, ia pun segera membangunkan nya namun karena tak juga bangun, ia meminta karyawan yang lain menggotong nya.


"Kamu gila ya?" tanya Ghie lagi setelah Luna pergi untuk berbicara dengan pelanggan yang lain


''Iya, Xavier " sambung Max "Barang barang di sini mahal, kalau kamu beli semua ini nanti kita bisa bangkrut" kata nya.


"Sudahlah, kalian nikmati saja dan Sweetheart. Mungkin dua sahabat mu itu juga mau barang barang di sini, panggil saja mereka" kata Xavier dengan tenang nya. Tentu saja Ghiea dengan cepat langsung menghubungi dua sahabat nya itu dan meminta nya datang ke butik itu sekarang juga namun Ghiea tak memberi tahu bahwa Xavier sudah memborong seisi butik.