
Diana
"Mel, belum jatuh cinta juga sama Alan?"
Melissa
"Amit amit, aku mau jatuh cinta nya sana pria yang baik"
Ghiea
"Aduh, Mel. Cinta itu bukan sesuatu yang bisa di targetkan, itu urusan hati. Pada siapa hati memilih, ya pada orang itu lah kamu akan melabuhkan cinta mu"
Melissa
"Tidur, malam. Apa lagi yang sudah punya suami, apa tidak di pakai oleh suami nya"
Ghiea
"Yang punya suami kan cuma aku, siapa nih yang mau nyusul duluan"
Diana
"Aku..."
Melissa
"Huh, beneran, Di?"
Ghiea
"Serius, Di?"
Diana
"Iya, aku mau melanjutkan hubungan ku dan Max ke jenjang yang lebih serius. Menurut kalian bagaimana, girls?"
Ghiea
"Itu ide yang bagus, Di"
Melissa
"Ehem ehem..."
Ghiea terlonjak kaget mendengar dehaman Xavier yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping nya, sedangkan Ghiea saat ini sedang berselonjoran di sofa.
"Eh, Honey..." kata Ghiea cengengesan.
"Kamu kenapa sih sejak tadi cuma mesem mesem?" tanya Xavier yang tampak kesal.
Padahal sejak beberapa menit yang lalu Xavier sudah berdiri di samping istri nya namun Ghiea terlalu fokus pada ponsel nya.
"Biasa, Melissa dan Diana" jawab Ghiea.
"Pasti kalian menggosipkan para lelaki ya..." tukas Xavier yang memasang raut wajah serius nya.
"Iya, tapi bukan aneh aneh kok, Honey. Emm kata nya Diana mau melanjutkan hubungan nya dengan Max ke jenjang pernikahan" jawab Ghiea sembari mengulurkan kedua tangan nya pada Xavier, Xavier yang mengerti maksud istri nya itu pun langsung menggendong Ghiea dan membawa nya ke kamar mereka. Ghiea melingkar kan lengan nya di leher sang suami dan mengecup rahang suami nya yang tegas itu beberapa kali.
"Kenapa, Sweetheart? Mau mancing, hm? Kita belum ke Dokter lagi lho, nanti Mommy marah kalau tahu cucu nya di kunjungi lagi" tukas Xavier yang membuat Ghiea terkekeh.
"Honey, aku boleh tanya?" tanya Ghiea manja. Kini Xavier sudah sampai di kamar meraka, ia menurunkan istri nya itu di ranjang dengan hati hati.
"Mau tanya apa, Sweetheart?" tanya Xavier kemudian ia pun berbaring di sisi sang istri, mengangkat kepala istri nya agar berbantalkan lengan nya.
"Waktu malam pertama kita, apa aku berteriak kesakitan?" tanya Ghiea dengan wajah yang merona, membuat Xavier langsung gemas dan mendaratkan kecupan singkat di sudut bibir sang istri.
"Iya, bukan hanya itu, kamu juga mencakar punggung ku dan pundak ku"
"Berarti sakit banget ya, kok bagian itu aku masih lupa ya"
"Memang nya sejauh ini kamu sudah ingat apa saja?"
"Hubungan kita waktu di sekolah dulu, terus masa masa setelah pernikahan. Tapi ya ingatan nya datang kayak mimpi gitu, terus datang nya cuma terbayang sekilas kayak potongan puzzle" tutur Ghiea yang membuat Xavier langsung menatap sendu istri nya itu.
"Pasti kecelakaan ku parah banget ya?" tanya Ghiea kemudian dengan lirih.
"Yeah, tapi sekarang semua nya baik baik saja. Orang orang terkasih di masa lalu mu ada di masa depan mu, Sweetheart. Jadi jangan terlalu memaksakan mengingat masa lalu, lebih baik kita fokus pada masa depan kita dan calon anak kita"
"Iya, Honey. Aku cuma penasaran dengan malam pertama kita, soal nya tadi aku, Melissa dan Diana menebak, apakah Max atau Diana yang akan berteriak di malam pertama mereka seperti kata Alan"
"GHIEA!!!!"