
Saat jam makan siang, Max dengan tak sabar langsung pergi ke atap. Tak hanya itu, ia membawa tikar, makanan dan juga minuman yang sudah di pesan oleh Tante sekretaris nya. Dan tak lupa Max membawa permen mint yang sudah mulai ia nikmati dari sekarang. Max merapikan rambut nya dan kaca mata nya sembari menunggu sang pacar datang ke atap.
Sementara itu, Melissa mengajak Diana untuk makan di salah satu cafe dekat kantor nya namun Diana menolak dengan alasan ia tidak lapar. Hal itu membuat Melissa semakin merasa curiga pada sahabat nya itu.
"Terus sekarang kamu mau kemana?" tanya Melissa karena Diana beranjak dari kursi nya...
"Aku.. Hem mau ke toilet" bohong nya dan Diana pun langsung pergi dari sana.
Bukan ke toilet, melainkan ia segera masuk ke dalam lift dan tentu tujuan nya adalah atap.
....
Sementara itu, Ghiea sedang membuka album foto yang di simpan oleh Xavier. Di foto itu ada banyak sekali foto Ghiea bahkan sebelum ia berpacaran dengan Xavier.
"Dia menyukai ku diam diam rupa nya..." gumam Ghiea.
"Dear..." panggil Nyonya Leona yang masuk ke kamar Ghiea, Ghiea menoleh dan mendapati Mama mertua nya sudah sangat rapi.
"Mau pergi, Mom?" tanya Ghiea.
"Iya, mau ke rumah sakit. Kamu mau ikut?" tanya Nyonya Leona.
"Siapa yang sakit, Mom?" tanya Ghiea sembari menutup album foto nya.
"Nenek nya sihir itu..." jawab Nyonya Leona malas "Kita bukan akan menjenguk dia, tapi mau memastikan dia sakit benaran atau tidak. Takut nya nanti dia malah pura pura, dia itu ratu nya berbohong" tukas sang Ibu mertua yang membuat Ghiea terkekeh.
"Sekalian juga mau pamer kebahagiaan kita, biar makinn stres dia" kata Nyonya Leona yang membuat Ghiea tergelak.
"Iya, aku ganti baju dulu..." kata Ghiea kemudian.
"Ku tunggu di luar" kata Nyonya Leona dan setelah ia pergi, Ghiea segera mencari pakaian nya yang paling bagus dan yang pasti paling mahal. Xavier sudah menyuruh orang untuk membawa semua baju yang pernah ia borong di butik ke rumah Max, jadi Ghiea tidak perlu lagi mengambil yang ada di apartement.
Dan alasan Ghiea memilih pakaian yang paling bagus juga mahal, tentu untuk memamerkan pada sang Nenek kalau kini ia sudah bahagia dan hidup nya makmur.
"Ayo, Mom..." kata Ghiea setelah ia siap.
"Wow, you look gorgeous, Dear" puji Nyonya Leona, apa lagi setelah ia melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis sang menantu.
"Kan mau pamer, Mom. Sekalian kita ke penjara, jenguk Clara dan Mama nya" kata Ghiea yang tentu saja di setujui oleh Nyonya Leona.
"Aku sudah kasih tahu tadi, kata nya asal nyetir nya pelan pelan, kamu jangan sampai capek" Ghiea terkekeh mendengar ucapan Mommy nya itu namun kemudian ia terdiam dan raut wajah nya pun langsung berubah.
"Ada apa?" tanya Nyonya Leona.
"Sebenar nya aku tidak tega sama Nenek nya Xavier, Mom. Bagaiamana pun juga kan dia sudah tua, seharus nya di rumah dan banyak istirahat, bukan nya malah di penjara seperti ini" lirih Ghiea.
"Aku juga tidak sejahat itu yang bahagia dia di penjara, Ghe. Tapi itu memang sudah hukuman dia atas kejahatan dia selama ini. Dan selama bertahun tahun, dia sudah hidup Makmur dan bahagai di atas penderitaan banyak orang. Dia tidak merasa bersalah sedikit pun" tukas Nyonya Leona yang masih fokus pada setir, Ghiea tak menanggapi nya dan hanya terdiam. Karena semua kejahatan Nenek itu tidak ia ingat, Ghiea hanya tahu dari Xavier dan yang lain nya, juga tentu dari diary yang Ghiea tulis sebelum kecelakaan.
...
Diana sudah sampai di atas dan ia terkejut melihat Max yang sudah duduk di atas tikar dengan makanan dan minuman di depan nya.
"Hai, Baby..." sapa Max malu malu, ia berdiri untuk menyambut sang pacar.
"Hai..." sapa Diana yang tersenyum malu malu "Emm kamu mau camping?" tanya Diana dan Max melingkar kan tangan nya di pinggang Diana, membawa Diana duduk di atas tikar.
"Biar enak saja kita makan siang nya" kata Max dan Diana hanya mengangguk anggukan kepala nya.
"Kamu beli sendiri?" tanya Diana basa basi untuk menutupi kegugupan nya, ia bahkan merutuki diri nya sendiri yang gugup di depan pria yang selalu ia bully selama ini.
"Tadi Tante Selena belikan" kata Max dan ia memperhatikan Diana yang hari ini terlihat lebih seksi, atau hanya perasaan nya saja?
Diana yang menyadari Max memperhatikan bibir nya semakin merasa gugup, ia bahkan tanpa sadar langsung menggigit bibir nya sendiri.
"Jangan di gigit, Baby..." lirih Max dengan suara yang mulai serak, ia menarik bibir Diana dengan jempol nya dan mengusap nya dengan lembut.
"Cium nya boleh sekarang kan?" tanya Max dan Diana mengangguk.
Max pun menutup mata nya begitu juga dengan Diana, bibir kedua insan itu semakin dekat dan saat hampir bersentuhan....
"Max...."
"Diana...."
Sontak kedua nya langsung melepaskan diri dan saat mendongak, kedua bola mata mereka langsung membulat melihat Xavier dan Alan yang berdiri tak jauh dari mereka. Bahkan Alan seperti nya merekam mereka lagi