
"Kemana wanita urakan itu?"
Kedua mata besar Max mengedarkan pandangan nya guna mencari keberadaan wanita urakan yang biasa nya selalu mengganggu nya, walaupun setelah kejadian yang membuat nya merajuk hingga sekarang, Diana tak lagi mengganggu nya dengan keusilan nya melainkan mengganggu nya untuk mendapatkan maaf dari nya. Dan itu sangat menyebalkan bagi Max.
"Melissa juga tidak ada, apa mereka ke apartement Ghiea ya?" monolog nya.
"Max..." seru salah satu teman kerja nya yang duduk di samping nya.
"Apa?" tanya Max sambil menoleh dengan raut wajah datar.
"Max, pekerjaan ku banyak sekali. Tolong kamu selesaikan dokumen ini ya..." ujar teman nya itu sembari menyodorkan sebuah dokumen pada Max, Max tak langsung menerima nya dan justu menatap tajam teman nya itu. Ia berfikir sejenak, kemudian sebuah senyum terbit di bibir tipis nya.
"Okey, tapi nanti bonus bulanan mu buat aku ya" ujar nya kemudian.
"Lah, kenapa bisa begitu?" tanya teman nya itu tak suka.
"Ya kan aku yang mengerjakan pekerjaan mu" jawab Max dengan polos nya.
"Kan aku cuma minta tolong, Max. Ini juga cuma sedikit" balas teman nya itu.
"Ya kan aku cuma minta bonus, bukan gaji pokok. Worth it, kan?" kekeh Max yang membuat teman nya itu mendengus dan ia menarik kembali dokumen nya, membuat Max tersenyum puas.
Hanya karena ia berpenampilan culun, bukan berarti dia bodoh.
..........
Dino yang di tugaskan untuk menjaga Ghiea hanya bisa meringis saat mendapatkan amarah dari bos nya. Dino memang lupa untuk mengambil barang barang Ghiea yang ada di lemari nya karena ia sangat buru buru. Sehingga ia hanya sempat menurunkan foto foto kebersamaan Ghiea dan Xavier, termasuk pajangan pajangan yang penuh kenangan Ghiea dan Xavier.
Saat ini, Dino ada di depan apartement Ghiea dan mengawasi Ghiea diam diam dari cctv yang ia letakkan di depan pintu apartment Ghiea, sehingga Dino bisa tahu siapa saja yang keluar masuk apartement itu.
Dino mengerutkan kening nya saat ia melihat Ghiea, Melissa dan Diana keluar dari apartment dan mereka seperti nya mau pergi.
Dino dengan cepat menyambar jaket kulit nya dan juga kunci mobil nya, ia tak boleh kecolongan dan hilang jejak akan Ghiea.
Sementara itu, Ghiea dan kedua sahabat nya berniat akan pergi ke sekolah SMA yang menurut mereka adalah sekolah Ghiea dulu.
"Menurut mu, apa aku sekolah di sekolah itu, Mel? Di? Secara kan itu sekolah elit, kata nya aku berasal dari keluarga yang pas pasan" tukas Ghiea.
"Mungkin kamu dapat beasiswa, Ghe..." ujar Melissa.
"Memang nya kamu tidak pernah mencari tahu masa lalu mu, Ghe? Kamu tidak penasaran sama masa lalu mu?" tanya Diana.
"Ya aku juga penasaran, Di. Aku juga sempat mencari tahu, tapi memang aku tidak punya siapa siapa. Ayah ku meninggal saat aku dalam kandungan Ibu, Ibu ku juga sebatang kara karena di tinggal oleh kedua orang tua nya yang meninggal dalam kecelakaan kata nya, terus aku hidup berdua sama Ibu ku, terus aku mengalami kecelakaan dan Ibu ku tidak selamat" tutur Ghiea.
"Aduh, Ghe. Malang sekali nasib keluarga mu ya semua nya pada meninggal dalam kecelakaan, apa nanti kamu juga akan mati dalam kecelakaan, Ghe.... Aduh...." Diana meringis sakit saat Melissa dan Ghiea dengan serempak menarik telinga si rambut pirang itu.
"Mulut mu itu lho, Di..." tegur Melissa yang sudah melepaskan tangan nya dari telinga Diana.
"Kalau sampai aku mati dalam kecelakaan, akan aku hantui kamu..." ancam Ghiea yang membuat Diana bergidik ngeri...
Kini mereka sudah masuk lift, dan tanpa Ghiea sadari, Dino juga masuk lift. Dino mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan menutupi wajah nya dengan masker. Tak lupa ia memakai kaca mata hitam agar tak di kenali Ghiea.
"Ghe, kalau memang benar ternyata Pak Xavier itu mantan pacar kamu yang masih cinta kamu, bagaimana, Ghe?" tanya Diana.
"Ada kemungkinan sih dia mantan, tapi rasa nya tidak mungkin kalau dia itu masih cinta. Bukti nya dia sudah menikah..." jawab Ghiea.
"Mungkin itu perjodohan, Ghe. Seperti di novel novel..." ujar Diana lagi.
"Eh, Ghe. Tahu tidak, ada cerita baru tentang si culun sama Diana lho. Seperti nya Diana naksir si culun..." seru Mellisa yang membuat kedua bola Ghiea yang besar itu semakin membesar.
"Masak sih?" pekik nya.
"Ih, tidak mungkin aku naksir si culun..." sanggah Diana tak terima.
Sementara Dino, tangan kanan Xavier yang tahu segala nya tentang Xavier termasuk fakta bahwa si culun adalah adik Xavier hanya bisa meringis, karena para wanita ini dengan tega nya memanggil si tampan Max dengan si culun.
"Kenapa? Si culun kan tampan, kamu masih simpan foto dia yang tanpa kaca mata pas di restaurant kan?" goda Melissa yang membuat kedua pipi Diana langsung merah padam.
"Wah, sepertinya kita harus make over si culun. Biar serasi bersanding dengan si cantik bak Princess Diana ini..." sambung Ghiea.
Mereka sudah keluar dari lift dan berjalan menuju parkiran dimana mobil Diana terparkir, Dino pun segera bergegas ke dalam mobil nya sendiri dengan sangat cepat, karena ia tak mau kehilangan jejak Ghiea apa lagi ia tak tahu kemana mereka akan pergi.
..........
"Perusahaan itu seharusnya memperkerjakan orang yang jelas, kenapa bisa seperti ini?" Granny Kelly memukul meja dengan sangat keras ketika ia tak bisa mendapatkan informasi apapun tentang selingkuhan Xavier yang bernama Ghiea itu.
"Sebaik nya kita tanya langsung pada teman teman nya, Granny" ujar Clara.
"Kenapa kamu tidak tanya dari tadi?" hardik sang Nenek yang sudah sangat marah.
"Ma.. Maaf, Granny..." cicit Clara karena ia sendiri memang baru terfikir kesana.
Mereka pun pergi untuk mencari Diana dan Melissa namun mereka mendapatkan kabar bahwa kedua orang itu tidak masuk kerja. Membuat emosi Clara dan Nenek nya kembali memuncak.
"Kenapa kalian cari Diana dan Melissa?" tiba tiba Max datang dan bertanya pada Clara.
"Nah, dia juga kenal Ghiea, Granny..." ujar Clara saat melihat Max.
"Memang kenapa dengan Ghiea?" tanya Max dengan polos nya.
"Kami mau melabrak dia dan menuntut dia karena sudah selingkuh dengan suami ku" ketus Clara.
"Tapi Pak Xavier tidak menuntut Pak Jamie karena sudah selingkuh dengan mu" balas Max yang membuat Clara dan Granny Kelly melongo. Apa lagi para karyawan yang lain juga mendengar apa yang di katakan Max dan mereka semua tampan menahan tawa. Membuat Clara menggeram marah dan menatap Max dengan permusuhan.