My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 133



"Sweetheart, aku sudah mengurus keberangkatan kita ke Paris" kata Xavier yang saat ini baru selesai mandi. Sedangkan Ghiea sudah menunggu nya di atas ranjang, berpose seksi apa lagi ia memakai lingerie berwarna merah menyala seolah ingin menantang Xavier.


"Tapi kan kita belum tanya ke Dokter apa boleh melakukan penerbangan" kata Ghiea.


"Kalau menjenguk bayi kita boleh..." kata Xavier dan ia langsung menyerang bibir Ghiea dengan rakus, handuk yang tadi melilit di pinggang nya kini ia tanggal kan menampilkan senjata nya yang sudah siap tempur.


"Boleh karena... Egh.... Pengen..." jawab Ghiea di tengah cumbuan sang suami yang langsung meningkatkan hasrat nya.


"Habis nya aku sudah tidak tahan..." kata Xavier kemudian ia merobek lingerie sang istri yang justru semakin meningkatkan hasrat kedua nya.


"Ugh, pelan pelan, Honey. Nanti baby kita shock..." kata Ghiea yang saat ini menjalani jari jari lentik nya di pinggul sang suami


"Iya, Sweetheart. Lagi pula aku yakin Baby kita akan mengerti kebutuhan Daddy nya" jawab Xavier dengan nafas yang memburu. Ia memposisikan diri nya di antara sang istri, sudah cukup lama Ghiea tak melakukan nya dan entah mengapa sekarang Ghiea merasa gugup. Apa lagi jika mengingat Xavier terkadang tak bisa mengontrol diri saat ia berada di dalam diri nya.


Perlahan Xavier menurunkan diri nya yang membuat sang istri mengerang tertahan dengan mata yang terpejam, kedua tangan nya melingkari leher Xavier dan memeluk nya dengan erat.


"Kamu gugup seperti perawan saja, Sweetheart. Ugh..." kata Xavier di tengah erangan nikmat nya.


"Hehe, emm enak nya..." kata Ghiea kemudian setelah suami nya itu menenggelamkan seluruh nya di dalam inti Ghiea.


"Haha, enak sweetheart? Tadi saja kau terlihat gugup"


"Aku takut kamu tidak bisa mengendalikan diri"


"Emmh, dia berdenyut"


"Kau suka?"


"Tentu saja, aku sangat suka. Ogh, ini benar benar..." Xavier tak bisa melanjutkan kata kata nya di karenakan pergerakan nya yang semakin cepat. Kedua nya hanya bisa mengerang, suara penyatuan mereka terdengar di seluruh penjara kamar sementara suara teriakan nikmat mereka bahkan sampai terdengar ke luar kamar.


Sedangkan Max, ia menutup telinga nya dengan wajah yang merengut sempurna.


Tadi nya ia turun karena haus, tapi saat berjalan hendak ke dapur, ia malah mendengar suara suara horor itu.


"Dasar mereka!!!" gerutu Max "Memang nya tidak bisa diam apa? Atau kecilin volume nya kek" ia terus menggerutu sembari berjalan ke dapur, mengisi botol minum nya dan kemudian berlari ke kamar nya masih dengan menutup telinga nya.


Sesampainya di kamar nya, Max langsung menutup pintu nya dengan kasar hingga menimbulkan suara gebrakan yang sampai terdengar ke kamar Mommy nya yang ada di samping kamar nya.


"Si Max kenapa?" gumam Nyonya Leona dan ia bergegas memeriksa putra bungsu nya itu.


Nyonya Leona mengetuk pintu kamar Max dan tak lama kemudian Max membuka pintu nya dan memperlihatkan wajah kesal nya.


"Ada apa, Max?" tanya sang Ibu dengan raut wajah heran.


"Itu, Mom. Ada suara horor dari kamar Ghiea dan Xavier, hiiii ngeri, Mom" ujar Max bergidik ngeri.


"Suara horor bagaimana? Ada hantu?" tanya sang Mommy.


..........


...Mampir juga di cerita Sky yang berjudul Lentera Don Gabriel Emerson, tentang seorang Don Mafia yang bernama Gabriel, ia menikah dengan cucu seorang kiai yang bernama Zeda Firdaus, gadis berusia 18 tahun yang cantik, polos, bar-bar dan tentu pemberani....


...Judul : Lentera Don Gabriel Emerson. ...


...Status :Tamat ...


...Cuplikan... ...


Firda berlari memasuki rumah, ia menaiki anak tangga dengan tidak sabar ingin segera bertemu dengan Gabriel.


Firda membuka pintu kamarnya dan ia mendapati Gabriel yg meringkuk di tepi ranjang, membelakangi nya.


Firda langsung masuk dan ia merangkak naik ke atas ranjang, membuat Gabriel tersentak kaget dan langsung menolehkan kepala nya.


Firda melihat wajah Gabriel sembab, airmata bahkan masih mengalir di sudut mata Gabriel. Gabriel menangis untuk pertama kalinya dan itu membuat hati Firda tercubit, dadanya terasa sesak melihat kelemahan sang suami.


Sementara Gabriel yg melihat Firda kembali merasa tidak percaya dan ia hanya tercengang, menganggap semua ini hanya mimpi.


Tanpa berbicara sedikitpun, Gabriel mengangkat kepalanya dan meletakkannya di pangkuan Firda. Sekalipun ini hanya mimpi, setidak nya Gabriel masih bisa melihat Firda dan menghirup aroma sang istri.


Namun saat ia merasakan Firda mendekap nya dan mencium ubun ubun nya berkali kali, Gabriel tahu ini bukan mimpi apa lagi saat air mata Firda jatuh memabasahi kening nya.


"Kamu kembali... '' entah itu pertanyaan atau pernyataan, namun Gabriel berkata dengan begitu lirih dan penuh haru. Ia mendesakan wajahnya di perut Firda dan Firda mendekap sang suami dengan erat.


Keduanya sama sama tak berbicara dan hanya terdengar suara tangisan yang semakin lama semakin mereda.


Firda masih mendekap Gabriel dan masih terus menghujani kepala dan kening suaminya itu dengan ciuman dan kecupan.


"Jangan meninggalkan ku..." lirih Gabriel akhirnya sambil menghirup aroma sang istri, ia melingkarkan tangannya di pinggang Firda dengan erat.


"Aku mencintaimu..." ucap Firda yg membuat Gabriel langsung mendongak, menatap Firda tak percaya. Pupil matanya melebar dan bibir nya sedikit terbuka, Gabriel merasa ia sedang bermimpi atau berhalusinasi sekarang. Namun pemikiran itu musnah saat ia merasakan tangan mungil Firda membelai pipinya dan menghapus air matanya dengan begitu lembut.


"Aku ingin meninggalkan mu, aku takut pada mu" ucap Firda masih menghapus air mata Gabriel dan kemudian membelai rambut Gabriel


"Tapi aku mencintai mu, aku tidak bisa pergi karena aku mencintaimu. Aku tahu aku bisa saja mati karena mu, tapi tetap saja hati ku meneriakan cinta untuk mu" tutur nya yg membuat jantung Gabriel seperti akan melompat dari tempat nya dan ia masih tercengang, mencoba mencerna apa yg sedang di ungkapkan istri nya.


"Dan karena aku mencintaimu, aku tidak akan pergi dari sisi mu. Aku akan bertahan semampu ku di sisi mu, asalkan jangan pernah kamu kembali pada dunia hitam itu"


Gabriel langsung menganggukan kepalanya dan ia menarik tangan Firda yg masih setia membelai nya, Gabriel mengecup tangan Firda berkali kali dan mata nya kembali terasa panas. Air mata kembali meluncur bebas dari sudut matanya.


...Penasaran kisah selengkapnya? Cek yuk, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 😘...