My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 55



Sekarang...


"Apa sih, ribut ribut..."


Clara dan Granny Kelly langsung menoleh mendengar suara itu dan kedua nya melongo melihat Diana yang muncul dengan rambut yang acak acakan dengan tubuh nya terbalut dengan selimut putih polos itu.


"Diana, kenapa ada kamu di sini?" tanya Clara heran.


"Kamu yang kenapa ada di sini?" pekik Diana menampilkan wajah marah nya. Oh, tentu itu hanya sandiwara.


Sementara Granny Kelly tampak bingung melihat Diana ada di apartement itu.


Sementara itu, Max kembali mendapatkan kesadarannya kembali setelah mendengar suara Diana dari luar.


"Ini cuma sandiwara..." gumam Max mempersiapkan diri, ia hendak melangkah keluar namun kemudian ia menyadari sesuatu "Mana ada orang bercinta masih pakai celana?" ia kembali menggumam sembari melepaskan ikat pinggang nya dan melempar nya sembarang, kemudian celana panjang nya menyusul dan ia lemparkan ke sembarang arah juga.


"Hufff..." Max menghela nafas panjang, ia memegang dada nya yang masih berdebar karena ulah Diana.


"Okey, let's play the game..." Max melangkah keluar dengan gagah.


"Ini kan apartement Xavier, jangan jangan kamu juga selingkuhan Xavier ya?" tuduh Clara dan ia sudah mengambil ancang ancang untuk menyerang Diana namun tiba tiba terdengar suara berat seorang pria dari dalam.


"Siapa, Honey?" tanya Max.


Clara dan Granny Kelly melotot sempurna dan mulut mereka juga menganga lebar melihat siapa pria itu.


"MAX????" pekik mereka serempak.


"Kalian?" Max bersuara dengan begitu berat, seolah ia memang pria yang sangat macho "Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Max dan tiba tiba ia melingkarkan lengan kekar nya di perut Diana, membuat Diana terkesiap dan menegang apa lagi ketika Max dengan santai nya mengaitkan dagu nya di pundak polos Diana dan mengecup nya. Membuat Diana merasa seperti melayang, terbang ke angkasa.


"Kalian mengganggu kami..." seru Max lagi yang kini mencium rahang Diana, membuat Diana semakin tak berkutik.


"Ini tidak ada dalam skenario, Culun. Apa yang kau lakukan?" namun sayang nya Diana hanya bisa berteriak dalam hati, karena jangankan berbicara, bernafas saja rasa nya begitu sulit karena kelakuan Max yang tak sesuai skenario itu.


"Memang nya ini apartement kalian?" tanya Clara tajam.


"Iya" jawab Max dengan santai nya.


"Tidak mungkin, ini apartement Xavier..." sanggah Clara.


"Memang nya ada bukti nya?" tanya Max lagi yang membuat Clara semakin tak bisa berkata kata.


Tubuh nya bergetar dan kedua kaki nya terasa begitu lemas saat ini karena Max entah dengan sengaja atau tidak, ia menghembuskan nafas panas nya di telinga Diana. Begitu menggelitik dan menggoda, membuat darah Diana berdesir.


"Dengar, kalian harus pergi dari sini. Sekarang juga, atau haruskah aku telfon polisi? Kalian mengganggu privasi kami" tukas Max lagi, sementara Diana masih tak bisa berkata kata.


"Benar kan, Honey?" tanya Max dan ia kembali mengecup pundak Diana, membuat kedua bola mata Diana langsung terbuka lebar, darah nya terasa panas, tubuh nya semakin bergetar dan ia menganggukan kepala nya kemudian.


"Tidak, kalian pasti bohong..." tukas Nyonya Kelly "Mana mungkin kalian sanggup membeli apartement semewah ini? Kalian cuma karyawan biasa...." ujar nya yang membuat Diana kesal.


"Kami memang tidak membeli nya, kami menyewa nya. Dan uang kami cukup kok untuk itu..." tukas Diana.


"Benar sekali..." sambung Max "Sebaik nya kalian pergi dari sini, atau aku akan benar benar memanggil polisi" tegas Max, ia semakin mengeratkan pelukan nya pada Diana.


"Kita pergi..." ujar Granny dingin, Clara hanya bisa mengikuti nya dengan perasaan yang mulai resah, karena seperti nya ia akan mendapatkan masalah nanti.


Ketiga manusia itu pun pergi.


Sementara Ghiea, Melissa dan Dino kini sudah keluar dari persembunyian mereka. Dan mereka bertepuk tangan atas berhasil nya sandiwara Max dan Diana dalam mengusir Clara.


Max dan Diana langsung salah tingkah, Max langsung melangkah menjauhi Diana dengan wajah merona, begitu juga dengan Diana.


"Wah, kalian hebat..." puji Dino.


"Iya, calon artis papan atas ini..." sambung Melissa.


"Chemistry nya dapat ya. Totalitas, tidak seperti akting..." kata Ghiea menimpali.


"Aku mau pulang..." kata Max kemudian.


"Baiklah, kamu bisa memakai pakaian ku, Max. Ayo..." ajak Dino sembari merangkul Max dan membawa Max menjauhi tiga wanita cantik itu, sebelum pergi Max menoleh pada Diana dan berkata.


"Aku sudah memaafkan mu, Di..." seru nya yang membuat wajah Diana semakin merona.


"Ciye ciye..." goda Ghiea dan Melissa.


"Apaan sih..." gumam Diana malu malu dan bergegas pergi ke kamar Ghiea dengan pipi yang teras panas.


Diana segera memasang kembali pakaian nya, kedua sahabat nya itu mengekori nya dan mereka menyadari rona merah di pipi sahabat mereka.


"Hem, seperti nya ada yang ehem ehem..." goda Melissa.


"Pulang yuk, Mel. Nanti Mama kita cariin" kata Diana sembari merapikan rambut nya.


"Iya sih, ya sudah ayo..." ajak Melissa.


"Terus aku bagaimana?" tanya Ghiea merengek.


"Nanti kita kesini lagi deh kalau Pak Xavier belum pulang" kata Melissa "Mau setor wajah baik baik saja dulu sama Mama" lanjut nya.


"Iya, biar tidak khawatir" sambung Diana dan Ghiea tidak bisa melarang mereka karena mereka masih punya keluarga, ia pun membiarkan kedua sahabat nya itu pulang.


Setelah kedua sahabat nya pulang, Ghiea memilih berendam di buthtub. Setelah ketegangan seharian, ia ingin melemaskan otot otot nya.


Tiga puluh menit kemudian...


Ghiea beranjak dari buthtub setelah ia merasa puas berendam, Ghiea bahkan hampir tertidur di buthtub. Setelah membilas tubuh nya, Ghiea menarik bathrobe, mengenakan nya dan melangkah keluar dari kamar mandi.


Saat ia membuka pintu kamar mandi nya, Ghiea tercengang.


Melihat Xavier yang entah datang dari mana dan sejak kapan berada di kamar nya, apa lagi kini Xavier sedang menatap tajam pada nya dengan kemeja Max yang sudah robek di tangan nya. Ghiea hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah, terkahir kali ia hampir mati karena karena Max numpang buang air kecil di apartement nya. Dan sekarang?


"Mati aku..."