
"Honey, aku mau ikut ke kantor Alan ya" rengek Ghiea saat sudah sampai waktu nya makan siang, namun Xavier saat ini masih sibuk di ruangan nya dan sejak 30 menit yang lalu, Ghiea sudah menunggu nya.
"Hem" jawab Xavier yang kemudian menutup laptop nya dan beranjak dari kursi nya
"Ayo..." Xavier merangkul istri nya itu dan kedua nya pun melangkah keluar dari ruangan Xavier.
Dan saat Xavier sampai di parkiran, ada Diana dan Melissa yang sudah menunggu di samping mobil Xavier.
"Come on, girls " kata Ghiea girang yang membuat Xavier mengernyit bingung.
"Tunggu, mereka juga ikut?" tanya Xavier kemudian.
"Iya, sudah ayo..."
...
Sementara itu, semenjak Alan mengambil alih perusahaan, George sudah sangat jarang ikut campur namun karena saat ini Alan punya proyek besar yang di kerjakan bersama Xavier. George kembali ke perusahaan karena dia ingin tahu jalan nya proyek itu dan saat ini ia sedang berada di sofa lobi menunggu kedatangan Xavier.
"Dad, kenapa tidak naik?" tanya Alan yang baru saja turun dari ruangan nya.
"Tidak apa apa, sekalian menunggu Xavier di sini" jawab George.
"Oh ya, Bagaiamana Melissa? sudah balas pesan mu, Dad?"
"Belum..." Jawab George sembari menunjukan layar ponsel nya yang menampilkan pesan nya yang sudah centang dua biru namun Melissa tak memberi tanggapan.
"Wah, mungkin harga nya perlu di naikin, Dad" ujar Alan kemudian sambil terkekeh sementara ayah nya hanya berdecak, karena ia masih percaya pada insting nya yang mengatakan Melissa adalah wanita baik baik.
Sementara di parkiran, setelah Xavier memarkirkan mobil nya. Diana, Melissa dan Ghiea langsung turun dari mobil dengan semangat seperti seorang prajurit yang melompat dari kereta kuda nya untuk dan siap berperang. Xavier hanya bisa melongo melihat tingkah tiga wanita itu.
"Kita hajar laki-laki tua itu..." geram Melissa sembari mengikat rambut nya yang tadi tergerai kemudian menaikan lengan kemeja nya hingga siku.
"Sekalian sama anak nya" Ghiea menimpali.
Sementara itu, Alan yang tadi mengobrol dengan ayah nya terkejut saat tiba-tiba ia melihat Melissa dan kedua sahabat nya melangkah cepat dan lebar dengan raut wajah yang tampak tegang.
"Kenapa?" tanya George.
"Itu, apa aku bilang? Di datengi kan..." kata Alan sembari menunjukan senyum miring nya. George pun berdiri dan mengikuti arah pandang Alan dan ia juga terkejut saat melihat Melissa, Ghiea dan satu wanita yang belum George kenal.
"Tapi dia tidak terlihat datang untuk berterima kasih, dia seperti... Prajurit yang mau bertarung" cicit George dan benar saja, saat Melissa sudah berdiri di hadapan nya, Melissa langsung melemparkan tatapan permusuhan nya dan berkata.
"Dasar laki laki tua!!!" kedua bola mata George langsung membulat sempurna begitu juga dengan Alan, kini kedua nya melongo
"Kamu fikir aku wanita murahan seharga 50 juta, huh?" teriak Melissa lagi dan kali ini tepat di depan wajah Daddy nya Alan itu. Teriakan Melissa juga mengundang perhatian sekali orang yang yang ada di sana, Xavier pun juga sangat terkejut dan ia langsung berlari menghampiri Melissa.
"Benar, Om. Kenapa Om George memperlakukan sahabat ku begitu?" geram Ghiea.
"Engga anak, engga ayah, sama saja. Sama sama buaya!!!" teriak Melissa lagi.
"Melissa, Ghiea, apa apaan kalian ini?" Xavier mencoba menghentikan kegilaan sahabat istri nya itu.
"Pak Xavier, jangan ikut campur!!!" seru Diana "Ini demi harga diri seorang wanita"
"Apa?" desis Xavier yang benar benar tak mengerti dengan apa yang terjadi. Sementara Alan dan Ayah nya masih dalam mode shock, sehingga mereka berdua hanya bisa tercengang tanpa bisa berkata-kata. Apa lagi kini mereka menjadi pusat perhatian.
"Dengar ya baik-baik!!!!" Melissa mengacungkan jari nya tepat di hidung mancung Om George dan Om George hanya bisa melirik hidung nya itu.
"Jangan pernah berfikir uang itu bisa membeli ku, karena harga ku tidak setara dengan kekayaan kalian. Harga ku ratusan kali lipat lebih tinggi dari itu, jadi silahkan ambil kembali uang 50 juta mu, Tuan yang terhormat!!!" desis Melissa dengan nafas yang memburu, dada nya bahkan naik turun dan terlihat sangat jelas. Alan dan Xavier masih sama sama melongo, namun tiba-tiba terucap sesuatu yang sangat tak di sangka dari bibir pria tua di depan Melissa ini.
"Wow, menantu idaman!!!"