My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 102



Makan malam antara Ghiea dan sahabat sahabat mertua nya berjalan dengan lancar, apa lagi setelah mengetahui bahwa Max menyukai Diana, tentu saja membuat Nyonya Dessy selalu memperhatikan calon menantu idaman nya itu. Sudah tampan, muda, kaya lagi. Dan yang pasti ber-akhlak.


"Max, boleh foto bareng?" tanya Nyonya Selena tiba tiba saat mereka sedang menikmati makanan penutup mereka.


"Boleh, Tante" jawab Max dengan senang hati.


"Biar Mommy yang foto kan" kata Nyonya Leona dan Nyonya Selena tentu langsung memberikan ponsel nya itu. Ia melingkar kan tangan nya di pundak Max dan mendekatkan pipi nya ke pipi Max, sekarang mereka tampak seperti Ibu dan anak.


"Rasa nya menyenangkan ya punya anak bujangan begini" kata Nyonya Selena sambil memposting foto nya dan Max di media sosial nya, saat mengatakan hal itu Nyonya Selena tampak sedih, seolah ia memang merindukan seorang anak.


"Memang nya anak Tante masih kecil?" tanya Max dengan polos nya yang tentu saja langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang Mommy, sementara Nyonya Selena justru terkekeh walaupun kesedihan masih terpancar di mata nya.


"Dia meninggal saat usia nya 7 tahun, satu tahun setelah perceraian ku"


"Maaf, Tante" kata Max penuh penyesalan.


"Tidak apa apa, Max. Karena itu lah aku sayang sekali pada mu dan pada Xavier, aku selalu membuatkan mu kopi susu setiap hari karena kau suka itu. Melayani mu membuat ku merasa seperti melayani putra ku sendiri" kata nya yang membuat Max terharu, hati Max yang lembut memang mudah sekali tersentuh dan tanpa fikir panjang ia langsung menyenderkan kepala nya di pundak Nyonya Selena dan melingkar kan tangan nya di leher nya.


"Tante boleh kok menganggap ku putra sendiri, aku jadi sedih. Sekali lagi maaf ya, Tante" lirih nya.


"Tidak apa apa, Son. Hati mu lembut sekali, seperti mendiang ayah mu" kata Nyonya Selena sambil mengelus rambut Max dan tentu Max tidak masalah. Nyonya Leona dengan iseng mengambil gambar itu, moment yang tampak mengharukan.


...


Sementara di Cafe yang lain, Melissa sangat bersyukur dengan kehadiran Diana dengan begitu dia sibuk bergosip ria dengan Diana dan mengabaikan Alan. Diana bahkan juga mengajak Nyonya Rita berbicara sehingga Alan hanya bisa mendejadi pendengar celotehan para wanita di depan nya itu. Padahal Alan ingin makan malam ini berkesan, demi mendekati Melissa Alan bahkan rela mencari tahu latar belakang gadis itu dan rela menemui Nyonya Rita.


"Aku rasa kita sudah harus pulang, ini sudah malam" kata Melissa kemudian dan semua makanan di meja itu sudah habis di lahap oleh ketiga wanita yang duduk di meja itu, sementara Alan bahkan tidak mencicipi nya sedikit pun.


"Terima kasih traktiran nya, Alan" kata Diana sambil beranjak dari kursi nya dan dengan iseng ia mengusap pucuk kepala Alan "Kamu benar benar anak baik, Son" kata Diana lagi sambil terkekeh geli sementara Alan hanya bisa memasang wajah kesal nya, dan Melissa yang melihat moment langka itu langsung mengabadikan nya dengan kamera nya.


"Kami pulang dulu ya, Nak Alan. Terima kasih lho, makanan nya enak" kata Nyonya Rita sambil tersenyum tanpa dosa.


"Aku tidak tahu makanan nya enak, aku bahkan belum mencicipi nya" teriak Alan dalam hati.


"See you, boy..." kata Melissa sambil mengedipkan sebelah mata nya pada Alan dan bahkan ia melayangkan kiss bye pada sang cassanova sambil tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat Alan jengkel malam ini.


Sambil melangkah keluar dari cafe, Melissa dengan iseng memposting foto Diana dan Alan tadi.


...


Keesokan hari nya...


Ghiea kembali merasa mual mual dan ia tahu hari ini Xavier tidak akan membiarkan nya pergi bekerja. Bahkan sekali lagi mungkin Xavier akan menitipkan nya di rumah sang Mommy.


Ghiea masih merasa sangat mual bahkan setelah ia tak bisa memuntahkan apapun lagi, sementara Xavier langsung mengambil air hangat dan membawa nya ke kamar mandi untuk di berikan pada sang istri.


"Sweetheart, aku rasa kita harus ke rumah sakit saja, Sweetheart. Kenapa kamu mual terus?" tanya Xavier antara merengek dan cemas. Ia memijit tengkuk sang istri dengan lembut.


"Ini hal biasa, Xavier. Nama nya juga hamil muda" kata Ghiea sambil mengelap mulut nya yang basah.


"Tapi kita harus tetap ke rumah sakit, kita harus memeriksa keadaan mu. Siapa tahu nanti Dokter Merry bisa memberi mu obat anti mual"


"Honey..." Ghiea berbalik badan dan ia mengalungkan lengan nya pada leher Xavier dengan mesra. Kemudian Ghiea mengecup hidung mancung sang suami dengan gemas "tidak ada obat nya, Honey. Ini hanya beberapa waktu saja, nanti juga akan sembuh dengan sendiri nya..." ia berkata dengan begitu lembut membuat sang suami tersentuh.


"Tapi aku tidak tega melihat mu begini terus..." kembali Xavier merengek sembari merapikan rambut Ghiea yang mengganggu wajah cantik nya.


"Tidak apa apa, percaya sama aku. Semua wanita akan mengalami hal ini" kata Ghiea lagi "Dan sekarang aku mengidam lagi..."


"Emmm aku ingin makan ayam geprek"


"Ayam yang di goreng dan di ulek pakai cabe itu?"


"Memang nya kamu tidak pernah makan ayam geprek?"


"Tidak, aku melihat ada cabai nya jadi aku tidak tertarik sedikitpun" Ghiea terkekeh mendengar ucapan sang suami.


"Apa hari ini kamu sibuk?" tanya Ghiea kemudia dan Xavier langsung menggeleng sebelum mencumbu leher sang istri, menghirup aroma khas sang istri yang menjadi candu bagi nya.


"Rasa nya sudah lama sekali, Sweetheart. Apa bayi kita belum boleh di jenguk?" rengek Xavier yang membuat Ghiea tertawa kecil.


"Aku rasa belum dan aku benar benar tidak ingin melakukan nya, aku sedang mual begini" jawab nya sembari menyelipkan jari jari nya di rambut sang suami dan menarik nya pelan dan itu sungguh memberikan sensasi yang berbeda pada Xavier.


"Baiklah, aku mengerti, Sweetheart. Kalau begitu sebaik nya kita mandi sebelum mencari ayam geprek mu" kata Xavier.


"Aku janji akan memberi mu crazy ronde kalau sudah bisa" kata Ghiea yang tentu saja memmbuat kedua bola mata Xavier langsung berbinar terang.


"Benar ya?" pekik nya.


"Benar, Honey" jawab Ghiea sambil menoel ujung hidung sang suami.


...


Kini Xavier dan Ghiea sudah siap untuk mencari ayam geprek yang Ghiea mau, Xavier sudah menawarkan untuk memesan saja namun Ghiea tak mau dengan alasan ia tak ingin berada di apartement seharian.


Dan sekarang mereka sudah hendak masuk mobil namun Ghiea baru menyadari ponsel nya tidak ia bawa.


"Aku mau ambil ponsel dulu, Honey. Kamu tunggu di mobil" kata Ghiea.


"Kita ambil bersama, ayo..." ajak Xavier namun tentu saja Ghiea menolak.


"Tidak, aku bisa sendiri" kata Ghiea dan ia pun segera masuk ke lift sementara Xavier menunggu di mobil.


Lima belas menit telah berlalu namun istri nya tak juga kembali dan itu membuat Xavier khawatir, ia pun segera turun dari mobil dan hendak menyusul Ghiea namun Xavier melihat ada beberapa orang di sana yang tampak panik.


"Ada apa?" tanya Xavier bingung.


"Lift nya macet, Pak" kata salah satu orang di sana yang tentu saja membuat Xavier terkejut.


"Sejak kapan?" tanya Xavier kemudian dengan wajah yang sangat cemas, ia sangat takut bagaimana jika Ghiea ada di dalam.


"Sudah hampir 15 menit, Pak"


"APA??"


..........


...Mampir di novel SkySal yang terbaru, yuk....


...Judulnya : Varian Castanov - Revenge, Love, Trust....


...Dari judulnya, pasti ada konflik yang tak biasa dan pasti seru 'kan?...