
"Baby, aku rasa..." Max berkata dengan suara berat nya, bahkan nafas nya sudah memburu dengan dada yang sudah naik turun "Kita tidak perlu mandi, dan robek saja gaun mu ya"
Diana melongo mendengar permintaan suami nya itu.
"Sebenarnya aku tidak keberatan dengan tidak mandi, Baby. Tapi aku tidak mau gaun ku di robek, ini gaun bersejarah bagi ku" tukas Disana merengek.
"Aduh, nanti aku belikan saja yang baru. Aku masih sanggup membelikna mu seratus gaun seperti ini" kata Max.
"Ini bukan soal harga, ini soal kenangan. Gaun ini saksi bisu pernikahan kita, Baby" balas Diana yang membuat Max mulai merasa kesal.
"Kenapa kamu butuh saksi bisu sementara ada ratusan orang yang bisa bicara datang sebagai saksi pernikahan kita?" gerutu Max yang membuat Diana langsung terkekeh geli.
"Buka dulu kancing nya, nanti aku kasih kejutan yang pasti buat kamu senang" bujuk Diana berharap suami nya itu mau mengerti.
"Kejutan apa?" tanya Max merengut.
"Yang akan membuat mu melayang, senang, bahagia, seperti ada di surga pokoknya" rayu Diana yang kembali membuat Max bersemangat
"Ayo, semangat buka kancing nya, Baby!!!" Max pun kembali membuka satu persatu kancing Diana dengan sangat tidak sabar hingga akhir nya semua kancing itu terbuka dan Max langsung menarik turun gaun pengantin Diana yang memang tanpa lengan itu.
Max tercengang, ia bahkan menahan nafas dan jantung nya berdebar hebat saat melihat tubuh Diana yang setengah polos. Max baru melihat bagian belakang nya, namun inti nya sudah berkedut dan celana nya terasa begitu sesak.
Diana pun tak kalah berdebar nya, ia berbalik badan hingga kini ia berhadapan dengan Max. Kedua mata Max langsung terbuka lebar begitu juga dengan mulut nya saat melihat bagian depan Diana, nafas Max memberat, Dan keringat sebiji jagung menetes di pelipis nya. Diana yang tadi nya gugup kini justru terkekeh geli karena reaksi Max.
"Baby..." lirih Diana dengan suara lembut nya, seperti penggoda yang sedang menggoda dan Max pun sungguh tergoda dengan mudah.
"Kamu putih sekali, Baby. Kelihatan nya juga lembut dan halus" ucap Max kemudian dengan suara yang begitu serak, membuat Diana tersipu. Ia melangkah satu langkah hingga hampir tak ada jarak antara diri nya dan Max.
"Kenapa cuma kelihatannya? Sentuh saja, biar tahu kebenaran nya" kata Diana yang lagi lagi menggoda. Max menjilat bibir nya yang terasa kering, tangan nya terangkat dan ia menyentuh apa yang sejak tadi menarik perhatian nya.
"Bagaiamana?" tanya Diana.
"Lembut sekali, aku suka" lirih Max sembari memberikan sentuhan yang sedikit lebih kasar membuat Diana mengerang tertahan dan raut wajah nya pun kian berubah, tatapan nya tampak tidak fokus dan bibir nya terbuka dengan nafas yang juga mulai memberat. Entah mendapatkan dorongan dari mana, Max semakin melancarkan aksi nya dan kini ia menggunakan dua tangan nya. Semakin Diana mengerang tertahan dan tampak tersiksa, semakin Max menyukai nya.
"Sudah cukup..." kata Diana akhirnya kemudian ia menarik tengkuk Max dan melahap bibir Max dengan rakus, membuat Max terkejut namun kemudian ia membalas Diana tak kalah rakus nya.
Sementara bibir kedua nya terus menari bersama sembari mencari titik kenikmatan yang begitu nikmat, tangan kedua nya pun tak tinggal diam. Tangan Diana dengan tak sabar melepaskan satu persatu pakaian Max, sementara tangan Max menelusuri setiap inci kulit istri nya itu. Jari nya berhenti di tepi kain terkahir yang menutup mahkota sang istri dan dengan tak sabar ia langsung merobek nya dimana suara robekan itu justru seperti lonceng penyemangat bagi kedua nya dan seperti api yang semakin menyulut hasrat kedua nya.
Max mendorong Diana hingga sang istri terbaring di atas ranjang nya, Max segera mengurung tubuh istri nya yang ternyata begitu mungil di bandingkan tubuh nya, membuat Max teringat pada saat ia menjadi bahan bullyan Diana.
"Ternyata kamu sangat mungil, Baby. Lalu kenapa dulu kamu selalu mengerjai ku, hm?" tanya Max kemudian ia mendarat kan kecupan kecupan kecil di pundak sang istri, di dada nya dan juga perut nya yang rata.
Kedua nya pun saling mencumbu, merayu, memuja, dan menyalurkan cinta dan hasrat mereka baik dengan bibir maupun dengan tangan nya. Hingga tiba saat nya Max menyapa sang istri dan kedua nya tentu sama sama tegang sebagai pemula. Namun sejauh yang Diana tahu, seharusnya ia tidak tegang.
"Pelan pelan ya, Baby" lirih Diana sembari memeluk leher Max dan mencoba sedikit rileks, tanpa menjawab Diana, Max pun menyentak diri nya hingga membuat Diana berteriak histeris bahkan sampai menangis membuat Max begitu terkejut dan langsung berdiam diri.
Diana sungguh merasa kesakitan, bahkan Diana menancapkan kuku kuku nya di punggung Max guna menahan rasa sakit itu namun seperti nya Max tidak menyadari hal itu.
"Kenapa, Baby? Kenapa berteriak?" tanya Max cemas.
"Sakit, Max. Hiks hiks..." adu Diana menangis sesegukan, air mata nya bahkan sampai membasahi seprei dan itu membuat Max semakin cemas. Ia pun hendak menarik diri karena tau ingin menyakiti sang istri namun Diana langsung menahan pinggul Max dengan kedua kaki nya.
"Jangan di tarik, Max" seru Diana di sela isak tangis nya
"Kata nya sakit, aku tidak mau menyakiti mu, Baby. Aku mencintaimu, aku tidak mau melihat mu menangis" lirih Max dengan suara yang begitu rendah, membuat hati Diana begitu tersentuh apa lagi saat ia menatap mata Max.
"Ya awal nya memang sakit, Max. Tapi nanti tidak lagi, coba dorang lagi" pinta Diana namun Max justru terdiam dan menatap Diana dengan raut wajah yang tak biasa.
"Astaga, Max. Kenapa diam? Mau masuk atau keluar? Asal jangan diam begini" gerutu Diana yang manis menahan sakit.
"Kenapa kamu tahu awal nya sakit, Di? Kamu pernah melakukan nya ya? Pengalaman ya?" tanya Max yang justru terdengar seperti tuduhan membuat Diana melongo, namun kemudian ia terkekeh geli.
"Baby, tentu saja aku tidak punya pengalaman. Jika aku pernah melakukan nya, maka ini tidak akan sakit" tukas Diana lembut.
"Terus kenapa kamu tahu?" tanya Max lagi dengan ketus.
"Hal seperti ini bisa di ketahui dari berbagai sumber, dari artikel, film, novel, bahkan cerita teman" tutur Diana dan Max mengangguk anggukan kepala nya mengerti.
"Sekarang masuk ya, aneh rasa nya kalo cuma di ambang pintu"
.........
...Hai, kalian suka cerita ini?...
...Jangan lupa tap β€οΈ, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian βΊοΈ....
...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya....
...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. π...
Episode ini masih berlanjut, tunggu episode selanjutnya yang pasti engga kalah seru nya ya... π