
"Max..." teriak Nyonya Leona sembari berjalan masuk ke kamar Max, ia mendengarkan pandangan nya namun tidak menemukan putra bungsu nya itu di sana.
"Max, kamu di kamar mandi?" tanya Nyonya Leona yang kini berjalan ke kamar mandi.
"Iya, Mom..." teriak Max dari dalam kamar mandi.
"Cepat mandi nya, Max. Malam ini kita makan malam di luar ya..." seru Nyonya Leona lagi.
"Malas, Mom. Mau di rumah saja..." Max kembali berteriak dari dalam.
Max saat ini sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk sebelum akhirnya melilitkan handuk nya itu di pinggang nya, setelah itu pun keluar dari kamar mandi dan ia melihat Mommy nya yang sudah menunggu nya.
"Jangan malas dong, Max. Mommy ada janji sama teman, Xavier dan Ghiea juga mau ikut" kata Nyonya Leona.
"Tapi aku benar benar malas keluar rumah, Mom" Max merengek sembari membuka lemari, ia menarik kaos oblong yang di lipat dan itu membuat baju yang tersusun rapi itu langsung berantakan. Max menutup lemari nya tanpa rasa bersalah karena susunan baju nya sudah sangat berantakan.
"Kenapa? Karena masalah lady Diana?" tanya Nyonya Leona sambil memicingkan mata nya pada putra bungsu nya itu. Sementara Max tak mampu berkata apa apa lagi, karena ia memang menjadi bad mood gara gara Diana yang terus mengacuhkan nya.
"Ghiea dan Xavier sudah bercerita semua nya sama Mommy" kata Nyonya Leona dan ia mendaratkan bokong nya di tepi ranjang.
"Sudahlah, Mom. Aku kan sudah dewasa, ini masalah pribadi ku" kata Max.
"Max..." Ghiea pun menyusul ke kamar Max dan Ghiea sudah sangat cantik dengan dress berwarna biru langit yang membalut tubuh nya.
"Ayo, Max. Kita mau makan malam di luar, kamu tidak mau ikut?" ajak Ghiea.
"Aku malas, Ghe..." jawab Max malas.
"Ayo lah, Max. Kalau kamu makin diam di rumah semakin galau nanti..." kata Ghiea membujuk. Max terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk malas.
"Memang nya mau makan malam sama siapa sih, Ma?"
"Sama teman SMA, Mama. Nama nya Dessy, sudah lama sekali Mama tidak bertemu dengan dia" kata Nyonya Leona.
..........
"Ma, sudah belum?" tanya Diana yang sudah rapi dengan penampilan casual nya.
"Iya, Di. Sudah..." jawab Mama nya sambil berjalan menghampiri Diana yang duduk di sofa. Malam ini mereka berdua akan makan malam di luar karena sang Mama ada janji dengan teman lama nya lama nya.
"Memang nya teman Mama orang kaya ya?" tanya Diana sembari berjalan keluar, tak lupa ia mengunci rumah nya.
"Iya, dulu dia menikah sama orang kaya. Terus cerai entah kenapa, tapi pas nikah lagi dapat orang kaya juga" kata sang Mama.
Kedua masuk ke dalam mobil, dan setelah memasang seat belt, Diana pun menyalakan mobil nya dan menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Teman Mama itu orang nya cantik sekali lho, Di. Dia sudah berusia 40 tahun lebih tapi masih sangat cantik dan tubuh nya terawat. Kalau kamu ketemu dia, nanti kamu pasti mengira dia itu masih gadis" kata Mama nya sambil membenarkan make up nya yang menurut nya kurang rapi.
"Hemm" jawab Diana yang masih fokus menyetir.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di restaurant yang mereka tuju, Diana langsung memarkirkan mobil nya dan setelah itu ia bersama Mama nya pun turun dari mobil.
Mereka langsung masuk namun saat di dalam, Diana malah kebelet ingin buang air besar.
"Ke toilet dulu, Ma. Urgent nih..." kata Diana yang membuat Mama nya berdecak kesal.
"Kenapa tidak dari tadi pas di rumah saja sih, Di?" gerutu sang Mama.
"Nama nya juga panggilan alam, Ma. Mana bisa di tebak" jawab Diana sambil melenggang pergi ke toilet. Sementara sang Mama mengedarkan pandangan nya hingga ada seorang wanita yang melambaikan tangan pada nya.
"Dessy..." teriak salah satu wanita yang langsung berdiri dari kursi nya.
Teriak Mama nya Diana dan ia melangkah cepat menghampiri dua teman lama nya itu.
Kedua wanita sebaya namun beda casing itu langsung berpelukan, mereka bahkan langsung berceloteh ala ala ibu kompleks yang sampai menarik perhatian beberapa pengunjung di sekitar nya.
"Kamu sudah lama sampai nya? Maaf ya, Jeng. Tadi di jalan macet, apa lagi yang nyetir putri ku. Dia hati hati dan pelan pelan" kata Nyonya Dessy.
"Oh, tidak apa apa. Oh ya, kata nya Leona juga mau datang. Aku penasaran seperti apa dia sekarang, setelah lulus SMA dia hilang kabar" kata Nyonya Dessy sambil mendarat kan bokong nya di salah satu kursi di sana.
"Iya dong, Leona sudah di jalan dan sekarang dia sudah jadi wanita hebat, punya dua putra luar biasa yang memimpin perusahaan. Aku bahkan bekerja di perusahaan nya menjadi sekretaris putra bungsu nya" kata Nyonya Selena yang tentu saja membuat Nyonya Dessy kagum.
"Kamu masih terlihat muda sekali, Sel. Bisa di taksir sama putra nya Leona kamu"
"Haha, bisa jadi. Karena dia memanggil ku 'Selena' dan dia seperti nya tidak tahu kalau aku aku seusia dengan Ibu nya. Itu sih juga bagus, jdi tidak ada nepotisme di perusahaan, aku bekerja sebagai mana pekerja dan dia memperlakukan ku sebagaimana pekerja. Meskipun aku sahabat Ibu nya dan usia ku jauh lebih tua dari nya, aku selalu memanggil nya 'Sir' "
"Wah, aku jadi penasaran dengan putra Leona itu. Dia tampan tidak? Punya pasangan? Siapa tahu cocok sama putri ku"
"Dua putra Leona sangat tampan, yang sulung sudah punya istri dan bikin heboh dunia dengan kisah cinta nya dan istri nya, apa lagi drama keluarga nya di sajikan di pesta ulang tahun nya. Kalau putra bungsu nya masih jomblo, tapi aku dengar dia menaruh hati pada salah satu karyawan perusahaan "
"Oh begitu, mereka bos ya, pasti banyak yang naksir"
"Ya begitu lah"
"Eh, tapi kok kamu masih kelihatan muda sekali sih? Pasti perawatan mu mahal ya?"
"Haha, tidak juga. Tapi kan aku memang begini sejak dulu, aku juga memang suka berpenampilan seperti anak muda apa lagi sejak suami ku selingkuh sama teman kantor nya"
"Sekarang suami mu pasti menyesal ya setelah melihat mu begini"
"Yah, aku berharap dia menyesal. Kecantikan mah bisa di ciptakan. Tapi ketulusan hati itu sebuah anugerah, Sayang nya lelaki lebih mementingkan kepuasan mata nya dari pada kenyamanan hati nya"
Dan kedua nya pun sama sama tertawa, karena kedua nya sama sama korban perselingkuhan suami. Dan bersamaan dengan itu, yang mereka tunggu tunggu datang.
Nyonya Leona beserta dua putra nya dan menantu nya.
"Ghiea?" pekik Nyonya Dessy yang mengenali Ghiea sebagai sahabat putri nya.
"Tante Dessy?" Ghiea juga memekik terkejut.
"Selena?" Max tak kalah terkejut nya melihat sekretaris nya ada di sini, begitu juga dengan Xavier yang tak menyangka sahabat Mommy nya ternayata Ibu nya Diana.
"Haha, pada kaget semua" Nyonya Leona tertawa geli.
"Duduk dulu, Max. Biar Mommy jelaskan siapa Selena dan di luar kantor, sebaiknya kamu panggil dia Tante karena dia seusia dengan Mommy mu ini"
"Ayo, Son. Duduk sini..." Selena menarik tangan Max dan membawa nya duduk di samping nya "Aku hanya memanggil mu 'Sir' hanya jika di kantor, di luar kantor aku akan memperlakukan mu seperti putra ku" Max tentu masih tercengang, begitu juga dengan Ghiea dan Xavier.
Sementara itu, Diana yang baru saja selesai dari buang hajat nya langsung bergegas mencari meja Mama nya dan teman teman nya namun langkah nya terhenti saat pandangan nya menatap sosok Selena dan Max yang duduk berdampingan.
...............
...Mampir di novel SkySal yang terbaru, yuk....
...Judulnya : Varian Castanov - Revenge, Love, Trust....
...Dari judulnya, pasti ada konflik yang tak biasa dan pasti seru 'kan?...