My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 68



10 hari yang lalu...


Setelah Xavier mencari Dino ke apartement nya dan tak menemukan apapun, Xavier kembali ke apartment nya. Ia bergegas ke kamar mereka untuk mencari petunjuk, dan Xavier menemukan jurnal juga kamera di atas nakas. Seketika Xavier bernafas lega, karena ia sangat yakin Ghiea membaca jurnal itu dan menonton rekaman yang ada di kamera nya.


Namun itu tak membuat Xavier bisa tenang, karena Xavier takut Nenek nya menyakiti Ghiea seperti dulu. Xavier curiga juga dengan Clara, jadi ia meminta Jamie mengawasi Clara dan selalu mengikuti kemana pun Clara pergi.


...


9 hari yang lalu...


Ghiea sadar dari pingsan nya saat Clara dan Fani menggotong nya ke dalam mobil, pengaruh obat bius yang ada di sapu tangan itu seperti nya tidak berpengaruh kuat karena sapu tangan itu sudah dari kemarin dan mereka tidak menambahkan obat bius nya.


Ghiea mendapatkan kesadaran nya secara penuh saat mobil Clara bergerak, namun Ghiea pura pura tetap pingsan dan ingin tahu apa yang sebenarnya mereka rencanakan terhadap nya.


Dan selain itu, Ghiea yakin Xavier pasti bisa menemukan nya. Mengingat isi buku Diary nya, Ghiea sangat yakin kalau Xavier mencintai nya dan tak mungkin menceraikan Ghiea apa lagi hanya karena status sosial mereka yang berbeda. Dam Ghiea juga ingat, kemarin saat di mobil Granny Kelly, saat Ghiea setengah sadar karena pengaruh obat, Ghiea di suruh tanda tangan dan Ghiea sempat membaca surat itu yang ternyata surat cerai. Itu juga memberikan jawaban pada Ghiea sekaligus membongkar kebohongan Granny Kelly bahwa Xavier dan Ghiea sudah cerai. Fikiran Ghiea langsung melayang pada curhatan diri nya di buku Diary nya yang tertulis bahwa Nenek Xavier tidak merestui hubungan mereka.


Ghiea masih tetap pura pura pingsan saat Clara dan Fani berbicara, dan Ghiea sangat terkejut ketika mendengar bahwa Clara ingin membunuh Ghiea.


"Dasar kriminal..." teriak Ghiea dalam hati "Kalian mau membunuh ku? Xavier pasti akan membunuh kalian setelah itu, dan jika aku beneran mati nanti, aku akan menghantui kalian setiap malam sampai kalian stres, depresi, masuk rumah sakit jiwa, terus kalian bunuh diri, terus masuk neraka. Huh, dasar" Ghiea masih terus merutuki mereka dalam hati nya.


Dan saat Clara kebingungan bagaimana cara membunuh Ghiea, saat itu lah Ghiea dengan sengaja memberi mereka petunjuk dengan mengigau takut air. Dan dengan bodoh nya, mereka percaya begitu saja?


"Jadi manusia saja mereka bodoh, bagaimana mau menjadi penjahat?" batin Ghiea mengejek mereka sambil tertawa.


Sementara itu, Xavier meminta Jamie mengikuti Clara. Sehingga saat Clara pergi ke rumah Fani, Jamie mengikuti nya. Jamie menunggu selama beberapa menit dan Jamie melihat Fani dan Clara sedang membopong Ghiea ke dalam mobil. Jamie langsung melaporkan hal itu pada Xavier dan bersamaan dengan itu, Dino memberi kabar pada Xavier bahwa Nenek nya mengancam Dino dan keluarga nya.


Xavier dan Dino pun segera mengikuti GPS Jamie, kemudian Jamie memberi tahu Xavier bahwa Clara berhenti di jembatan. Xavier segera pergi ke sana, dan sesampainya di sana, mereka bertiga melihat Clara dan Fani menyeret Ghiea. Membuat Dino dan Jamie menjadi panik, sementara Xavier terlihat cemas tapi tidak terlalu panik.


"Oh Tuhan, mereka akan melempar Ghiea ke sungai" seru Dino.


"Pak, kita harus menghentikan mereka" sambung Jamie yang juga panik, apa lagi yang akan melakukan kejahatan itu adalah Clara, ia mencintai Clara dan tidak mau Clara masuk penjara.


"Dulu, saat SMP..." kata Xavier masih memperhatikan dari kejauhan "Ghiea ikut lomba renang mewakili sekolah di olimpiade, dan dua tahun berturut dia memenangkan nya" kata Xavier yang membuat Jamie dan Dino bernafas lega.


"Bukan hanya itu, Ghiea mampu menahan nafas di dalam air lebih lama dari pada orang lain" kata Xavier lagi.


BYURRRRRR


Mereka hanya bisa terdiam saat Clara daN dan Fani melempar Ghiea ke dalam sungai, kemudian kedua wanita itu segera meninggalkan lokasi itu dengan wajah yang terlihat panik.


Setelah Clara dan Fani pergi, Xavier, Dino dan Jamie segera berlari ke jembatan dan mereka tidak melihat Ghiea muncul ke permukaan.


Sementara itu, Ghiea menikmati dingin nya air sungai. Ghiea bahkan masih memejamkan mata nya, dan sekelebat bayangan tentang Xavier muncul dalam benak nya. Ghiea memejamkan dan ia teringat dengan buku Diary nya yang tertulis bahwa Ghiea merasa sangat bahagia dan bangga, karena ternyata saat SMP dulu Ghiea suka berenang, bahkan pernah ikut lomba mewakili sekolah nya dan selama dua tahun berturut turut dia menang, itu lah membuat nya mendapatkan beasiswa sekolah di yayasan yang sama. sekolah elit nan mahal, sekolah nya para anak sultan.


Dan itu juga lah yang membuat nya pura pura mengigau menyebut air, bahwa diri nya takut air. Karena jika hanya di lempar ke dalam sungai, seperti nya Ghiea masih bisa melawan maut.


"Electric..."


Sementara di atas jembatan, Xavier bergidik ngeri saat menatap ke bawah. Ia tidak bisa berenang dan sangat takut ke dalaman air sungai itu.


"Pak, tolong Ghiea, Pak..." teriak Dino panik.


"Iya, Pak. Nanti Ghiea tenggelam, meninggal. Kasihan nanti Clara masuk penjara" Jamie juga berteriak panik, apa lagi mereka tak melihat tanda tanda Ghiea akan muncul ke permukaan.


"Heh... Malah penjahat itu yang kamu fikirkan" Dino meneriaki Jamie dengan kesal.


"Kalian berdua harus melompat dan menolong Ghiea!!!" teriak Xavier yang kini semakin panik, namun ia sangat yakin Ghiea tidak akan kenapa kenapa.


"Tapi, Pak. Kenapa ka..."


"AAAAAAAA"


Belum sempat Dino dan Jamie bertanya, Xavier sudah mendorong mereka ke dalam sungai.


...... ...


Hari ini, Di pesta...


Suasana di pesta masih ricuh, apa lagi dengan polisi polisi itu yang menangkap Nenek Xavier dan istri nya. Atau lebih tepat nya, mantan istri nya.


Sebelum polisi membawa Granny Kelly pergi, Granny Kelly menatap Ghiea dan Nyonya Leona dengan tatapan penuh dendam dan permusuhan.


Dan polisi polisi itu benar benar menggotong Fani dan Clara seperti menggotong sekarung beras.


"Para tamu yang terhormat..." seru Xavier kemudian setelah tidak ada lagi wanita jahannam di pesta nya.


"Mohon maaf atas drama kecil yang terjadi, saya harap kalian kembali bisa menikmati pesta nya karena pesta ini masih berlanjut. Dan yang salah tetap harus di hukum untuk memberikan efek jera pada siapapun dia. Itu juga yang sedang aku lakukan " kata Xavier. Para tamu tentu masih tampak bingung, namun musik menyala begitu lampu kerlap kerlip.


"Acara selanjutnya adalah pesta dansa" seru Xavier.


Para tamu pun tampak berusaha menikmati pesta nya dan mereka berdansa dengan pasangan mereka masing masing.


Max berdansa dengan Mommy nya, sedangkan Melissa dan Diana yang sama sama masih jomblo akhirnya memutuskan berdansa sambil cekikikan.


Sementara Xavier kini mengulurkan tangan nya pada Ghiea dan bertanya "Mau kah kau berdansa dengan ku..."


"Yes" jawab Ghiea segera menerima uluran tangan Xavier.