My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 53



Granny Kelly dan Clara, juga seorang pria yang kata nya adalah seorang yang bisa membobol password apartement, password hp, laptop, komputer dan sebagai nya ikut serta, tentu atas perintah Granny Kelly dan juga imbalasan yang cukup membuat mata siapapun berbinar.


Mereka sudah sampai di lantai 15,mereka keluar dari lift dan melangkah cepat menuju apartemen 107.


"Gila, kalau sampai benar Xavier menempatkan Ghiea di sini. Aku akan tuntut dia karena sudah selingkuh, melakukan perzinahan, merampas, penipuan..." racau Clara yang sudah sangat kesal, apa lagi melihat kalau apartement itu memang pasti sangat mahal dan hanya di tempati oleh para sultan dan billionaires


"Kita hancurkan saja nanti hidup nya..." kata Nenek yang berusia 70 tahun lebih itu.


Sementara si pria kini melakukan sesuatu di laptop nya, kemudian ia mencoba menekan tombol passwords itu. Percobaan pertama gagal, percobaan kedua gagal lagi.


"Ini apartement milik para Billionaires, tentu saja takkan bisa dengan mudah meretas sistem keamanan nya" ujar Clara.


"Aku punya orang dalam, jangan khawatir..." ujar pria itu.


"Cepat lakukan..." titah Granny Kelly.


Pria itu pun kembali melakukan nya dan di percobaan ketiga ini ia pun berhasil membuka nya.


Dengan emosi yang meluap dan menggebu gebu Clara dan Granny Kelly masuk ke apartement itu.


"Ghiea..." teriak Clara.


"Ghiea, keluar kamu" teriak nya lagi.


Kedua mata Clara mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut apartement yang benar benar mewah itu. Begitu juga dengan Granny Kelly yang begitu jeli memperhatikan setiap apartement itu dan memang terlihat kalau apartement itu di huni.


"Apa sih, ribut ribut..."


Clara dan Granny Kelly langsung menoleh mendengar suara itu dan kedua nya melongo melihat Diana yang muncul dengan rambut yang acak acakan dan tubuh nya terbalut dengan selimut putih polos itu.


"Diana, kenapa ada kamu di sini?" tanya Clara heran.


"Kamu yang kenapa ada di sini?" pekik Diana menampilkan wajah marah nya.


Sementara Granny Kelly tampak bingung melihat Diana ada di apartement itu.


"Ini kan apartement Xavier, jangan jangan kamu juga selingkuhan Xavier ya?" tuduh Clara dan ia sudah mengambil ancang ancang untuk menyerang Diana namun tiba tiba terdengar suara berat seorang pria dari dalam.


"Siapa, Honey?"


Clara dan Granny Kelly melotot sempurna dan mulut mereka juga menganga lebar melihat siapa pria itu.


"MAX????"


...


Dua jam sebelum nya...


Diana, Melissa dan Ghiea memutuskan untuk makan di restaurant favourite mereka setelah dari sekolah tadi. Seperti biasa, acara gosip mereka lebih banyak menyita waktu mereka di bandingkan dengan acara makan mereka. Dan setelah makan, mereka pergi berbelanja, kata nya shopping itu bisa mengubah mood wanita yang sedang rusak. Dan mereka sedang berusaha mengembalikan mood Ghiea.


"Andai saja ya aku punya kalung Harmonie yang bisa memutar waktu..." khayal Ghiea yang membuat kedua sahabat nya terkekeh.


"Yang pasti, aku ingin kembali ke waktu sebelum aku kecelakaan. Aku tidak akan membiarkan Ibu ku mati karena itu, aku akan menyelamatkan nya" tukas Ghiea mengabaikan Melissa yang sejak tadi mencari Shall baru nya.


"Terus bagaimana dengan Pak Xavier? Kamu tidak penasaran begitu dengan siapa dia sebenarnya?" tanya Melissa yang kini sudah duduk tegak setelah memastikan semua barang yang di beli nya lengkap ada di dalam paper bag paper bag itu.


"Ya aku juga penasaran sih, apa lagi saat dia menyentuh ku itu rasanya seperti tidak asing dan juga tidak sakit .."


"Dia MENYENTUH mu dan TIDAK SAKI?" pekik Diana tiba tiba yang membuat Melissa dan Ghiea tersentak.


"Turunkan nada bicara mu, Di. Bisa pecah gendang telinga ku..." gerutu Ghiea cemberut.


"Tunggu.. Tunggu..." Diana menginjak rem karena saat ini meraka sedang berada di lampu merah, Diana menoleh pada Ghiea dan menatap Ghiea dengan begitu serius


"Apa maksud mu menyentuh dan tidak sakit?" tanya Diana mendesis dan pertanyaan Diana itu berhasil membuat Ghiea salah tingkah, tentu karena ia menyadari telah kelepasan bicara dan sekarang ia tak tahu bagaimana cara nya mengelak.


Ghiea melirik kedua sahabat nya itu bergantian, Melissa hanya memicingkan mata nya pada Ghiea, seolah bertanya apa maksud Ghiea. Sementara Diana, gadis berambut pirang ini menatap Ghiea seperti orang yang menunggu pengumuman lotre. Ghiea hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah.


"Sudah lah, jangan di bahas..." seru Melissa kemudian "Lagian kita sama sama dewasa kan? Pria dewasa dan wanita dewasa tinggal di bawah satu atap, seharusnya kita tidak terkejut kan kalau terjadi yang begituan..." tukas nya.


"Bukan begitu, Mel..." Ghiea langsung menundukkan kepala nya, ia merasa malu kepada kedua sahabat nya itu.


"Ghe, sudah jangan di fikirkan. Jangan malu juga sama kita, ya kan, Di?" Melissa menatap Diana yang masih tampak sangat penasaran dengan cerita Ghiea "Kita tahu kok, kamu itu wanita baik baik..." ujar Melissa yang membuat Ghiea terharu.


"Aku rasa aku bukan wanita baik baik, Mel. Karena kalau memang aku wanita baik baik, seharusnya aku bisa menolak saat dia menyentuh ku. Tapi tidak tahu kenapa, aku tidak bisa menolak nya padahal dia tidak memaksa ku" lirih Ghiea.


"Sudah lah, jangan di bahas lagi.." ujar Melissa, sementara Diana masih menatap Ghiea lekat lekat hingga terdengar suara klakson dari mobil yang ada di belakang mereka.


Diana baru menyadari kalau lampu lalu lintas sudah berubah hijau, ia menoleh saat kembali terdengar klakson dari mobil yang ada di belakang nya dan Diana mengerutkan kening nya saat menyadari siapa pemilik mobil itu.


Ia pun langsung tancap gas namun tak memberikan jalan untuk mobil yang kini berjalan di belakang nya.


"Apa sih, Di?" tanya Ghiea karena Diana menyetir ugal ugalan.


"Itu, sih culun... " seru Diana.


Sementara itu, Max menggeram kesal karena ia tahu mobil yang menghalangi nya itu mobil Diana. Max menekan klakson berkali kali, supaya Diana berhenti main main. Tapi tiba tiba Diana malah berhenti membuat Max langsung menginjak rem juga.


"Kenapa berhenti, Di?" tanya Melissa heran.


"Culik si culun yuk..." ajak Diana dengan wajah girang.


"Gila kau ya...?" pekik Ghiea namun kedua sahabat nya itu langsung turun dari mobil.


Max melihat Diana dan Melissa turun dari mobil nya, ia pun turun juga dan tak lupa Max memasang wajah galak nya walaupun itu justru terlihat sangat imut dan lucu di mata kedua gadis cantik ini.


"Kalian itu ap....hmmmppll" Max memberontak saat tiba tiba Diana malah membungkam mulut nya dengan tangan nya sementara Melissa mengikat tangan Max ke belakang dengan sebuah shall.


"Diam, kita mau culik kamu, anak manis" goda Diana sambil terkekeh.