
Jika biasanya di kediaman Max selalu tenang dan juga damai karena hanya ada dua penghuni, kini rumah itu lebih ramai karena sudah ada empat manusia di dalam nya. Dan sekarang lebih ramai lagi karena seperti ada pertunjukan memasak dengan Chef tampan dan seksi.
Diana, Melissa dan Ghiea bersandar di pantry sembari memperhatikan gerak gerik sang Chef yang mengolah bahan bahan dengan begitu lencah.
"Aku meminta mu mencari yang tua, Dino. Kamu tuli huh?" desis Xavier pada Dino yang juga menonton acara memasak itu.
"Usia nya 36 tahun, Tuan. Cuma kurang 4 tahun yang mau 40. Dan bukan nya saya tuli, hanya saja cuma chef itu yang bisa ke sini dan memasak untuk Nyonya Ghiea" jawab Dino menjelaskan yang membuat Xavier langsung menatap tajam pada nya
"Gila, otot tangan nya... Hm seksi" kata Diana yang memperhatikan lengan sang chef. Max yang juga ada di dapur langsung cemberut karena di depan mata nya Diana tega menatap dan memuji pria lain
"Lincah banget ya gerakan nya..." gumam Melissa "Ya Ampun, kening nya basah. Pengen deh aku lap in" lanjut nya dan sekarang si Chef tampak mencicipi sesuatu dan kemudian ia mengangguk anggukan kepala nya.
"Bibir nya tipis, merah, seksi ya" kata Ghiea lagi dan Xavier yang mendengar itu tentu langsung melotot pada Ghiea, membuat Ghiea meringis dan mengangkat dua jari tanda damai.
"Enak banget ya punya suami chef, pagi pagi liatin dia masak di dapur" kata Diana.
"Iya, apa lagi kalau masak nya jangan pakai baju lengkap gitu. Pakai boxer saja, pakai kaos dalam, terus keringatan. Ugh, panas" sambung Melissa sambil mengibas ngibaskan tangan nya di depan nya.
"Mau coba, sugar?" Melissa dan kedua sahabat nya langsung mendongak saat tiba tiba mendengar suara Alan.
"Kamu? kenapa bisa ada di sini?" tanya Melissa bingung.
"Hai. Jos..." sapa Alan pada chef itu.
"Halo, Pak Alan" Jawab si chef dan kedua nya tampak kenal akrab.
"Kalian saling kenal?" tanya Ghiea.
"Dia chef di restaurant ku..." jawab Alan dengan tenang nya yang tentu saja membuat Melissa, Diana dan Ghiea menganga. Sementara si chef yang bernama Joseph itu hanya tersenyum dan kemudian kembali fokus pada pekerjaan nya.
"Yupz, Bagaiamana kinerja nya? Bagus kan?" tanya Alan dan ia melepaskan jas nya.
"Not bad" jawab Xavier malas.
"Not bad atau kamu hanya cemburu karena istri mu tak bisa mengalihkan pandangan nya dari koki seksi ku ini?" cibir Alan yang membuat Xavier mendelik.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau dia Chef nya Alan?" tanya Xavier kemudian pada Dino.
"Saya sudah bilang, Tuan. Sama Nyonya Ghiea, saya bahkan sudah mengirimkan foto nya dan Nyonya Ghiea bilang ok" jawab Dino yang membuat Xavier melongo, ia langsung mengambil sebilah pisau dan itu membuat semua orang yang ada di dapur langsung tercengang.
"Sweetheart..." desis Xavier. Sementara Joseph yang tak mengerti apapun hanya tercengang melihat tingkah Xavier yang kini berjalan mendekati Ghiea .
"Honey, kamu mau bunuh aku dengan pisau itu?" cicit Ghiea dan ia pun bersembunyi di belakang tubuh Melissa. Namun Xavier tak menjawab nya, ia menusukan pisau itu ke buah apel, kemudian ia mencuci tangan dan bahkan mencuci muka di wastefel.
"Aku mau masak" seru Xavier kemudian sembari mengusap wajah nya "Biar kalau kamu ngidam lagi, tidak usah panggil koki koki..." kata Xavier.
"Aku juga mau masak..." sambung Max kemudian, ia yang tadi memakai sweeter panjang langsung membuka nya dan menampilkan tubuh nya yang bagus meskipun tidak se kekar tubuh Xavier, karena Max memang tak suka olah raga. Max medekati Diana dengan langkah lebar kemudian ia mengangkat kedua lengan nya dan memamerkan nya di depan Diana, membuat Diana hanya bisa cengengesan.
"Bagaiamana dengan lengan ku, Baby? Kurang berotot? Nanti aku ikut Xavier pergi ke gym, kamu suka yang berotot kan? Lihat saja nanti..." desis Max penuh dendam yang membuat Diana hanya meringis.
Dan kini, kedua saudara itu mulai merecoki chef Joseph membuat sang Chef kebingungan sendiri. Sementara Melissa hanya tersenyum geli melihat Max dan Xavier, apa lagi ketika melihat raut wajah tegang Ghiea dan Diana.
"Lalu bagaimana dengan mu, Sugar?" senyum Melissa langsung musnah saat tiba tiba Alan mendekati nya dengan tatapan yang bak hewan lapar.
"Kamu suka yang berkeringat dan Hot kan? Mau berbagi keringat dengan ku? Di dapur? Tidak masalah..."