My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 145



"Apa di dalam celana mu juga menggeliat?"


"He'em"


Diana menggigit bibir nya sendiri untuk menahan tawa nya karena tingkah kekasih nya itu, apa lagi setelah melihat raut wajah nya yang polos itu tampak tersiksa.


Cup


Diana mendaratkan kecupan ringan di sudut bibir sang kekasih membuat nya tampak semakin gelisah, bahkan sekarang tatapan nya begitu sendu membuat Diana merasa gemas.


"Sudah, ayo kita pulang" ajak Diana dengan enteng nya setelah membuat perasaan Max ketar ketir.


"Tapi, Baby..." Max merengek sembari menarik baju Diana, Diana yang tadi nya hendak melangkah keluar pun langsung menghentikan langkah nya dan menatap mata Max.


"Ada apa, Baby?" tanya nya.


"Aku... Aku pengen..." Max kembali merengek, Diana pura pura tak mengerti dan ia mengerutkan kening nya.


"Pengen apa? Pengen baju? Ya udah, kita keluar dulu. Cari baju di luar" kata Diana.


"Bukan..." Max menggelengkan kepala nya dan suara nya masih merengek.


"Terus mau apa?" tanya Diana lagi.


"Mau... Mau cium" ucap Max setengah berbisik yang hampir saja membuat Diana tertawa namun ia menahan nya.


"Hem, jadi Baby mau di cium?" tanya Diana dan kini ia sudah berdiri tepat di depan Max, ia mendekatkan wajah nya ke wajah Max bahkan bibir nya hampir menyentuh bibir Max "Mau di cium di mana nya, Baby?" tanya Diana bahkan setengah mengerang.


"Emm dimana saja" ucap Max gugup, Diana pun mendaratkan kecupan di pipi Max.


"Sudah..." kata Diana masih dengan posisi bibir di depan bibir Max.


"Kurang..." Max merengek "Mau di bibir..."


Max mendorong tubuh Diana hingga punggung Diana menabrak dinding, kepala Max bergerak ke kanan ke kiri guna mencari titik ternikmat dari ciuman nya. Max bahkan tak segan menggigit gemas bibir sang kekasih membuat kekasih nya itu mengerang di sela aktifitas mereka yang begitu menggebu. Ciuman itu semakin lama semakin menuntut dan kasar, membuat Diana melayang tinggi dan bahkan tanpa sadar kini Max justru menekan yang di bawah membuat Diana semakin menggila.


"Sudah aku bilang..." kata Max dengan nafas menderu di sela ciuman nya, kini bibir nya beralih ke rahang sang kekasih dan turun ke leher nya. Membuat Diana menggeliat dan tak bisa menghentikan bibir nya yang terus mengerang lirih, apa lagi Max semakin menekan yang di bawah.


"Dia menggeliat, rasa nya sesak, Baby" adu Max di leher Diana, membuat Diana meremang kala merasakan hembusan nafas panas Max di leher nya. Diana menyenderkan tubuh nya ke dinding dan Max terus memuja nya dengan ciuman nya.


"Apa kau tidak merasakan sesuatu, Baby?" tanya Max kemudian dengan suara serak, ia kembali berdiri tegak. Menempelkan kening nya di kening Diana sementara tangan nya kini belajar nakal. Ia menyentuh aset terindah milik sang kekasih, meskipun dari luar gaun namun itu berhasil membuat sang kekasih menggila "Di sini, apa kau tidak merasakan nya?" nafas Max memburu, suara nya begitu serak dan dada nya naik turun. Diana memejamkan mata dengan bibir yang terbuka, sementara Max tak mampu memejamkan mata. Ia suka melihat raut wajah Diana di saat seperti ini.


"Oh, Max... Jangan di tekan..."


..........


Uff, si Max dah main tekan tekan aja ya.


Oh ya, mampir juga di cerita SkySal yang berjudul My Sexy Enemy.


Sinopsis


Demi menghancurkan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, Varian Castanov (28) menyamar menjadi  bodyguard pribadi putri musuhnya, yaitu Chiara Lucrezia (23, seorang gadis yang cantik dan polos.


Keduanya tinggal bersama, dan hal itupun membuat benih-benih cinta di antara keduanya tumbuh begitu saja. Varian mencoba menutupi rasa cinta itu namun tidak dengan Chiara yang tidak tahu siapa Varian, ia terus mengungkapkan cintanya pada Varian hingga Varian luluh. Membuat hati Varian mulai bimbang, di satu sisi ia harus membunuh ayah Chiara demi membalaskan kematian orang tuanya. Namun di sisi lain, ia sangat mencintai Chiara yang polos dan tidak tahu apa-apa.


Akankah misi balas dendam Varian tetap berjalan demi orang tuanya?


Ataukah misi itu terhenti demi cintanya?


Penasaran?