
"Sweetheart, malam ini kita kerumah Mommy ya?" kata Xavier sambil melirik istri nya yang sibuk dengan ponsel nya, sementara Xavier fokus menyetir dan seperti biasa ia menyetir dengan sangat pelan. Mereka sudah pulang dari kantor setengah jam yang lalu, tapi mereka belum juga sampai di apartement.
"Hmm" jawab Ghiea masih sibuk dengan ponsel nya, bahkan ia senyum senyum sendiri seperti orang yang kasmaran. Hal itu tentu membuat Xavier curiga dan cemburu, Xavier menepikan mobil nya dan menginjak rem tentu juga sangat pelan, karena ia takut istri nya kenapa kenapa jika tiba ia menginjak rem.
"Sweetheart..." panggil Xavier lagi dan kini tatapan nya sudah sangat berbeda, namun sayang nya Ghiea masih tidak menyadari hal itu karena ia masih sibuk dengan benda elektronik mungil yang multi fungsi itu.
"Hem.." Ghiea kembali menggumam yang membuat Xavier langsung menyambar ponsel istri nya membuat Ghiea terlonjak kaget.
"Ada apa, Honey?" tanya Ghiea terkejut
"Kamu chatting an sama siapa, eh?" tanya Xavier dan sekarang Ghiea baru menyadari suami nya ini sedang dalam mood jealous.
"Sama Melissa dan Diana" jawab Ghiea cepat dan ia mencoba meraih ponsel nya namun Xavier manjauhkan nya.
"Jangan bilang kamu tidak percaya sama aku, Honey?" tanya Ghiea tak percaya, ia memicingkan mata nya pada Xavier. Sementara Xavier enggan menjawab pertanyaan istri tercinta nya itu, ia memeriksa ponsel Ghiea dan ternyata Ghiea sedang bergosip dengan dua teman nya di chat group mereka. Xavier membaca nya dan hal itu membuat Ghiea meringis, karena yang para gadis itu gosipkan adalah Alan, Xavier dan Max. Xavier melirik Ghiea yang saat in sudah menutup wajah nya yang bersemu marah.
Melissa
"Aku benar benar anti dengan pria seperti sahabat nya Pak Xavier itu"
Diana
"Alan maksud mu, Mel?"
Ghiea
"Sudah pasti, Di. Haha, kenapa, Mel? Dia kan tampan, bibir nya tipis dan seksi. Rasa nya seperti apa, Mel?"
Mata Xavier langsung membulat sempurna membaca pesan dari istri nya itu, ia langsung memelototi Ghiea namun bibir nya terkatup rapat.
Diana
"Pasti manis ya, Mel"
Melissa
"Pahit, seperti kopi tanpa gula.
Ghiea
" Pantas dia memanggil mu 'Sugar', Mel. Seperti nya kamu akan jadi gula bibir nya, haha"
Diana
"Benar juga ya, tapi aku dengar Alan playboy, Mel"
Melissa
"Karena itulah aku tidak tertarik dengan dia, huf, ternoda bibir ku. Entah berapa banyak kuman yang dia bawa dari para wanita nya"
Diana
"Ghiea yang paling beruntung, Pak Xavier setia, tidak cicip yang lain"
Ghiea
Melissa
"Rasa apa nya, Ghiea?"
Diana
"Yang atas apa yang bawah? Haha
"Ghiea
"Semua nya enak, bikin ketagihan"
Xavier tak mampu lagi menahan tawa nya. Ia sungguh tak menyangka tiga dara ini akan menggosipkan para pria, sementara Ghiea semakin merasa malu karena ia tertangkap basah.
Melissa
"Aku jadi penasaran sama rasa nya Max, dia tampan lho"
Ghiea
"Bibir nya lembut, dulu aku pernah cium"
Kedua bola mata Xavier kembali melotot dan kali ini lebih lebar dari sebelum nya, bahkan kepala nya seperti sudah keluar tanduk merah yang berasap. Ghiea yang menyadari kemarahan suami nya itu hanya bisa menempel pada pintu mobil dan ia masih menutup wajah nya dengan telapak tangan nya, namun ia mengintip Xavier dari balik jari jari nya.
Xavier pun kembali menunduk dan membaca chat gosip para wanita wanita itu
Melissa
"Kan cuma di kecup itu, Ghe. Pasti beda lah rasa nya kalau di cium. Apa lagi bibir Max itu tidak tebal dan tidak tipis, ukuran pas. Pasti kenyal"
Ghiea
"Beruntung ya cewek yang dapat Max, si pria polos nan suci. Ugh, siapakah wanita yang berhasil mencicipi adik ipar ku yang tampan itu'
Melissa
"Mungkin yang sama sama culun, polos nan suci"
Melissa
"Di, kamu kemana? Tes tes..."
Ghiea
"Diana hilang, jangan jangan dia naksir adik ipar"
Melissa
"Haha, jangan jangan benar kata Alan. Mereka ciuman, wah beruntung nya lady Diana"
Itu chat terakhir mereka, Xavier merasa chat para wanita itu lucu tapi juga menyebalkan. Dan sekarang ia tahu, rupa nya para wanita itu sama sama punya fikiran mesum juga, sementara di depan laki laki mereka sok kalem dan selalu menuduh laki laki yang mesum. Xavier menyerahkan ponsel nya pada Ghiea dengan tatapan mengintimidasi.
"Jangan pernah lagi bicarakan laki laki lain sekalipun itu sahabat ku atau adik ku, itu DI LARANG KERAS!!!" tegas Xavier yang membuat Ghiea meringis.