
Melissa
"Girls, tolong pantau keadaan ku di Adiva Hotel. Si buaya mengajak ku makan siang di sana"
Ghiea
"Ya jangan mau, bodoh. Untuk apa makan siang di hotel? Memang nya restaurant dan cafe sudah tutup?"
Diana
"Aku mengawasi mu dari belakang, tapi sebaik nya jangan asal makan atau minum apa yang di sediakan si Buaya. Takut nya di kasih obat perangsang"
Melissa
"Karena itulah aku bilang pantau keadaan ku"
Ghiea
"Lagian kamu sok mau jadi player juga, Mel. Si Alan itu buaya, tidak bisa di kadalin" "
Melissa yang masih fokus dengan group chat nya itu tersentak saat tiba tiba Alan datang dan langsung mengecup pipi nya dari samping.
"Wow, Sugar. Aku tidak menyangka kamu datang lebih dulu, aku fikir aku yang akan menunggu mu" kata Alan sembari menarik kursi di depan Melissa dan mendarat kan bokong nya disana.
"Kantor ku dekat, jadi aku langsung kesini tadi" kata Melissa sembari mengelap pipi nya yang tadi di cium Alan, hal itu membuat Alan mendengus.
"Kenapa di lap? Aku tersinggung, Sugar" ujar nya merajuk yang membuat Melissa terkekeh.
"Aku takut nya kamu habis cium wanita lain tadi, bisa kena kuman pipi ku" kata Melissa.
"Aku belum mencium wanita hari ini, aku benar benar sibuk dan tak ada waktu" jawab Alan.
"Belum? Apa belum arti nya akan?" pekik Melissa sementara Alan hanya mengedikan bahu nya.
"Eh, Alan. Sekarang kita itu resmi pacaran ya, jadi kamu tidak boleh dekat dekat dengan wanita lain apa lagi sampai ciuman. Itu nama nya selingkuh, selingkuh itu tidak boleh, tidak baik" tukas Melissa dengan mimik wajah yang sangat serius.
"Tapi..."
"Untuk apa?"
"Untuk memblokir semua kontak wanita di ponsel mu"
"Huh?"
"Huh hah huh hah..." sungut Melissa dengan wajah cemberut dan ia pun beranjak dari kursi nya, kemudian ia merogoh ponsel Alan dari saku jas nya. Alan tentu tercengang dengan perlakuan Melissa itu, yang dulu nya selalu menolak Alan dan sekarang malah tampak lebih agresif dari Alan.
"Apa password nya?" tanya Melissa sembari kembali mendorotkan bokong nya di kursi nya.
"Itu privasi" jawab Alan.
"Aku tahu, tapi sebagai pacar, sebaik nya kita saling terbuka dan tidak ada yang di tutup tutupi. Fungsi nya, ya supaya hubungan kita aman, tidak ada curiga atau apapun itu" lagi lagi Alan melongo mendengar jawaban Melissa, apa lagi ketika Melissa menyerahkan ponsel nya pada Alan dan memberi tahu password nya.
"101520" kata Melissa "Tanggal lahir ku, Mama ku dan mendiang Papa ku" jelas nya. Alan pun menekan ke empat angka itu dan benar saja, ponsel Melissa langsung terbuka dan menampilkan foto keluarga Melissa sebagai wallpaper.
"Jadi sekarang apa password ponsel mu?" tanya Melissa lagi.
"Home" Jawab Alan lirih, Melissa mengernyit mendengar jawaban Alan namun ia mencoba mengetikan satu kata itu dan benar saja, ponsel Alan langsung terbuka dan wallpaper nya hanya sebuah foto kertas kosong.
Kemudian, Melissa mencari semua kontak wanita yang ada di ponsel Alan dan memblokir nya "Aku memblokir semua kontak wanita di ponsel mu, jadi jangan coba coba selingkuh karena perselingkuhan itu juga bisa kena hukum pidana"
"Huh?" lagi lagi Alan hanya bisa melongo "Tapi ada nomor rekan bisnis ku juga di sana, sugar"
"Kamu pasti punya sekretaris kan? Jadi biar rekan mu itu menghubungi sekretaris mu"
"Sekretaris ku juga perempuan, jangan jangan kamu juga blokir dia"
"Kalian punya email kan?"
"Tapi, Sugar..."
"Ini adalah hukum pacaran, jadi patuhi aturan nya atau kita bisa putus"