My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 80



Keesokan hari nya, Xavier masih tak ingin bekerja karena ia masih ingin terus bersama Ghiea. Sementara Ghiea justru ingin kembali bekerja seperti biasa, karena ia tidak mau hanya terus menghabiskan waktu seharian di rumah.


"Bangun, Honey..." seru Ghiea lembut sembari mencium pipi Xavier "Kamu tidak mau bekerja? sudah seminggu lebih lho kamu tidak pernah ke kantor" kata Ghiea. Xavier menarik Ghiea hingga Ghiea jatuh ke dalam pelukan nya, Xavier menciumi leher Ghiea membuat Ghiea terkikik geli.


"Aku tidak ingin kemana mana, Sweetheart. Aku ingin terus bersama mu" kata Xavier dengan suara serak khas bangun tidur.


"Aku sudah mandi dan aku ingin bekerja lagi" ujar Ghiea yang membuat Xavier langsung membuka mata nya lebar lebar dan menatap Ghiea.


"Tidak, kamu tidak perlu bekerja. Kamu sekarang Nyonya muda Anson, kamu tinggal duduk manis di rumah dan apapun yang kamu mau, aku akan penuhi" ujar Xavier.


"Aku rasa aku bukan tipe wanita yang seperti itu.." kata Ghiea dan ia beranjak dari pelukan Xavier .


"Tapi, Ghiea..."


"No debat, Honey. Ini sudah keputusan ku" seru Ghiea meniru cara bicara Xavier kemarin, membuat Xavier terkekeh. Xavier pun duduk tegak di tepi ranjang


"Aku serius, Xavier. Aku bosan kalau seharian di rumah, cuma sibuk dengan ponsel, menunggu kamu pulang. Aku ingin bekerja dan itu juga bukan untuk uang, aku hanya ingin menikmati hidup ku, boleh ya?" rayu nya dan ia pun duduk di pangkuan Xavier "Lagi pula aku akan bekerja di perusahaan mu, kita masih bisa terus bersama"


"Kamu mau bekerja sebagai karyawan biasa lagi? Aku bisa menjadikan mu Manager utama, Sweetheart" ujar Xavier sembari menyelipkan rambut Ghiea ke belakang telinga nya dengan mesra.


"No, aku mau bekerja seperti dulu. Bersama Diana dan Melissa, boleh ya?" ia merayu manja dan memainkan mata nya pada Xavier.


"Baiklah, jika itu memang mau mu tapi dengan satu syarat"


"Apa?"


"Jangan terlalu lelah karena itu bisa bahaya buat bayi kita, jangan terlalu memikirkan pekerjaan supaya kamu tidak stres, jangan terlalu ambil serius pekerjaan nya supaya kamu tidak tertekan, jangan dekat dekat dengan karyawan laki laki dan itu yang paling penting"


Mendengar ucapan panjang lebar Xavier yang kata nya hanya satu syarat itu membuat Ghiea melongo dan menelan saliva nya dengan susah payah, sementara Xavier seperti nya sangat serius dengan ucapan nya itu.


"Aku serius sweetheart, kau penuhi syarat syarat itu dan aku akan membiarkan mu bekerja atau tidak sama sekali" tegas Xavier.


"Okey" jawab Ghiea pasrah akhir nya.


...


Xavier dan Ghiea turun dari mobil nya yang di setir sendiri oleh Xavier, dan saat melangkah memasuki kantor, semua mata tertuju pada mereka berdua. Xavier merangkul pinggang Ghiea dangan begitu posesif dan ia melangkah pelan pelan, berhubung Ghiea sedang hamil. Xavier mengantar Ghiea ke meja kerja nya dulu dan di sana sudah ada Melissa dan Diana yang memasang wajah tak semangat nya, namun wajah mereka berangsur girang saat melihat Ghiea.


"Girls..." sapa Ghiea dan kedua sahabat nya itu langsung berlari dan memeluk Ghiea, namun baru dua detik mereka memeluk Ghiea, Xavier langsung menarik kedua wanita itu.


"Hey, jangan memeluk nya terlalu erat begitu" ujar Xavier "Istri ku sedang hamil, jangan sampai bayi nya sesak nafas nanti" seru Xavier yang membuat Diana dan Melissa menganga lebar.


"Kamu hamil, Ghe?" pekik Diana.


"AAAAAA"


"Selamat ya, Ghiea" ujar Diana dan Melissa bersamaan. Xavier kembali memisahkan mereka dan sekarang ia memasang wajah kesal nya.


"Sudah ku bilang, jangan memeluk Ghiea terlalu erat begitu, nanti bayi ku sesak nafas" tegas Xavier yang membuat Ghiea dan Diana mendesis.


"Ghiea...." semua orang menoleh saat mendengar suara berat seorang pria yang muncul dari belakang Xavier.


"Hai, Max..." sapa Ghiea dengan senyum lebar, beda hal nya dengan Diana yang menatap tajam Max seolah ingin melahap nya, membuat Max yang tadi sempat melirik Diana kini langsung mengalihkan tatapan nya pada Ghiea dan Melissa.


"Kamu mau bekerja atau mau menemani Xavier?" tanya Max.


"Tentu saja bekerja, Max" jawab Ghiea.


"Baiklah, Sweetheart. Aku akan keruangan ku, ingat pesan pesan ku ya!" tegas Xavier dan Ghiea mengangguk malas. Xavier mengecup bibir Ghiea sebelum kembali ke ruangan nya.


"Hem, kalian so sweet banget sih" ujar Melissa. Sementara Max berjalan ke bekas meja kerja nya untuk mengambil barang barang nya yang masih ada di sana.


Sesekali Max melirik Diana yang saat ini sudah bergosip ria bersama Melissa dan Ghiea. Sebenar nya, hanya alasan saja Max untuk mengambil barang ke sana, karena sebenarnya Max ingin bertemu Diana. Dia ingin meminta maaf atas apa yang Max lakukan di pesta, namun setiap kali bertemu Diana, Max bahkan takut untuk mengangkat kepala nya karena Diana selalu menatap nya seperti singa betina yang kelaparan.


Max pun pergi dari sana dengan wajah lesu, dalam hati ia berdoa "Berikan aku kekuatan untuk meminta maaf, Tuhan. Biar Diana tidak menuduh ku Buaya, apa lagi sampai ke kadal dan ular"


Sementara Melissa, Diana dan Ghiea sudah bergosip banyak hal, terutama masa masa persembunyian Ghiea di kamar Clara dan Clara berfikir Ghiea sudah ada di alam kubur.


"Sebenar nya aku kasihan kalau mereka harus di penjara" kata Ghiea "Apa lagi Nenek nya Xavier itu sudah tua, tapi dia benar benar jahat"


"Karma akan tetap berlaku tanpa memandang status dan usia" seru Melissa sok bijak.


"Tadi aku lihat kalian tidak semangat sama sekali, kenapa?" tanya Ghiea yang membuat Melissa dan Diana tampak gugup, kedua nya sama sama garuk garuk kepala.


"Kalian berdua kenapa? ada masalah? cerita sama aku, aku pasti akan bantu kalian" kata Ghiea. Diana tentu diam seribu kata, tak mungkin ia memberi tahu sahabat sahabat nya kalau diri nya telah di lecehkan oleh pria culun, beda hal nya dengan Melissa yang memang sudah berniat untuk melaporkan kelakuan Alan pada Ghiea dan Xavier.


"Aku di lecehkan, Ghe" lirih Melissa yang membuat Diana dan Ghiea sangat terkejut seperti di sambar petir.


"Sama siapa, Mel?" tanya Ghiea.


"Siapa pelaku nya, Mel? Laporkan saja ke polisi" sambung Diana.


"Sama Alan, kemarin, di kantor ini, disini"


"APAAA??