My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 41



Rumah Nyonya Liona kini sudah seperti bioskop, Melissa, Diana dan Max menonton film romantis yg bisa di bilang khusus dewasa, seharusnya itu tak masalah karena mereka semua sudah di atas 20 tahun.


Nyonya Liona juga menyediakan berbagai macam cemilan dan minuman untuk mereka, sementara Max dan Ghiea hanya ikut ikutan menonton apa yg mereka tonton. Hingga di film itu ada adegan ciuman yg terbilang cukup panas, Diana dan Melissa menatap nya melongo sambil mesem mesem, sementara Max menutup wajah nya dengan kedua tangan nya namun ia masih mengintip tayangan itu dari balik jari jemari nya.


Sementara Ghiea dan Xavier, kedua insan itu saling melirik, ada desiran hangat dalam diri mereka kala tayangan itu mengingatkan akan apa yang mereka lakukan.


"Kalau sudah ciuman sepanas itu, sudah pasti akan berakhir di ranjang" celetuk Diana seadanya yg membuat Melissa langsung melempar nya dengan bantal sofa.


"Diana kalau bicara suka sembarangan, tidak boleh lho, Di..." seru Max.


"Kan memang benar, Max..." sanggah Diana membela diri.


"Iya aku tahu itu juga benar, tapi kan sesuatu yg berhubungan dengan begituan tidak boleh di bicarakan. Malu..." gerutu Max.


"Oh, jadi kamu tahu itu benar?" tanya Diana dengan tatapan misterius nya "Tahu dari mana?" lanjut nya yg membuat Max memberengut.


"Aku kan dewasa, Di..." pekik nya.


"Usia mu saja yg dewasa, kau bahkan mungkin tidak pernah berciuman" ujar Diana lagi dengan enteng nya. Yg membuat semua orang terkekeh, termasuk Xavier.


"Siapa bilang aku tidak pernah ciuman, Ghiea pernah mencium ku, ya kan Ghiea?" tanya nya tiba tiba yg membuat semua orang melongo, terutama Xavier. Ia bahkan melotot sempurna pada Max seolah ingin mencabik cabik Max saat ini juga.


"Tidak mungkin Ghiea mencium mu..." kata Melissa.


"Kalau kamu tidak percaya, tanya saja pada Pak Xavier. Waktu itu ada Pak Xavier di apartement Ghiea...." kata Max dengan santai nya yg membuat Xavier semakin me radang. Nyonya Liona yg mendengar apa yg di katakan putra bungsu nya itu hanya bisa menahan senyum sambil meringis, apa lagi ia sangat mengenal putra sulung nya yg super posesif dan sangat cemburuan pada Ghiea.


Ghiea sendiri hanya bisa meringis sambil melirik Xavier yg seperti nya saat ini sudah tumbuh dua tanduk merah yg berasap di kepala nya. Xavier menggeram tertahan, dan mungkin saja gigi nya sudah muncul taring saat ini.


"Beneran, Pak? Ghiea mencium Max?" tanya Diana yg semakin membuat tanduk di kepala Xavier lebih besar dan seperti nya taring di gigi nya semakin panjang dan tajam.


Melissa mencubit paha Diana, memberi nya isyarat supaya diam. Namun Max semakin memperkeruh suasana.


"Sungguh, aku tidak bohong" kata Max meyakinkan.


"Max, sudahlah..." Sambung Nyonya Liona, sungguh ia merasa kasihan sekaligus takut melihat raut wajah Xavier saat ini.


"Tapi, Mom. Diana tidak percaya..." ucap Max.


"Hey, bocah...." seru Xavier dengan suara berat nya dan tatapan tajam nya pada Max "Jangan pernah kamu membicarakan itu lagi, atau ku potong lidah mu" ancam nya.


"Hiiii...." Max meringis ngeri, begitu juga dengan Diana dan Melissa.


"Ini sudah siang, kalian semua pasti sudah lapar. Jadi ayo makan..." seru Nyonya Liona untuk mengalihkan pembicaraan.


"Jangan terlalu banyak menonton film yg tidak ada guna nya seperti ini, Culun. Biar otak mu tidak berhenti berkembang" seru Xavier sambil berdiri dan ia menarik Ghiea supaya ikutan berdiri.


"Ayo makan..." ajak nya kemudian, dan dengan sangat terpaksa Max mematikan layar televisi nya itu yg padahal adegan di film itu sudah naik ranjang, tinggal melakukan aksi selanjutnya. Max menghela nafas berat, dan mengekori Ghiea juga Xavier ke meja makan, begitu juga dengan Diana dan Melissa.


"Hey, jangan jangan dekat Ghiea..." seru Xavier saat Max mensejajarkan langkah nya dengan langkah Ghiea.


"Sampai segitu nya, padahal kau punya istri sendiri di rumah" celetuk Max yg langsung mendapatkan hadiah jeweran oleh Xavier. Sementara Ghiea sempat terhenyak mendengar apa yg di katakan Max, karena itu benar ada nya.


"Sudah, jangan dengarkan Max. Sebaiknya kita makan, aku sudah lapar" kata Xavier yg menyadari perubahan raut wajah Ghiea.


Saat Max kembali melangkah, tiba tiba Diana menarik celana nya membuat Max terkejut dan secara otomatis yg ia berhenti melangkah.


"Aduh, apa sih, Di?" gerutu nya.


"Jangan bicara soal istri..." bisik Diana "Pak Xavier cinta nya sama Ghiea, dan istri nya juga selingkuh. Kasihan juga kan Ghiea jadi tersinggung" ucap nya.


Max diam sejenak sebelum akhir nya ia mangut mangut mengerti.


Semua nya berkumpul di meja makan, Nyonya Liona menyiapkan makanan yg sangat enak. Dan semua orang menyukai nya, terutama Xavier. Ia makan dengan sangat lahap, bahkan beberapa kali ia nambah. Xavier sangat ingin tahu rasa nya di masakin oleh Mama nya, seperti teman teman nya yg lain, namun sejak usia nya 3 tahun, Xavier sudah hidup tanpa Mama nya karena Mama nya telah bercerai dengan Papa nya. Bahkan tak lama kemudian saat itu Papa nya juga meninggal karena kecelakaan.


Nyonya Liona yg melihat Xavier makan dengan sangat lahap seketika merasa ingin menangis, ia telah gagal menjadi ibu. Ia telah membuat Xavier kehilangan sosok yg paling penting dalam hidup nya.


"Mau tambah lagi, Xavier?" tanya Nyonya Liona, Xavier mengangguk sambil tersenyum, ada raut kebahagiaan di wajah nya. Untuk pertama kali nya setelah sekian tahun, akhirnya kini ia makan bersama ibu nya, istri nya dan bonus adik Culun nya.


"Mom, aku juga mau..." Max meminta dengan sangat manja, membuat Diana meringis, dalam hati ia berkata entah perempuan malang mana yang akan mendapatkan Max nanti sebagai suami nya.


Setelah makan, saat nya Nyonya Liona mengeluarkan makanan penutup, puding Chia dengan susu Almond yg membuat semua nya kegirangan.


"Ya ampun, Tante pintar masak. Emmmm puding nya segar, enak, perfect" kata Diana.


"Ya dong, Mama ku gitu" sambung Max "Nanti kalau aku menikah, aku mau menikah sama wanita yg seperti Mom, pintar masak" imbuh nya yg membuat Xavier tersenyum tertahan. Adik nya tampak sangat bahagia meskipun hanya hidup berdua dengan Nyonya Liona. Max tetap ceria dan hangat.


"Bagaiamana dengan Diana?" tanya Xavier menggoda, sambil menikmati puding nya. Ghiea juga tampak nya sangat suka pudding itu.


"Tidak, Diana itu jauh dari Mom, Diana seperti urakan..."


"MAX..." geram Diana. Sementara yg lain nya tertawa geli


"Maksud ku, Diana itu bukan nya tidak cantik, hanya saja dia tidak anggun sebagai wanita" kata Max cepat sebelum Diana mencubit pipi nya lagi.


Xavier kembali tersenyum tertahan, dan melihat Max dan Diana, membuat Xavier berdoa dalam hati, semoga saja mereka jodoh. Supaya Max tidak mendekati Ghiea nya. Dan supaya Max tidak Culun lagi, karena seperti nya Diana wanita yg cocok untuk itu.