
Karena gosip tetangga itu, Melissa jadi kesal pada Mama nya namun itu juga mengingatkan nya pada Alan. Apa lagi setelah ia melihat foto foto diri nya dan Alan, seperti ada rasa tak rela dalam hati nya jika nanti dia putus dengan Alan.
"Memikirkan Alan?" Melissa tersentak mendengar suara Diana yang entah sejak kapan sudah ada di meja nya.
"Bikin kaget saja" gerutu Melissa.
"Dari tadi kamu melamun terus, Mel. Ada apa? Sudah putus sama Alan? Muka mu seperti orang patah hati" tukas Diana yang membuat Melissa mendengus namun ia tak bisa menyangkal pernyataan sahabat nya itu.
"Sudan lah, Mel. Akui saja kamu cinta sama Alan, sepertinya dia juga sudah berubah kok" bujuk Diana.
"Tapi aku takut, Di. Wanita nya itu banyak sekali" gerutu Melissa.
"Takut apa sih, Mel?" tanya Diana.
"Takut dia nanti selingkuh, Di. Takut dia kembali ke kebiasaan lama nya, main wanita"
"Mel, Alan seperti itu karena tidak ada yang menjaga nya. Tapi kalau nanti kamu sudah menikah sama dia, kamu kan bisa menjaga nya. Aku yakin dia sebenarnya pria yang baik, cuma salah aliran saja" tukas Diana dan Melissa mendengarkan dengan seksama.
"Dia benar, Mel..." Melissa kembali terlonjak kaget saat mendengar suara pria yang membuat hati nya resah itu. Ia pun menoleh dan ia melihat Alan yang berdiri tak jauh dari nya bersama Om George.
"Alan, Om..." seru Melissa, ia segera beranjak dari kursi nya "Kalian sedang apa di sini?" tanya Melissa yang kini sudah berdiri di hadapan kedua pria beda generasi itu.
"Aku, Em..." Alan melirik Ayah nya dan Ayah nya memberikan isyarat agar Alan mengungkapkan isi hati nya tanpa ragu. Alan pun menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskan nya secara perlahan.
"Setelah aku berfikir dan semedi sepagian, akhirnya aku mendapatkan jawaban dari kegundahan hati ku selama ini" ungkap Alan yang membuat Diana dan beberapa karyawan yang mendengar ungkapan Alan itu terkekeh dan saling berbisik satu sama lain.
"Sepagian?"
"Biasa nya orang akan bilang seharian atau semalaman"
Namun Melissa hanya terfokus pada apa yang akan di ungkapkan Alan, jantung nya berdebar apa lagi ketika tatapan nya bertemu dengan tatapan Alan yang tampak sangat berbeda.
"Terus?" tanya Melissa tak sabar.
"Kemudian aku sadar, sepertinya aku jatuh cinta sama kamu" ungkap Alan yang membuat Diana dan karyawan lain nya melongo. Namun beda hal nya dengan Melissa yang justru terlihat meringis dan mengerutkan kening nya.
"Masih seperti nya?" tanya Melissa ingin memastikan. Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Alan langsung menatap Ayah nya dengan panik namun ayah nya kembali mengisyaratkan agar Alan berbicara lagi.
"Bukan begitu, Mel. Tapi, hem kamu kan tahu sendiri aku tidak pandai mengungkapkan perasaan. Aku bukan Max apa lagi Xavier, aku hanyalah Alan. Yang sempat tersesat dalam ketidak tahuan akan arti cinta dan sebuah hubungan, hingga kamu datang dalam hidup ku. Dengan sosok yang sangat berbeda, penuh kejutan, dan yang pasti menjadi satu satu nya wanita yang membuat jantung ku berdebar, membuat hati ku merasa nyaman dengan segala hal yang kamu lakukan. Entah itu hal sederhana seperti membayar pentol goreng dan jalan jalan di taman, maupun hal gila seperti makan di restaurant dan duduk bersila sambil menggigit ayam hingga ke tulang tulang nya. Aku suka semua itu, Melissa. Dan saat aku berfikir sebentar lagi kita akan putus, aku jadi tidak bisa tidur. Aku tidak selera makan, aku bahkan malas pergi ke kantor. Aku seperti orang demam, tidak sehat dan... "
Alan menghirup udara dengan cepat, mengungkapkan seluruh hati nya rupa nya membuat oksigen di paru paru nya seperti menipis, seperti berciuman beberapa menit.
Sementara Melissa, Diana dan orang yang ada di ruangan itu tercengang. Sungguh ungkapan cinta yang tak biasa dari seorang casanova. Bahkan Om George pun melongo, ia tak percaya putra nya bisa mengatakan hal sedemikian rupa hingga menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
"Melissa, Sugar. Bagaimana?" tanya Alan tak sabar.
"Aku _aku juga merasakan hal yang sama" jawab Melissa malu malu.
"Beneran?" pekik Alan girang dan Melissa mengangguk malu malu.
"Dad, akhir nya..." teriak Alan senang dan ia pun langsung memeluk ayah nya itu "Terima kasih, Dad. Terima kasih karena sudah membuat ku menyadari cinta ku pada Melissa" lirih nya.
"Berterima kasih lah pada Melissa, Son" lirih ayah nya penuh haru, karena sejak bercerai dengan istri nya, baru kali ini ia melihat Alan kembali terlihat sangat bahagia.
Alan pun melerai pelukan dengan ayah nya kemudian ia mendekati Melissa, ia tampak gugup seperti remaja yang baru mengungkapkan cinta pada gadis pujaan nya.
"Sugar, my sugar. I love you" lirih Alan "Aku tahu, noda ku banyak sekali. Masa lalu ku kelam sekali, tapi aku tidak mau hidup untuk masa lalu. Aku ingin fokus pada masa depan, dan aku janji, aku akan menjaga hati mu. Aku juga tidak akan mendekati wanita lain lagi, dan percaya lah, Sugar. Semenjak kita pacaran, aku sungguh tidak tertarik pada wanita mana pun meskipun paha nya kelihatan atau pun belahan dadda nya"
"Hush..." Melissa menabok pipi Alan dengan gemas namun kemudian ia mengecup nya. Membuat jantung Alan semakin menari indah.
"Janji ya? Kamu taubat?" tanya Melissa ingin memastikan dan Alan langsung mengangguk yakin.
"Ada apa kalian ribut ribut?" kini semua mata tertuju pada adik sang bos besar, yang tak lain adalah tunangan Diana.
"Hai, Baby. Kenapa kamu kesini?" tanya Diana mendekati tunangan nya itu.
"Tidak apa apa, aku hanya merindukan mu tadi jadi aku ingin menemui mu, Baby" jawab Max.
"Aku juga merindukan mu, hehe" jawab Diana "Oh ya, ada kabar bagus. Alan sama Melissa sudah resmi pacaran" tukas Diana yang membuat Max langsung menatap Alan dan Melissa.
"Bukan nya mereka memang pacaran selama sebulan?"
"Iya, tapi sekarang di perpanjang kontrak nya" jawab Melissa sembari bergelanyut manja di lengan Alan.
"Di perpanjang sampai maut memisahkan" jawab Alan sambil menatap mata Melissa dan kemudian mengecup sudut bibir pacar resmi nya itu, sontak semua orang berteriak apa lagi para karyawan wanita.
Sementara Max dan Diana hanya saling pandang, kemudian Max berbisik di telinga sang pacar.
"Aku juga ingin mencium mu"
"Ish, nakal"
.........
......Nantikan bonchap nya, ya. Pasti penasaran dengan malam pernikahan mereka kan???? ......