
Alan pergi ke sebuah ke sebuah toko sepatu yang tak jauh dari butik, alasannya pergi ke sana tentu karena urusan seorang wanita. Salah satu wanita nya ada yang tertarik pada gaun yang di kiriman oleh Alan, dan wanita itu juga meminta Alan membelikan nya sebuah sepatu. Awal nya Alan tak ingin menanggapi namun setelah tahu wanita itu sudah ada di sana, maka Alan pun tak mau menolak kesempatan yang ada.
Apa lagi tadi mereka sempat mesra mesraan di toilet sampai membuat Alan tegang, namun Alan tak melanjutkan ke tahap selanjut nya di karenakan Alan melihat ada bekas ciuman di leher wanita itu, yang arti nya wanita itu sudah di pakai pria lain nya sebelum nya dan tentu Alan tak ingin mencicipi wanita itu.
Sekarang Alan kembali ke butik dan ia tercengang karena melihat butik yang sudah sepi, yang membuat nya semakin tercengang karena Melissa dan Diana juga sudah ada di sana.
Saat Diana dan Melissa sampai di butik dan Ghiea memberi tahu bahwa semua isi butik itu sudah di bayar oleh Xavier dan mereka boleh mengambil apa saja dan sebanyak apa pun, Diana dan Melissa langsung bersorak gembira. Dan tentu mereka tak mau menyia nyiakan kesempatan yang datang entah berapa ribu tahun sekali.
"Semua nya pada kemana? Tadi butik ini ramai sekali" kata Alan dan kini ia duduk bersama Xavier dan Max di sofa panjang yang ada di sana, mereka bertiga menjadi penonton tiga wanita yang kegirangan itu.
"Aku mau istri ku berbelanja dengan aman dan nyaman..." kata Xavier, tatapan nya tak pernah lepas dari Ghiea. Xavier terus mengawasi gerak gerak Ghiea karena ia khawatir dengan kondisi istri nya yang sedang hamil muda itu.
Sementara pandangan Alan langsung tertuju pada Melissa yang sedang melihat gaun yang tadi sempat Alan kirimkan pada Melissa. Sebuah gaun malam berwarna peach dengan bordiran di pinggang nya dan gaun itu memiliki potongan V di dada nya, gaun itu panjang hingga menjuntai ke lantai namun ada belahan di sisi samping hingga paha, Alan sedang membayangkan bagaimana jika Melissa memakai gaun itu.
" Kamu membeli butik ini?" tanya Alan kemudian berusaha mengenyahkan fikiran kotor nya yang bisa saja membuat nya malu, namun mata nya masih fokus menyorot Melissa yang sedang tertawa dengan Ghiea. Mereka membicarakan gaun itu yang di bandrol dengan harga fantastis.
"Owner nya tidak mau menjual nya, jadi aku beli saja isi nya" kata Xavier dengan tenang nya "Sweetheart..." kemudian ia berteriak yang membuat Ghiea langsung menoleh "Jangan lupa minum air putih dan jangan berdiri terus..." Xavier memperingatkan yang membuat Ghiea tersenyum manis dan langsung mengacungkan kedua jempol tangan nya sebelum akhir nya ia kembali fokus pada guan gaun di depan nya.
"Apa termasuk gaun itu?" Alan menunjukan gaun yang di pegang Melissa.
"Semua nya, tahap terkecuali" jawab Xavier yang membuat Alan hanya ber oh ria sambil mengangguk anggukan kepala nya.
Sementara Diana dan Melissa, tentu ia sangat senang jika ada yang memborong isi butik dan menyuruh mereka mengambil apapun yang mereka mau. Siapa yang akan menolak? Tak terkecuali Diana dan Melissa
Sementara Max juga masih di sana, ia duduk di samping Xavier dan sesekali mencuri pandang pada Diana. Penampilan nya masih sama karena mereka belum pergi ke salon, namun Diana mengabaikan Max apa lagi setelah tadi ia melihat foto Max yang sepertinya sedang bersama wanita.
"Gaun ini..." Melissa berbisik pada Ghiea namun ekor mata nya melirik Alan yang duduk di samping Xavier juga dan saat ini Alan menatap nya bahkan mengedipkan sebelah mata nya pada Melissa, membuat Melissa bergidik ngeri
"Tadi Alan mengirimkan foto gaun gaun ini sama aku..." kata Melissa kemudian.
"Tadi dia memang ke sini, tapi habis itu pergi untuk bertemu dengan kupu kupu nya" kata Ghiea juga berbisik.
"Wanita nya maksud mu?" tanya Melissa.
"He' em, tadi dia bawa gaun satin berwarna merah. Seksi..." kata Ghiea lagi yang membuat Melissa mendelik.
"Dia benar benar buaya" desis nya namun Ghiea hanya menanggapi nya dengan kekehan renyah.
Sementara Diana tertarik dengan sebuah tas hitam polos namun terlihat sangat elegan, dan yang pasti sangat mahal. Diana sedang berfikir, andai ia mampu membelikan tas seperti ini untuk Mama nya.
"Suka?" tanya Ghiea.
"Ambil saja, sudah di bayar sama Xavier" kata Ghiea.
"Emm kalian tadi sama siapa saja yang ke sini?" tanya Diana yang penasaran dengan wanita yang ada di foto bersama Max.
"Aku, Max, Xavier. Terus Alan menyusul..." kata Ghiea.
"Emmm tidak ada wanita lain?" cicit Diana.
"Iya, Ghe. Tadi aku lihat Max sama wanita di sini... Ada di foto gaun yang Alan kirimkan" kata Melissa dan ia menunjukan foto yang di maksud.
"Ini sih aku..." kata Ghiea yang seketika membuat Diana langsung membuka mata lebar lebar.
"Benaran, Ghe?" tanpa sadar ia bertanya dengan antusias, pupil mata nya membesar dan Ghiea menyadari hal itu.
"Iya, Di. Kenapa? Memang nya kamu kira Max sama wanita lain?" tanya Ghiea yang sengaja memancing Diana, seketika Diana langsung memasang wajah datar nya.
"Maksdu ku, itu tidak terlihat seperti kamu" kata Diana yang membuat Ghiea mencebikan bibir nya.
"Oh ya, kalian pilih saja apa yang kalian mau. Buat Mama mama kalian juga boleh, aku sama Xavier dan Max masih ada urusan" kata Ghiea kemudian dan ia memang tidak ingin sahabat nya tahu rencana nya untuk me make over Max, biarlah ini menjadi kejutan nanti.
"Mau kemana?" lagi lagi tanpa sadar Diana bertanya dengan antusias.
"Ada deh..." jawab Ghiea sambil menggerling pada Diana.
Ghiea sudah memilih beberapa barang yang dia mau, dari tas, sepatu dan pakaian.
Setelah selesai, Ghiea mengajak Xavier dan Max untuk melanjutkan misi mereka, yaitu salon.
"Nikmati waktu kalian, girls. Besok kita ketemu di kantor" kata Ghiea kemudian berpelukan dengan dua sahabat nya itu.
Setelah Max, Ghiea dan Xavier keluar dari butik, Alan tetap setia di sana dan ia secara terang terangan menatap Melissa dengan begitu intents, seolah Melissa makanan yang menggoda lidah nya.
"Alan memandangi mu terus, Mel" bisik Diana.
"Mungkin dia naksir sama aku yang cantik dan kalem ini" kata Melissa yang membuat Diana terkekeh.
"Tapi dia pria yang sempurna lho, Mel. Tampan, mapan, kurang apa lagi coba?" tanya Diana lagi.
"Kurang akhlak" jawab Melissa tegas yang langsung membuat Diana tergelak.