
Sesampainya Xavier di rumah nya, ia langsung turun dan masuk ke dalam rumah nya. Sementara Max dan Mommy nya tetap menunggu di mobil.
"Dimana Granny?" tanya Xavier pada asisten rumah tangga nya.
"Ada apa, Xavier?"
Granny Kelly turun dari tangga dengan senyum miring yang tercetak di bibir nya yang terpoles lipstik merah menyala itu. Sementara di tangan nya, ia memegang sebuah amplop berwarna cokelat.
"Dimana Ghiea?" tanya Xavier menggeram marah, ia sudah tidak lagi memperlihatkan sikap sopan nya pada Nenek nya itu.
"Ghiea? Ghiea siapa? Ghiea yang mana?" tanya Nenek nya dengan tenang. Ia mendaratkan bokong nya di sofa panjang yang mahal itu dan meletakkan amplop cokelat itu di meja.
"Jangan pura pura, Granny" tegas Xavier "Aku tahu kamu tadi ke apartement kami dan kamu membawa Ghiea" seru nya lantang.
"Apa yang kau bicarakan??" Nenek nya masih bertanya dengan tenang.
"Seharian ini aku di rumah" ucap nya lagi yang membuat Xavier semakin meradang.
"Granny..." geram nya, ia memukul sandaran sofa tepat di samping Granny Kelly dan itu berhasil membuat Granny Kelly terkesiap "Katakan dimana istri ku...!!!" seru nya penuh penekanan.
"Istri mu Clara, dan Ghiea sudah mati" desis Nenek nya penuh penekanan.
"Ghiea masih hidup dan aku tahu dia bersama mu" seru Xavier kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dan menunjukkan rekaman cctv yang di depan apartement Ghiea. Granny Kelly terlihat sedikit terkejut, namun kemudian ia menampilkan senyum tak berdosa nya dan bertanya.
"Kenapa kamu membohongi ku, Xavier?" tanya nya kemudian "Bukan hanya aku, kamu juga membohongi seluruh dunia dengan memalsukan kematian Ghiea" tukas nya.
"Aku tidak perduli..." teriak Xavier marah "Aku rela menipu Granny bahkan seluruh dunia ini untuk Ghiea, sekarang beritahu aku dimana Ghiea atau...."
"Atau????" Granny Kelly langsung berdiri dan menatap Xavier tepat di manik mata hitam cucu nya itu.
"Jangan sampai aku lupa bahwa kau Nenek ku!!!" desis Xavier.
"Jangan kurang ajar kamu, Xavier..." seru Nenek nya kemudian "Kamu melawan orang tua yang sudah merawat mu ini demi gadis miskin itu?" ia setengah berteriak, amarah Xavier semakin terpancing namun ia berusaha menahan nya. Karena Xavier sangat mengenal Nenek nya itu, semakin ia di lawan, semakin sang Nenek menjadi jadi.
"Aku tidak bermaksud melawan mu, Granny..." lirih Xavier kemudian "Aku hanya mencintai nya, aku tidak bisa hidup tanpa nya. Aku mohon mengerti lah..." melas nya namun Nenek nya itu menggeleng tegas.
"Apa susah nya melupakan wanita itu, Xavier?" seru nenek nya kemudian "Kamu sudah punya Clara, dia lebih dari segala nya buat kamu" Xavier terdiam sejenak dengan raut wajah yang datar namun setelah beberapa saat, sudut bibir nya terangkat membentuk sebuah seringai.
"Aku tidak butuh pelacur seperti Clara" desis Xavier yang membuat kedua mata Nenek nya langsung melotot sempurna, rahang nya mengeras dan ia menggertakan gigi gigi nya.
"Kamu..." ia mengangkat tangan nya namun hendak menampar Xavier namun tiba tiba sebuah tangan yang lain menangkap pergelangan tangan nya. Granny Kelly menganga lebar melihat siapa yang saat ini menyelamatkan cucu nya dari tamparan kemarahan nya.
"Leona..." bibir tipis nya itu menggumamkan nama mantan menantu nya dengan sangat tak percaya.
Sementara Nyonya Leona, ia hanya tersenyum sinis dan menghempaskan tangan mantan mertua nya itu dengan kasar.
"Kau..." Granny Kelly bahkan tak bisa berkata kata.
"Iya, ini aku..." kata Nyonya Leona, sementara Xavier hanya memasang wajah dingin nya pada Nenek nya itu "Dan aku, tidak akan pernah membiarkan mu mengangkat tangan kotor mu itu pada putra ku" tegas nya.
"Kami bahkan saling menjaga" jawab Xavier dingin.
Granny Kelly terlihat sangat marah sekarang, ia mengambil amplop yang dia bawa dan menyerahkan nya pada Xavier.
"Tanda tangani surat cerai itu..." desis Granny yang membuat Xavier melotot terkejut, dengan tergesa gesa ia segera membuka isi amplop itu yang ternyata isi nya memang surat cerai diri nya dan Ghiea. Bahkan sudah ada tanda tangan Ghiea di sana, membuat jantung Xavier seperti berhenti berdetak sesaat.
"Dimana istri ku?" teriak Xavier yang kembali terpancing emosi nya.
"Dia akan hidup jika status nya sudah menjadi mantan istri Alexavier Anson" desis sang Nenek tajam.
"Kamu...." Xavier sudah benak kembali melawan namun tiba tiba Mommy nya mencegah nya.
"Tapi, Mom..." Xavier menatap Ibu nya itu tak percaya.
"Sekarang keselamatan Ghiea yang terpenting, Xavier..." kata Nyonya Leona.
"Tapi..." kemudian Nyonya Leona menatap mantan Ibu mertua nya itu dengan tajam "Tunjukkan dulu pada kami, dimana Ghiea?" tanya nya.
"Benar..." sambung Xavier "Tunjukkan pada ku kalau Ghiea baik baik saja, baru setelah Itu akan aku lakukan apa yang kau mau" tegas nya.
Kemudian Nenek nya itu mengambil ponsel nya, ia menunjukkan foto dimana Ghiea sedang tak sadarkan diri.
"Kamu apakan istri ku?" tanya Xavier yang sudah semakin kalap.
"Dia hanya pingsan, aku memberi nya obat bius" ujar nya.
"Tidak, aku harus memastikan dulu dia baik baik saja" seru Xavier yang juga memancing emosi Nenek nya.
"Haruskah aku buat dia seperti 5 tahun yang lalu?" seru Nenek nya marah "Aku hanya meminta mu tak menjadikan nya istri, Xavier. Dia itu wanita miskin, kampungan, tidak pantas bersaing dengan mu" tegas nya yang justru membuat Xavier kembali tersenyum sinis.
"Kau benar..." kata Xavier kemudian "Kalau begitu apa beda nya dengan mu? Kau juga dulu miskin, kampungan, Kakek ku lah yang membuat mu menjadi orang kaya" desis Xavier kemudian ia merobek surat cerai itu dengan penuh amarah.
"Jika terjadi sesuatu pada Ghiea, kau akan membusuk di penjara" ancam Xavier namun Nenek nya itu tidak sedikit pun terlihat takut dengan ancaman cucu nya itu.
"Mau memenjarakan ku?" tanya nya sinis.
"Silahkan saja, jika kau bisa..."
Xavier segera menarik Mommy nya untuk pergi dari sana dengan emosi yang menggebu.
Sementara di atas, ada Clara yang menguping pembicaraan mereka dan Clara sangat terkejut karena mengetahui ternayata Xavier dan Ghiea adalah suami istri. Dan ia juga sangat terkejut ketika tahu bahwa Nenek nya menculik Ghiea, hal itu membuat Clara khawatir dan takut.
Clara merasa, Nenek nya adalah seorang psycho yang terobsesi dengan kekayaan dan Clara bisa melihat dan merasakan nya secara langsung. Apa lagi ia tinggal satu rumah dengan Nenek nya itu, yang membuat Clara sangat sadar betapa materialitis nya sang Nenek, adalah dengan tega nya sang Nenek mengorbankan kebahagiaan Xavier dan juga Clara hanya demi menguasai harta Xavier.
"Benar benar tidak aku sangka..." gumam Clara. Namun mengingat Nenek nya menculik Ghiea, membuat Clara penasaran dimana Nenek nya menyembunyikan Ghiea.
"Aku harus menemukan Ghiea, tapi apa yang harus aku lakukan nanti pada nya? Aku sangat mencintai Xavier, aku harus menyingkirkan Ghiea. Aku tidak perduli soal warisan, yang penting aku dapatkan Xavier"