
"Wow, menantu idaman!!!"
Nge blank...
Itu lah yang terjadi pada Melissa setelah ia meluapkan amarah nya panjang lebar dan yang ia dapatkan justru tiga kata yang menurut nya tak masuk akal, tak bisa di mengerti dan juga aneh. Begitu juga dengan reaksi Ghiea, Diana dan Xavier namun tentu tidak dengan Alan. Karena Alan sudah sangat mengenal Ayah nya.
"Melissa, kamu benar benar..."
"Tunggu..." Melissa mengangkat tangan nya ke udara saat Om George berbicara "Saya ini memang menantu idaman, Om. Tapi bukan berarti saya bisa di beli" ujar Melissa lagi.
"Duh, Dad..." Alan menepuk jidat nya, apa lagi setelah ia menatap ke sekeliling nya, orang orang masih memperhatikan mereka.
"Hey, apa yang kalian lihat?" tanya Om George kemudian "Perkenalkan, dia ini calon menantu ku. Nama nya Melissa...." lanjut nya yang membuat orang semakin terkejut, begitu juga dengan Melissa yang kini melongo bodoh.
"Kemarilah, Sweetie..." Om George menarik tangan Melissa dan membuat Melissa berdiri di samping Alan dengan paksa
"Kalian memang pasangan yang serasi" ucap nya.
"Tunggu dulu..." geram Melissa.
"Tidak ada apa-apa, Xavier. Hanya terjadi kesalahpahaman, kalian semua tahu kan kalau Melissa dan Alan pacaran? Dan aku, sebagai orang tua Alan, sangat merestui mereka"
"Tapi, Om. Baru beberapa menit yang lalu dia itu menghina mu habis habisan lho. Om" ujar Xavier merasa tak percaya dengan keputusan Ayah sahabat nya ini.
"Justru itulah kenapa aku mau dia jadi menantu ku, di zaman sekarang, susah mencari wanita yang menolak 50 juta demi harga diri. Susah mencari wanita yang tidak takut melabrak siapapun demi harga diri, dan susah juga mencari wanita yang harga diri nya di atas semua harta yang aku punya" jawab Om George dari hati yang paling dalam, dan pernyataan itu justru kini membuat semua orang di sana merasa terharu dan langsung menatap Melissa dengan bangga. Begitu juga dengan Diana dan Ghiea, sementara Melissa masih tercengang dan mencoba mencerna apa yang sebenar nya di maksud Om George.
"Dan maaf ya, Dear. Aku memberi mu uang 50 juta itu bukan untuk membeli mu, itu ide Alan yang ingin membuktikan pada ku bahwa kamu bukan Wanita yang sama dengan kupu-kupu nya..." ucap Om George dengan suara lirih dan ia menatap Melissa dengan tatapan yang sayu.
"Alan bahkan yakin 1000% kamu akan menolak uang itu dan pasti akan marah, karena Alan bilang, kamu adalah wanita yang punya harga diri, yang baik, yang berkelas. Karena itu lah dia sangat menyukai kamu tapi tidak tahu cara mengatakan nya, apa lagi kamu hanya memandang nya sebagai playboy selama ini. Alan tak masalah dengan itu, ia bahkan senang karena bisa berpacaran dengan mu meskipun hanya satu bulan" lanjut nya, dusta yang begitu lancar membuat Alan yang kini tercengang.
"Semenjak jadian dengan mu, Alan tak pernah lagi bertemu dengan kupu-kupu nya. Dia tak pernah lagi menonton film dewasa, bahkan majalah dewasa nya sudah dia bakar untuk menghargai mu"
Alan semakin melongo bodoh, begitu juga dengan Xavier. Karena Xavier sangat yakin, selama matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, Alan takkan melakukan semua kebaikan yang di sebutkan ayah nya itu.
Sementara Melissa yang tadi masih dalam mode marah, kini perlahan menurunkan emosi nya dan bahkan ia tersentuh dengan apa yang di katakan Om George, Melissa langsung menatap Alan dengan tatapan yang berbeda.