
"My lovely wife, the one and only...." kata Xavier lagi dengan senyum yang semakin lebar mengembang di bibir nya.
"NYONYA GHIEA ANSON ..."
"APAA????" pekik Fani, Granny Kelly dan Clara secara bersamaan. Mata mereka membulat sempurna dan mulut mereka terbuka lebar, sementara para tamu yang lain nya hanya bisa tercengang karena yang mereka kenal sebagai istri Xavier adalah Clara.
Tiba tiba lampu di matikan, kemudian lampu sorot menyala dan menyoroti seorang wanita yang ada di belakang para tamu. Wanita itu memakai gaun warna putih yang begitu elegan, gaun itu tanpa lengan namun baik bagian depan maupun belakang nya tertutup, gaun itu begitu panjang di bagian belakang nya hingga menjuntai lantai. Rambut nya yang panjang terurai indah dan ia memakai topeng yang menutup sebagian wajah nya.
Wanita itu melangkah anggun dan para tamu menyingkir, memberikan jalan pada wanita itu yang terus di sorot lampu. Sementara semua orang masih begitu penasaran dengan wanita di depan mereka yang kini sudah berdiri tepat di depan Xavier.
Wanita itu tersenyum dan Xavier menjetikan jari nya, seketika lampu kembali menyala terang.
Granny Kelly, Fani dan Clara tak bisa menutup mulut mereka saat melihat wanita asing itu.
Tangan wanita itu terangkat dan melepaskan topeng yang di kenakan nya, wanita itu tersenyum sangat manis.
"Ghiea..." gumam Clara tak percaya dan kedua bola mata nya semakin membulat sempurna, jantung nya bahkan hampir copot melihat Ghiea yang bangkit dari kematian.
"Tidak mungkin" gumam Granny Kelly yang begitu terkejut, bahkan kepala nya terasa pening sekarang dan ia rasa ia akan segera pingsan.
"Ha.. Hantu..." Fani bergidik takut dan bersembunyi di balik badan kurus Granny Kelly.
Max, Diana dan Melissa tersenyum lebar dengan mata yang berbinar.
Dan Xavier, ia mengulurkan tangan nya yang langsung di sambut oleh Ghiea, Xavier menarik Ghiea hingga tubuh kedua nya menempel, Xavier melingkar kan lengan nya di pinggang ramping Ghiea dan tanpa aba aba, Xavier langsung melahap bibir Ghiea dengan rakus. Ghiea memejamkan mata dan menikmati ciuman itu, ia melingkar kan lengan nya di leher Xavier dan semakin menempelkan tubuh nya ke tubuh Xavier. Kini mereka berdua menjadi pusat perhatian semua yang ada di pesta itu, dan kedua nya sangat menikmati hal itu.
Semua tamu yang hadir begitu terkejut, bingung, heran. Dan bisik bisik antar para tamu pun terdengar, mempertanyakan siapa Ghiea, apa yang sebenar nya terjadi dan juga ada yang memuji kecantikan Ghiea dan gaun yang di kenakan nya yang ternyata sangat mahal, apa lagi Ghiea memakai cincin berlian yang mereka taksir harga nya hampir mencapai 1 M.
"Cantik sekali dia ya..."
"Dia siapa? Apa benar istri nya Alexavier?"
"Bukan kah istri nya Xavier itu Clara?"
"Itu kan Ghiea, karyawan biasa di kantor"
"Cincin yang di pakai nya itu sangat mahal"
"Gaun yang di pakai nya itu rancangan designer ternama di dunia"
"Ya ampun, apa yang sebenar nya terjadi"
Xavier melepaskan ciuman nya, Ghiea pun membuka mata dan seketika tatapan kedua nya bertemu.
"Welcome back, My wife" ujar Xavier dan ia mencium mesra pipi Ghiea.
"Thankyou, honey" kata Ghiea.
Xavier kemudian menarik Ghiea agar berdiri di samping nya, ia merangkul pinggang Ghiea dengan begitu posesif.
Xavier mengedarkan pandangan nya pada semua tamu yang masih tampak terkejut dan bingung, dan senyum puas Xavier mengembang di bibir nya saat ia berada pandangan dengan Granny Kelly dan Clara yang hanya bisa menganga lebar.
"Jadi, perkenalkan. Ini istri sah ku, cinta pertama dan terkahir ku. Nyonya Ghiea Anson" kata Xavier yang kembali membuat kericuhan di antara para tamu. Sungguh sulit mereka mempercayai informasi itu sekalipun itu keluar dari mulut Xavier sendiri.
Dan Ghiea, ia menatap Clara dan Granny Kelly dengan seringai licik nya. Ghiea mengangkat tangan nya dan melambaikan tangan nya dengan centil pada Clara dan Granny Kelly, bahkan Ghiea mengedipkan sebelah mata nya pada mereka.
"Selamat malam semua nya" sapa Ghiea "Aku tahu kalian semua bingung dan aku harap kalian semua tenang dulu, izinkan aku memperkenalkan diri dan memberi tahu kalian kisah cinta Alexavier Anson dan Ghiea Kaviani" seru Ghiea. Kemudian lampu di matikan kembali dan sebuah rekaman video berputar, menampilkan foto foto dan juga cuplikan video kebersamaan Ghiea dan Xavier sejak mereka masih remaja. Semua orang semakin kebingungan namun mereka menonton video itu dalam diam.
"Ini Aku dan Xavier beberapa tahun yang lalu, kami sekolah di satu yayasan. Xavier anak orang kaya dan ia selalu memakai barang barang mahal namun itu tidak menjadi perhatian ku, yang menarik perhatian ku adalah dia yang selalu memakai warna yang mencolok" tutur Ghiea dan memang di foto itu memperlihatkan Xavier yang selalu memakai warna yang sangat mencolok dan sangat tidak cocok dengan pria seperti Xavier.
"Kami jatuh cinta begitu saja, padahal aku benci penampilan Xavier dan Xavier benci karena aku gadis yang kata nya bar bar, tapi yah, kami justru jatuh cinta. Aku bahkan melamar Xavier saat usia ku 13 atau 14 tahun. Yang pasti, saat itu aku duduk di bangku SMP dan Xavier duduk di bangku SMA. Dan Xavier menerima lamaran ku, kami berpacaran dan saat usia ku 17 atau 18 tahun, kami menikah tapi... "
Ghiea menatap Xavier dengan mata yang berkaca kaca" Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi setelah itu karena aku dan Ibu ku mengalami kecelakaan" kata Ghiea.
Lampu kembali menyala, dan kini terlihat jelas raut wajah para tamu yang begitu kebingungan dengan semua ini. Sementara Granny Kelly, Fani dan Clara hanya bisa bungkam seribu kata dan mereka tidak tahu harus melakukan apa. Kebangkitan Ghiea dari kematian membuat mereka begitu shock dan fikiran mereka jadi blank.
Sementara Melissa, Max dan Diana hanya bisa terdiam penuh haru mendengar kisah cinta mengharukan sahabat nya itu.
Sementara Xavier, ia menatap sayu sang istri, membelai pipi nya dengan sayang dan engecup kening nya.
Video masih terus berputar, dan kini menampilkan foto dan video pernikahan Xavier dan Ghiea.
"Tidak apa apa kamu tidak mengingat masa lalu kita, Sweetheart. Cukup kau tahu bahwa kau memang istri ku, cinta ku, itu sudah lebih dari cukup untuk ku" lirih Xavier yang membuat Ghiea begitu terharu.
Ghiea memang belum ingat masa lalu nya, hanya sebagian potongan memori masa lalu nya kadang muncul dalam benak nya seperti puzzle. Dan sekarang Ghiea tahu, itu bukan mimpi atau pun halusinasi nya, itu hanya ingatan terkubur tentang masa lalu nya.
Namun, sebelum Xavier menjemput nya hari itu, Ghiea membongkar lemari nya yang isi nya pakaian nya. Di lemari paling bawah, Ghiea menemukan sebuah kamera dan jurnal.
Sambil menunggu Xavier menjemput nya, Ghiea menonton isi kamera itu yang ternyata berisi foto foto dan video kenangan diri nya bersama Xavier dan Ibu Ghiea.
Waktu itu, Ghiea begitu terkejut dan bingung. Kemudian ia membuka jurnal dan ternyata itu buku diary nya. Ghiea membaca nya dan Ghiea semakin bingung saat membaca isi dairy itu yang hanya berisi tentang Xavier dan Ibu nya, berisi tentang masa masa remaja mereka, kisah cinta mereka dan pernikahan mereka yang tak di restui oleh Nenek Xavier karena latar belakang keluarga Ghiea yang begitu berbeda. Ghiea masih belum juga mengingat masa lalu nya, dan Ghiea sangat tidak sabar bertemu dengan Xavier untuk mengkonfirmasi isi jurnal dan dan kamera itu.